Defi Syazana Nadhira
Universitas Negeri Padang

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

KONFORMITAS TEMAN SEBAYA SEBAGAI MEDIATOR PENGARUH PELEPASAN MORAL TERHADAP PERUNDUNGAN SIBER PADA REMAJA AWAL DI KOTA PADANG Defi Syazana Nadhira; Izzanil Hidayati
PAEDAGOGY : Jurnal Ilmu Pendidikan dan Psikologi Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/paedagogy.v6i3.13866

Abstract

Cyberbullying remains a concern among adolescents because it is associated with adverse psychological and social consequences. Moral disengagement is a cognitive factor associated with cyberbullying, whereas peer conformity may encourage adolescents to adopt group behavior. However, studies integrating these three variables into a mediation model, particularly among Indonesian adolescents, remain limited. This study examined the relationship between moral disengagement and cyberbullying through peer conformity among early adolescents in Padang City. A quantitative approach with a cross-sectional explanatory design was employed. The participants were 218 early adolescents selected using incidental sampling. Data were collected using self-report measures of cyberbullying, moral disengagement, and peer conformity. The data were analyzed using PROCESS Macro Model 4 in SPSS with a bootstrapping procedure. The findings showed that moral disengagement was positively associated with and statistically predicted both peer conformity and cyberbullying. Peer conformity was also positively associated with and statistically predicted cyberbullying. Furthermore, peer conformity partially mediated the relationship between moral disengagement and cyberbullying. These findings highlight the importance of considering both cognitive and social factors when understanding cyberbullying among adolescents. Nevertheless, the findings should be interpreted cautiously because of the use of incidental sampling, self-report data, and a cross-sectional design. ABSTRAK Cyberbullying masih menjadi permasalahan pada remaja karena berkaitan dengan berbagai konsekuensi negatif terhadap kondisi psikologis dan hubungan sosial. Moral disengagement merupakan faktor kognitif yang berkaitan dengan cyberbullying, sedangkan konformitas teman sebaya dapat mendorong remaja mengikuti perilaku kelompok. Namun, penelitian yang menguji ketiga variabel tersebut secara terpadu dalam model mediasi, khususnya pada remaja di Indonesia, masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan moral disengagement dengan cyberbullying melalui konformitas teman sebaya pada remaja awal di Kota Padang. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain eksplanatori cross-sectional yang melibatkan 218 remaja awal yang dipilih menggunakan teknik incidental sampling. Data dikumpulkan melalui instrumen laporan diri yang mengukur cyberbullying, moral disengagement, dan konformitas teman sebaya. Data dianalisis menggunakan PROCESS Macro Model 4 pada SPSS dengan teknik bootstrapping. Hasil penelitian menunjukkan bahwa moral disengagement berhubungan positif dan memprediksi secara statistik konformitas teman sebaya serta cyberbullying. Konformitas teman sebaya juga berhubungan positif dan memprediksi secara statistik cyberbullying. Selain itu, konformitas teman sebaya terbukti memediasi secara parsial hubungan antara moral disengagement dan cyberbullying. Temuan ini menunjukkan pentingnya mempertimbangkan faktor kognitif dan sosial dalam memahami cyberbullying pada remaja. Namun, generalisasi dan interpretasi temuan perlu dilakukan secara hati-hati karena penggunaan incidental sampling, data laporan diri, dan desain cross-sectional.