Maya Novita Sari
Yogyakarta State University

Published : 9 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 9 Documents
Search

Motivasi Kepala Sekolah dalam Melaksanakan Fungsi Manajemen Kepemimpinan di SD Negeri Kecamatan Tanah Merah Hersaputri Dwi Tirta HR; Maya Novita Sari; Lantip Diat Prasojo
Instructional Development Journal Vol. 9 No. 1 (2026): IDJ
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh motivasi kerja kepala sekolah terhadap pengambilan keputusan dan keberhasilan program sekolah, mengidentifikasi tantangan dalam fungsi manajerial, serta merumuskan strategi peningkatan motivasi kerja. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif yang dilaksanakan di SD Negeri Kecamatan Tanah Merah, Kabupaten Indragiri Hilir. Subjek penelitian meliputi kepala sekolah pelaksana tugas (PLt) dan definitif, dengan informan pendukung guru dan tenaga kependidikan. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi, serta dianalisis menggunakan model Miles, Huberman, dan Saldana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa motivasi kerja kepala sekolah berperan penting dalam mendorong kepemimpinan partisipatif dan menciptakan iklim kerja kolaboratif. Namun, terdapat tantangan berupa beban administratif, keterbatasan kewenangan, dan dinamika kebijakan. Oleh karena itu, diperlukan dukungan sosial, pengembangan kompetensi, serta penguatan budaya kerja kolaboratif untuk meningkatkan efektivitas kepemimpinan.
Tantangan Kepala Sekolah Pasca Regulasi Masa Jabatan dalam Upaya Peningkatan Mutu Profesionalisme Guru Siti Aisyah IDR; Maya Novita Sari; Nurtanio Agus Purwanto
Instructional Development Journal Vol. 9 No. 1 (2026): IDJ
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tantangan yang dihadapi kepala sekolah dalam merancang dan menerapkan kebijakan peningkatan profesionalisme guru, mengidentifikasi cara mengatasi kendala internal dan eksternal, serta mengkaji peran kepala sekolah dalam pengembangan kompetensi guru. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus di SD Kecamatan Batang Tuaka, Kabupaten Indragiri Hilir. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan teknik analisis tematik dengan triangulasi data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepemimpinan kepala sekolah bersifat kolektif dan partisipatif, namun menghadapi tantangan berupa perbedaan kesiapan guru, keterbatasan waktu, serta dinamika kebijakan. Dalam mengatasi kendala, kepala sekolah menerapkan strategi komunikasi, koordinasi, dan dukungan berkelanjutan. Selain itu, kepala sekolah berperan sebagai fasilitator dalam pengembangan kompetensi pedagogik, sosial, dan profesional guru melalui pelatihan, supervisi, dan evaluasi program. Dengan demikian, kepemimpinan kepala sekolah berkontribusi signifikan dalam meningkatkan profesionalisme guru secara berkelanjutan.
Kepemimpinan Transformasional Kepala Sekolah dalam Upaya Peningkatan Mutu Profesionalisme Guru Era Digital di SDN Kecamatan Kateman Ritahuddin; Maya Novita Sari; Nurtanio Agus Purwanto
Instructional Development Journal Vol. 9 No. 1 (2026): IDJ
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pelaksanaan kepemimpinan transformasional kepala sekolah dalam meningkatkan profesionalisme guru di era digital, mengidentifikasi tantangan yang dihadapi guru, serta mengkaji upaya kepala sekolah dalam meningkatkan mutu pembelajaran. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Subjek penelitian meliputi kepala sekolah, guru, dan tenaga kependidikan di Sekolah Dasar Kecamatan Kateman, Kabupaten Indragiri Hilir. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepemimpinan transformasional kepala sekolah telah berjalan melalui keteladanan, motivasi, serta dorongan inovasi dan kolaborasi. Tantangan utama guru meliputi keterbatasan kompetensi teknologi, sarana, waktu, serta rendahnya konsistensi refleksi pembelajaran. Upaya kepala sekolah dilakukan melalui pembinaan, supervisi, fasilitasi teknologi, serta penguatan budaya kolaboratif. Upaya tersebut berdampak positif terhadap peningkatan profesionalisme guru dan kualitas pembelajaran. Dengan demikian, kepemimpinan transformasional kepala sekolah menjadi faktor penting dalam mendorong peningkatan mutu pendidikan di era digital.
Manajemen Technostress Guru dalam Implementasi Pembelajaran Digital di SMP Kecamatan Gaung Anak Serka Kabupaten Indragiri Hilir Atika Diningsih; Lantip Diat Prasojo; Maya Novita Sari
Instructional Development Journal Vol. 9 No. 1 (2026): IDJ
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan teknologi informasi dalam pendidikan mendorong guru untuk mengintegrasikan teknologi dalam proses pembelajaran. Namun, tuntutan tersebut dapat memunculkan technostress, terutama di daerah dengan keterbatasan infrastruktur. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara technostress dan kualitas mengajar guru, mengidentifikasi tantangan penggunaan teknologi, serta mengkaji upaya dalam mengatasinya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus di SMP Kecamatan Gaung Anak Serka, Kabupaten Indragiri Hilir. Data dikumpulkan melalui wawancara dengan guru, kepala sekolah, dan tenaga IT, kemudian dianalisis menggunakan teknik reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa technostress muncul akibat meningkatnya tuntutan penggunaan teknologi, keterbatasan infrastruktur, serta rendahnya kompetensi digital guru. Technostress berdampak pada penurunan kualitas mengajar, namun juga mendorong kreativitas dalam pembelajaran. Upaya yang dilakukan meliputi adaptasi mandiri guru, dukungan sekolah, serta bantuan teknis, meskipun belum optimal. Penelitian ini menegaskan pentingnya keseimbangan antara tuntutan teknologi dan dukungan sumber daya dalam meningkatkan kualitas pembelajaran.
Principal Instructional Leadership and the Reflective Culture of Elementary School Teachers in Batam Priyanti Meinati Wulandari; Maya Novita Sari
Journal of Education and Teaching Learning Vol.4 No.1 July (2026)
Publisher : PT MEDIA JURNAL DAN PENDIDIKAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59211/mjpjetl.v4i1.188

