Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

Peningkatan Kinerja dan Efisiensi Bahan Bakar dengan Turbocharger di Mv. Tanto Bagus Harli Jabie; Mursidi; Daryanto
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.2922

Abstract

Peningkatan efisiensi operasional kapal merupakan tantangan utama dalam industri pelayaran modern, khususnya dalam aspek konsumsi bahan bakar dan performa mesin. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pemasangan turbocharger pada mesin induk kapal terhadap peningkatan kinerja dan efisiensi bahan bakar di MV. Tanto Bagus. Metode yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif eksperimental dengan membandingkan data performa mesin dan konsumsi bahan bakar sebelum dan sesudah pemasangan turbocharger selama periode pelayaran yang sama.Hasil penelitian menunjukkan bahwa daya mesin meningkat dari 2.350 kW menjadi 2.610 kW, yang mencerminkan peningkatan sebesar 11,06%. Selain itu, efisiensi termal mesin naik dari 34,5% menjadi 39,8%, sementara konsumsi bahan bakar turun dari 185 liter/jam menjadi 160 liter/jam, menunjukkan penghematan sebesar 13,51%. Penurunan konsumsi bahan bakar ini berdampak langsung terhadap efisiensi biaya operasional dan pengurangan emisi. Analisis lebih lanjut menunjukkan bahwa tekanan udara masuk meningkat sebesar 15%, berkontribusi pada proses pembakaran yang lebih sempurna.Temuan ini menunjukkan bahwa penerapan turbocharger tidak hanya berdampak signifikan terhadap peningkatan daya dan efisiensi bahan bakar, tetapi juga memperpanjang umur komponen mesin akibat beban kerja yang lebih seimbang. Dengan demikian, turbocharger merupakan solusi teknis yang efektif untuk meningkatkan kinerja mesin induk kapal dalam konteks efisiensi energi dan keberlanjutan operasional.
Pengaruh Kerusakan Oily Water Separator (OWS) Terhadap Pencemaran Laut Studi Kasus Kapal Armada Permata Wahyu Widodo; Mursidi; Daryanto
Journal of Innovative and Creativity Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v6i1.8395

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kerusakan Oily Water Separator (OWS) terhadap tingkat pencemaran laut pada Kapal Armada Permata. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi kasus, melalui observasi teknis sistem OWS, wawancara dengan awak kapal, serta analisis data dokumentasi operasional kapal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kerusakan OWS berupa kegagalan filtrasi, kebocoran sistem, dan penurunan efisiensi pemisahan minyak menyebabkan peningkatan kandungan minyak dalam air buangan. Data pengukuran menunjukkan konsentrasi minyak dalam air buangan mencapai 25–40 ppm, melebihi batas baku mutu 15 ppm sesuai MARPOL Annex I. Secara kuantitatif, ditemukan bahwa 70% kerusakan disebabkan oleh kurangnya perawatan rutin, 20% akibat usia komponen, dan 10% akibat kesalahan operasional awak kapal. Dampak lingkungan yang teridentifikasi meliputi peningkatan lapisan minyak di permukaan laut sebesar ±30% dibanding kondisi normal di sekitar area pelayaran. Kesimpulan penelitian menunjukkan bahwa kerusakan OWS pada Kapal Armada Permata berpengaruh signifikan terhadap peningkatan pencemaran laut, sehingga diperlukan perawatan berkala, pelatihan awak kapal, dan pengawasan ketat terhadap sistem pengolahan limbah kapal untuk mendukung perlindungan lingkungan laut secara berkelanjutan
PELATIHAN IMPLEMENTASI INTERNATIONAL SAFETY MANAGEMENT CODE UNTUK CREW KAPAL PT. SPIL: TRAINING ON THE IMPLEMENTATION OF THE INTERNATIONAL SAFETY MANAGEMENT CODE FOR PT. SPIL SHIP CREW Agus Garjito; Della Fadila; Tri Gunawan Prasetyo; Adrian Dyca Zandyca; Kuncowati; Daryanto
Jurnal Pengabdian Masyarakat Pesisir VOLUME 5 NOMOR 1
Publisher : Universitas Hang Tuah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30649/jpmp.v5i1.164

