Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pemberdayaan Masyarakat melalui Pelatihan Pembuatan Serbuk Herbal Kunyit di Desa Adat Jelekungkang, Bangli Ni Ketut Ayu Juliasih; I Nyoman Arsana; Anak Agung Komang Suardana; I Made Sumarya; I Putu Sudiartawan; Ni Luh Gede Sudaryati; Anak Agung Ayu Sauca Sunia Widyantari; I Wayan Wahyudi; Putu Lakustini Cahyaningrum; Sang Ayu Made Yuliari
Bima Abdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 3 (2026): Bima Abdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Yayasan Pendidikan Bima Berilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53299/ba-jpm.v6i3.4270

Abstract

Pengabdian kepada masyarakat berbasis pemanfaatan potensi lokal menjadi salah satu pendekatan yang efektif dalam meningkatkan kapasitas masyarakat melalui pengenalan keterampilan praktis yang relevan dengan kondisi lingkungan setempat. Desa Adat Jelekungkang yang berada dalam wilayah Desa Dinas Tamanbali, Kecamatan Bangli, memiliki ketersediaan tanaman herbal yang cukup melimpah, namun pemanfaatannya masih terbatas pada penggunaan tradisional sederhana. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam pengolahan kunyit (Curcuma longa) menjadi serbuk herbal yang praktis dan higienis. Kegiatan dilaksanakan menggunakan pendekatan partisipatif dengan melibatkan bendesa adat, perangkat adat, tokoh masyarakat, serta kelompok ibu-ibu Paiketan Krama Istri (PAKIS), dengan jumlah peserta sebanyak 20 orang yang ditentukan dengan teknik purposive sampling. Metode pelaksanaan terdiri atas tahap persiapan, pelaksanaan pelatihan, dan evaluasi. Pelatihan dilakukan melalui penyampaian materi, demonstrasi, dan praktik langsung pembuatan serbuk herbal kunyit. Evaluasi dilakukan menggunakan instrumen pre-test dan post-test berupa 10 pertanyaan pilihan ganda untuk mengukur perubahan pengetahuan peserta. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan rata-rata pengetahuan peserta dari 61% pada pre-test menjadi 89,5% pada post-test. Peningkatan juga terlihat pada seluruh indikator pertanyaan, terutama pada aspek teknis pengolahan kunyit, seperti proses ekstraksi, pemasakan, dan pengemasan produk. Temuan ini menunjukkan bahwa metode pelatihan berbasis praktik langsung efektif dalam meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap pemanfaatan tanaman herbal lokal. Kegiatan ini memberikan kontribusi dalam memperkuat pengetahuan dan keterampilan masyarakat mengenai pengolahan bahan herbal berbasis sumber daya lokal. Kegiatan serupa dapat direplikasi pada komunitas lain dengan karakteristik sosial dan sumber daya lokal yang sebanding, sebagai bagian dari upaya pemberdayaan masyarakat yang berkelanjutan.
PENGARUH UKURAN TUBUH TERHADAP WAKTU KEMATIAN ANGGANG-ANGGANG (Gerris marginatus) BERDASARKAN VARIASI POLUTAN DETERGEN DAN PEWARNA KAIN SINTETIS I K. Putra Juliantara; I Gusti Putu Agus Ferry Sutrisna Putra; Ni Made Suartini; I Wayan Wahyudi
Emasains : Jurnal Edukasi Matematika dan Sains Vol. 15 No. 2 (2026): Juli 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika dan Pendidikan Biologi Universitas PGRI Mahadewa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59672/emasains.v15i2.6633

Abstract

Sampai saat ini, penelitian tentang pemanfaatan anggang-anggang sebagai bioindikator terhadap pencemaran di perairan tawar yang disebabkan oleh polutan dari detergen dan pewarna kain sintetis secara komperehensif, kaitannya dengan pengaruh ukuran tubuh anggang-anggang dan waktu kematiannya belum dilakukan. Anggang-anggang (makro-invertebrata) dapat dimanfaatkan sebagai bioindikator pencemaran yang berperan sebagai gejala awal (early warning) terhadap perubahan lingkungan akibat berbagai aktivitas manusia, seperti: industri tekstil, pertanian, perumahan, dan pariwisata. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh ukuran tubuh terhadap waktu kematian anggang-anggang (Gerris marginatus) berdasarkan variasi polutan detergen dan pewarna kain sintetis. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental menggunakan rancangan perlakuan faktorial 4x4 sehingga terdapat 16 perlakuan. Terdapat 3 kelompok anggang-anggang dalam penelitian ini yaitu kelompok 1 dengan ukuran 0,7-1,13 cm, kelompok 2 dengan ukuran 1,14-1,57 cm dan kelompok 3 dengan ukuran 1,58- 2,0 cm. Rancangan percobaan yang digunakan adalah RAL (Rancangan Acak Lengkap) dengan tiga ulangan sehingga diperoleh 48 unit penelitian (4x4x3). Pengaruh interaksi terjadi antara ukuran tubuh, detergen, dan pewarna kain sintetis (P<0,05). Selain itu, perbedaan waktu kematian secara nyata juga terjadi jika hanya diperlakukan dengan perbedaan ukuran tubuh (P<0,05), konsentrasi detergen (P<0,05) atau konsentrasi pewarna kain sintetis (P<0,05). Waktu kematian anggang-anggang secara nyata terjadi jika hanya diperlakukan dengan perbedaan ukuran tubuh, konsentrasi detergen, atau konsentrasi pewarna kain sintetis serta terjadi interaksi antara ukuran tubuh, konsentrasi detergen, dan konsentrasi pewarna kain sintetis. Selain itu, semakin besar ukuran tubuh anggang-anggang, semakin lama waktu kematian anggang-anggang.