Abstract

This study analyzed the instructional leadership of school principals in strengthening teachers' reflective culture in public elementary schools in Sagulung District, Batam City. The study used a qualitative phenomenological approach. Data were collected through interviews, observations, and documentation involving principals and teachers selected purposively. The data were analyzed through condensation, data display, and conclusion drawing with verification. Credibility was strengthened through source and technique triangulation. The findings show that principals strengthened learning quality by formulating a data-based learning vision, conducting academic supervision, providing feedback, and building collaborative forums. However, teachers' reflection had not yet become a systematic school culture. The main constraints were uneven awareness of reflective practice, limited time due to teaching and administrative workloads, and the absence of structured instruments for documenting and following up reflection. The study concludes that instructional leadership becomes more effective when supervision is linked with collegial reflection, teacher learning communities, and measurable follow-up plans
Digital Academic Supervision Transformation to Improve Teacher Efficacy and Performance at SMAN 1 Bagan Sinembah Nurul Hardianti Hasibuan; Maya Novita Sari
Journal of Education and Teaching Learning Vol.4 No.1 July (2026)
Publisher : PT MEDIA JURNAL DAN PENDIDIKAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59211/mjpjetl.v4i1.189

Abstract

Digital transformation has changed the way principals conduct academic supervision and has created new opportunities for data-informed teacher development. This study examined the transformation of principal academic supervision in improving teacher efficacy and performance in the digital era at SMAN 1 Bagan Sinembah. A qualitative case study design was applied from February to May 2026. Data were collected through semi-structured interviews with the principal, vice principals, teachers, and a school supervisor, participatory observation of supervision activities, and documentation of supervision policies, instruments, and follow-up programs. The data were analyzed using the interactive model of reduction, display, and conclusion verification, while credibility was strengthened through source triangulation, technique triangulation, and member checking. The findings show that digital supervision was transformed through data-based planning, classroom observation using digital instruments, integrated performance evaluation, and individualized mentoring. This transformation strengthened teachers' confidence in managing instruction, increased their willingness to use learning technology, and improved lesson planning, classroom implementation, assessment practices, and reflective collaboration. The study concludes that digital academic supervision works effectively when technology use is accompanied by collaborative leadership, constructive feedback, and continuous professional support
Transformational Leadership of the Principal in Achieving Success in the National Selection Based on Achievement Setyawati; Maya Novita Sari
Journal of Education and Teaching Learning Vol.4 No.1 July (2026)
Publisher : PT MEDIA JURNAL DAN PENDIDIKAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59211/mjpjetl.v4i1.190

