Aftina Ni`'Ma Rosyada
Universitas Negeri Malang

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Penguatan Profesionalisme Guru BK dan UKS melalui Program PPG sebagai Upaya Preventif Pencegahan Penularan HIV/AIDS Pada Remaja Nunung Nurjanah; Lismi Animatul Chisbiyah; Widiyanti Widiyanti; Muhammad Idris Effendi; Dhea Arin Maulida; Aftina Ni`'Ma Rosyada; Lutfi Subekti
Bima Abdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 3 (2026): Bima Abdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Yayasan Pendidikan Bima Berilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53299/ba-jpm.v6i3.5096

Abstract

Program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini bertujuan untuk meningkatkan profesionalisme guru Bimbingan dan Konseling (BK) dan pengelola Unit Kesehatan Sekolah (UKS) dalam edukasi preventif HIV/AIDS melalui pendekatan Program Pendidikan Profesi Guru (PPG), serta meningkatkan literasi kesehatan reproduksi dan pemahaman HIV/AIDS pada siswa SMAN 1 Gurah Kediri. Kegiatan dilaksanakan melalui tahapan observasi dan identifikasi kebutuhan, Focus Group Discussion (FGD), pendekatan sosial dengan pihak sekolah, pelatihan penguatan profesionalisme guru BK dan UKS, edukasi preventif HIV/AIDS bagi siswa, kampanye literasi kesehatan, serta monitoring dan evaluasi program. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan kompetensi guru BK dan UKS secara signifikan, dengan rata-rata skor pre-test sebesar 50,9 meningkat menjadi 83,7 pada post-test (gain 64,4%). Literasi kesehatan siswa juga mengalami peningkatan signifikan dari rata-rata 40,0 menjadi 77,0 (gain 92,5%). Program ini berhasil mengembangkan modul edukasi preventif HIV/AIDS dan media edukasi digital yang dapat digunakan secara berkelanjutan, serta membangun sistem layanan preventif terintegrasi BK–UKS berbasis sekolah. Temuan ini menunjukkan bahwa penguatan profesionalisme guru berbasis PPG secara signifikan berkontribusi pada efektivitas program pencegahan HIV/AIDS di lingkungan sekolah dan mendukung pencapaian SDGs, khususnya SDG 3, SDG 4, dan SDG 17.
Pemberdayaan Konselor Sebaya melalui Edukasi Interpersonal untuk Mengatasi Permasalahan Sosial Remaja di SMA Negeri 1 Gurah Lismi Animatul Chisbiyah; Nunung Nurjanah; Widiyanti Widiyanti; Muhammad Idris Effendi; Dhea Arin Maulida; Aftina Ni`'Ma Rosyada; Lutfi Subekti
Bima Abdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 3 (2026): Bima Abdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Yayasan Pendidikan Bima Berilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53299/ba-jpm.v6i3.5097

Abstract

Artikel ini menyajikan hasil kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) yang dilaksanakan di SMAN 1 Gurah Kediri dengan sasaran utama guru Bimbingan dan Konseling (BK), pengurus dan anggota Pusat Informasi dan Konseling Remaja (PIK-R), serta konselor sebaya. Survei awal menunjukkan bahwa sekitar 40% siswa mengalami stres dan kecemasan, sementara 25% mengalami tekanan emosional yang memengaruhi proses belajar dan hubungan sosial. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kapasitas konselor sebaya dalam komunikasi interpersonal dan konseling dasar, mengembangkan sistem mentoring terstruktur antara guru BK dan konselor sebaya, mengurangi stigma terhadap layanan konseling, serta memperkuat sistem dukungan sosial sekolah. Metode yang digunakan meliputi analisis kebutuhan, penyusunan modul pelatihan, pelatihan edukasi interpersonal, pendampingan mentoring, kampanye edukasi, serta monitoring dan evaluasi. Hasil program menunjukkan peningkatan rata-rata kompetensi konselor sebaya sebesar 44,4% berdasarkan hasil pre-test dan post-test, dengan peningkatan tertinggi pada penanganan krisis ringan (51,7%). Persepsi positif siswa terhadap layanan konseling meningkat signifikan, ditandai dengan kenaikan kesediaan mengunjungi ruang BK dari 34,2% menjadi 71,8%. Program ini berkontribusi pada pencapaian SDGs 3 (Kesehatan yang Baik), SDGs 4 (Pendidikan Berkualitas), dan SDGs 17 (Kemitraan untuk Tujuan), serta menghasilkan modul pelatihan dan panduan mentoring yang dapat direplikasi di sekolah lain.