Abstract

The implementation of the International Safety Management (ISM) Code is a crucial component in improving maritime safety and preventing occupational accidents on ships. However, in practice, there are still cases where the crew's understanding of safety procedures, the implementation of the Safety Management System (SMS), and the work safety culture in the ship's operational environment are not yet optimal. This community service activity aims to improve the understanding and competence of PT SPIL's ship crew in implementing the ISM Code through practice-based training and participatory discussions. The implementation method used a hands-on training approach, material delivery, safety procedure simulations, evaluation of the Safety Management System (SMS) implementation, and evaluative discussions. The activity was conducted with PT SPIL's ship crew, consisting of officers and ship ratings. The results showed an increase in crew understanding of company safety policies, emergency procedures, reporting non-conformities, the use of safety equipment, and the implementation of a safety culture on board. Furthermore, the practice-based training was proven to improve crew preparedness in dealing with emergencies and support more effective implementation of the ISM Code. This activity positively contributed to improving safety culture and compliance with international maritime safety regulations
Analisis Kegagalan Operasional Diesel Generator No. 2 sebagai Penyebab Blackout di MV Lumoso Bahagia Firnanda Faviyan Fedora Illahi; Maxima Ari Saktiono; Daryanto
JPNM Jurnal Pustaka Nusantara Multidisiplin Vol. 4 No. 3 (2026): July : Jurnal Pustaka Nusantara Multidisiplin (ACCEPTED)
Publisher : SM Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59945/jpnm.v4i3.1488

Abstract

Kegagalan sistem kelistrikan kapal dapat mengganggu keselamatan pelayaran karena peralatan kemudi, navigasi, komunikasi, penerangan, dan mesin bantu bergantung pada kontinuitas suplai daya. Penelitian ini bertujuan menganalisis penyebab kegagalan operasional Diesel Generator No. 2 sebagai pemicu blackout di MV Lumoso Bahagia serta menyusun rekomendasi pencegahan berdasarkan kondisi aktual kapal. Penelitian menggunakan metode campuran dengan pendekatan sequential explanatory. Data kuantitatif diperoleh dari logbook, parameter temperatur, tekanan pompa, dan putaran RPM, sedangkan data kualitatif diperoleh melalui observasi, dokumentasi komponen, wawancara kru mesin, dan telaah Planned Maintenance System. Hasil penelitian menunjukkan bahwa blackout tidak disebabkan oleh satu faktor tunggal, tetapi oleh akumulasi gangguan pada sistem pendingin dan bahan bakar. Sistem pendingin mengalami penurunan kinerja akibat shaft fresh water pump aus, filter sea chest kotor, dan fresh water cooler tersumbat, sehingga temperatur FW cooler out meningkat hingga 89°C sebelum mesin berhenti. Pada sistem bahan bakar, filter yang kotor menghambat suplai solar dan menyebabkan putaran turun dari 1523 rpm menjadi 1345 rpm. Pelaksanaan PMS yang belum disiplin memperbesar keterlambatan deteksi kerusakan. Pencegahan blackout perlu dilakukan melalui pembersihan cooler dan sea chest filter, penggantian filter bahan bakar, pemantauan tren temperatur dan RPM, serta penguatan inspeksi PMS berbasis komponen kritis.
Optimalisasi Keandalan dan Keselamatan Operasional Perahu Nelayan melalui Pelatihan Perawatan, Perbaikan, dan Pendampingan Teknis di Desa Tajungan, Kecamatan Kamal, Kabupaten Bangkalan: Pengabdian Rodlitu Awwalin; Daryanto; AfitaPrastiwi; Dyah Agustin
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 5 No. 1 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 5 Nomor 1 (Juli 2026 -
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v5i1.7581