Abstract

This study explores the role of transformational leadership in supporting the success of the National Selection Based on Achievement (SNBP) at SMAN 1 Bagan Sinembah, Rokan Hilir Regency. Using a qualitative case study design, data were collected through in-depth interviews, participant observation, and document study involving school leaders, curriculum staff, quality assurance personnel, teachers, and alumni. The findings show that the principal's transformational leadership was manifested through inspirational motivation, individualized consideration, and intellectual stimulation. Strategic practices included strengthening a shared vision, longitudinal analysis of student achievement, early class-package planning, layered PDSS verification, holiday tutoring, and data-based study-program rationalization. SNBP graduation increased from 11 students in 2018/2019 to 61 students in 2021/2022 and remained the highest at the regency level despite policy changes. The study concludes that transformational leadership can act as a catalyst for collective self-efficacy and school competitiveness when supported by systematic data management and collaborative teamwork.
The Implementation of Learning Community Culture as a Strategy to Accelerate Differentiated Deep Learning Intan Juliana Tombeg; Maya Novita Sari
Journal of Education and Teaching Learning Vol.4 No.1 July (2026)
Publisher : PT MEDIA JURNAL DAN PENDIDIKAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59211/mjpjetl.v4i1.193

Abstract

This study examined how Learning Community (Komunitas Belajar/KomBel) culture at SMAN 1 Bagan Sinembah contributed to accelerating differentiated deep learning. The study was motivated by the PLC Lite phenomenon, in which learning community activities were conducted formally but had not yet produced meaningful professional collaboration among teachers. A qualitative approach with a single embedded case study design was employed. Data were collected through participatory observation, semi-structured in-depth interviews, and document analysis involving teachers, the KomBel coordinator, and the principal selected purposively. Data were analyzed using Miles, Huberman, and Saldana's interactive thematic model. The findings show that KomBel functions as a trust-based professional learning ecosystem through reflective collaboration, student data utilization, and co-creation of differentiated teaching materials. Differentiated instruction produced multidimensional effects on students, especially affective gains such as self-confidence and intrinsic motivation before cognitive improvement. The sustainability of KomBel requires both systemic institutional support and an authentic collaborative culture
Analysis of the Evaluation Results of Deep Learning Training for Elementary School Teachers in Pekanbaru City Using the Kirkpatrick Level 1 and Level 2 Model Kartika Ambarrhani; Maya Novita Sari
Jurnal PAJAR (Pendidikan dan Pengajaran) Vol. 10 No. 3 (2026): May
Publisher : Laboratorium Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33578/pjr.v10i3.1563

Abstract

This study evaluates the effectiveness of the Deep Learning training program for elementary school teachers in Pekanbaru City using the Kirkpatrick Evaluation Model, specifically Level 1 (Reaction) and Level 2 (Learning). Using a descriptive-evaluative qualitative approach, data were collected through in-depth interviews, classroom observations, and document analysis with 16 teachers from 8 elementary schools. School principals, facilitators, and staff members from the Balai Guru dan Tenaga Kependidikan Provinsi Riau served as supporting informants to strengthen data triangulation. At Level 1, all dimensions of participants' reactions were categorized as good to very good, with the highest levels of satisfaction associated with facilitator competence and participant motivation. At Level 2, participants demonstrated a significant improvement in their understanding of the philosophies of mindful, meaningful, and joyful learning, as well as the four holistic dimensions. Nevertheless, the competencies of Critical Thinking and Creativity within the 6C framework remained susceptible to oversimplified interpretation. Overall, classroom observations revealed a measurable shift from a transmissive to a more facilitative approach to teaching and learning.