Sepeda motor bertransmisi otomatis dengan sistem Continuously Variable Transmission (CVT) banyak digunakan karena kemudahan pengoperasian dan kenyamanan berkendara. Salah satu komponen CVT yang berpengaruh terhadap performa kendaraan adalah Roller. Variasi bentuk dan berat Roller memengaruhi besar gaya sentrifugal pada pulley primer sehingga berdampak pada karakteristik akselerasi dan daya mesin. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh variasi bentuk dan berat Roller terhadap akselerasi dan daya mesin pada sepeda motor bertransmisi otomatis 110cc serta menentukan kombinasi Roller yang menghasilkan performa paling optimal. Penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan eksperimen. Variasi yang diuji terdiri atas dua bentuk Roller, yaitu Roller bulat (standar) dan Roller sliding, masing-masing dengan berat 11 gram, 13 gram, dan 15 gram, diuji menggunakan chassis dynamometer pada putaran mesin 5000-8000 rpm. Data akselerasi dan daya dianalisis menggunakan Two Way Analysis of Variance (ANOVA), dilanjutkan uji Tukey Pairwise Comparison dan Response Optimizer menggunakan perangkat lunak Minitab. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bentuk Roller, berat Roller, dan interaksi keduanya berpengaruh signifikan terhadap akselerasi maupun daya mesin (p < 0,05). Uji Tukey menunjukkan Roller sliding 11 gram menghasilkan rata-rata akselerasi tertinggi sebesar 4,29000 m/s², sedangkan Roller sliding 15 gram menghasilkan rata-rata daya tertinggi sebesar 6,61524 HP (secara statistik setara dengan Roller sliding 11 gram sebesar 6,48810 HP). Response Optimizer menetapkan Roller sliding 11 gram pada 6000 rpm sebagai konfigurasi terbaik, dengan prediksi daya 6,8035 HP dan akselerasi 4,8302 m/s², serta nilai Composite Desirability sebesar 0,8335 (83,35%).