Abstract

Perahu nelayan merupakan sarana utama penunjang aktivitas penangkapan ikan di Desa Tajungan, Kecamatan Kamal, Kabupaten Bangkalan. Namun, sebagian besar nelayan masih menerapkan perawatan secara korektif setelah terjadi kerusakan, sehingga meningkatkan risiko gangguan operasional, biaya perbaikan, serta menurunkan aspek keselamatan pelayaran. Program Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan nelayan mengenai perawatan preventif, perbaikan sederhana, serta pemeriksaan kondisi perahu melalui pelatihan, demonstrasi, dan pendampingan teknis. Kegiatan dilaksanakan kepada 30 orang nelayan menggunakan metode penyuluhan, praktik langsung, diskusi, dan evaluasi melalui pre-test dan post-test. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa nilai rata-rata pengetahuan peserta meningkat dari 58,7 menjadi 87,9, atau mengalami peningkatan sebesar 49,7%. Persentase peserta yang memiliki kategori pengetahuan baik meningkat dari 26,7% menjadi 90,0%, sedangkan keterampilan dalam melakukan pemeriksaan dan perawatan dasar perahu meningkat dari 33,3% menjadi 86,7%. Tingkat kehadiran peserta mencapai 96,7%, sementara 93,3% peserta menyatakan materi pelatihan sangat bermanfaat dan mudah diterapkan dalam kegiatan melaut sehari-hari. Pendampingan juga menghasilkan penyusunan daftar pemeriksaan (checklist) perawatan berkala yang mulai diterapkan oleh kelompok nelayan sebagai pedoman pemeliharaan perahu. Program ini memberikan dampak positif terhadap peningkatan kapasitas masyarakat dalam menjaga keandalan dan keselamatan operasional perahu melalui penerapan perawatan preventif yang lebih terencana. Dengan demikian, pelatihan dan pendampingan teknis terbukti efektif sebagai upaya pemberdayaan masyarakat pesisir untuk mengurangi risiko kerusakan perahu, meningkatkan keselamatan pelayaran, dan mendukung keberlanjutan aktivitas penangkapan ikan.
Analisis Kerusakan Main Air Compressor Nomor 1 Di Kapal MT. Eleanor I Sifa’ulumuddin; Rodlitul Awwalin; Daryanto
Nusantara Journal of Multidisciplinary Science Vol. 4 No. 1 (2026): NJMS - Agustus 2026
Publisher : PT. Inovasi Teknologi Komputer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Main Air Compressor merupakan mesin bantu yang menyediakan udara bertekanan untuk starting mesin induk, mesin bantu, dan sistem pneumatik di kapal. Kerusakan kompresor dapat menurunkan tekanan udara dan mengganggu operasional kapal. Penelitian ini bertujuan menganalisis faktor penyebab kerusakan Main Air Compressor Nomor 1 di Kapal MT. Eleanor I, dampak yang ditimbulkan, serta upaya perbaikan dan perawatan untuk mencegah kerusakan serupa. Penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pengumpulan data melalui observasi langsung di kamar mesin, wawancara dengan awak kapal bagian mesin, dokumentasi, dan studi pustaka. Analisis dilakukan terhadap kondisi kompresor sebelum kerusakan, mendekati abnormal, saat abnormal, dan setelah overhaul. Hasil penelitian menunjukkan kerusakan terutama terjadi pada katup High Pressure dan Low Pressure berupa keausan dan penumpukan karbon yang menyebabkan kebocoran kompresi. Tekanan udara pada kondisi normal mencapai 29 bar dalam 15 menit, sedangkan saat kerusakan hanya 15 bar. Setelah overhaul melalui pembersihan, perbaikan atau penggantian komponen katup, kompresor mampu mencapai 30 bar dalam 15 menit. Preventive maintenance sesuai Planned Maintenance System, pemeriksaan katup secara berkala, pembersihan endapan karbon, dan penggantian komponen yang rusak diperlukan untuk menjaga keandalan kompresor
Analisis Kebocoran Sea Water Cooling Pump Pada Auxiliary Engine No. 1 Di Kapal KM Sabuk Nusantara 76 Enriko Fahmi Zulfikar; Rodlitul Awwalin; Daryanto
Nusantara Journal of Multidisciplinary Science Vol. 4 No. 1 (2026): NJMS - Agustus 2026
Publisher : PT. Inovasi Teknologi Komputer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kebocoran Sea Water Cooling Pump pada Auxiliary Engine No. 1 di KM Sabuk Nusantara 76 menyebabkan penurunan tekanan aliran air laut dan kenaikan suhu mesin bantu. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi penyebab kebocoran, menganalisis dampaknya terhadap sistem pendinginan dan kinerja Auxiliary Engine No. 1, serta menentukan tindakan perbaikan dan preventive maintenance. Metode yang digunakan adalah studi kasus dengan dukungan data kualitatif dan kuantitatif sederhana yang diperoleh melalui observasi langsung, wawancara dengan Kepala Kamar Mesin dan masinis, dokumentasi, serta analisis engine logbook. Hasil penelitian menunjukkan keausan mechanical seal, kerusakan bearing, korosi dan endapan pada casing serta saluran pompa, potensi misalignment poros, dan preventive maintenance yang belum optimal sebagai faktor penyebab. Tekanan keluaran pompa turun dari 2,5 bar menjadi 1,5 bar dan suhu Auxiliary Engine No. 1 meningkat dari 74°C menjadi 88°C. Perbaikan dilakukan melalui pembongkaran, pembersihan, penggantian mechanical seal dan bearing, pemeriksaan poros dan alignment, perakitan, serta pengujian. Pencegahan memerlukan inspeksi rembesan, pemantauan tekanan, suhu dan getaran, pembersihan strainer, serta preventive maintenance yang terdokumentasi