Sampai saat ini, penelitian tentang pemanfaatan anggang-anggang sebagai bioindikator terhadap pencemaran di perairan tawar yang disebabkan oleh polutan dari detergen dan pewarna kain sintetis secara komperehensif, kaitannya dengan pengaruh ukuran tubuh anggang-anggang dan waktu kematiannya belum dilakukan. Anggang-anggang (makro-invertebrata) dapat dimanfaatkan sebagai bioindikator pencemaran yang berperan sebagai gejala awal (early warning) terhadap perubahan lingkungan akibat berbagai aktivitas manusia, seperti: industri tekstil, pertanian, perumahan, dan pariwisata. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh ukuran tubuh terhadap waktu kematian anggang-anggang (Gerris marginatus) berdasarkan variasi polutan detergen dan pewarna kain sintetis. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental menggunakan rancangan perlakuan faktorial 4x4 sehingga terdapat 16 perlakuan. Terdapat 3 kelompok anggang-anggang dalam penelitian ini yaitu kelompok 1 dengan ukuran 0,7-1,13 cm, kelompok 2 dengan ukuran 1,14-1,57 cm dan kelompok 3 dengan ukuran 1,58- 2,0 cm. Rancangan percobaan yang digunakan adalah RAL (Rancangan Acak Lengkap) dengan tiga ulangan sehingga diperoleh 48 unit penelitian (4x4x3). Pengaruh interaksi terjadi antara ukuran tubuh, detergen, dan pewarna kain sintetis (P<0,05). Selain itu, perbedaan waktu kematian secara nyata juga terjadi jika hanya diperlakukan dengan perbedaan ukuran tubuh (P<0,05), konsentrasi detergen (P<0,05) atau konsentrasi pewarna kain sintetis (P<0,05). Waktu kematian anggang-anggang secara nyata terjadi jika hanya diperlakukan dengan perbedaan ukuran tubuh, konsentrasi detergen, atau konsentrasi pewarna kain sintetis serta terjadi interaksi antara ukuran tubuh, konsentrasi detergen, dan konsentrasi pewarna kain sintetis. Selain itu, semakin besar ukuran tubuh anggang-anggang, semakin lama waktu kematian anggang-anggang.