Claim Missing Document
Check
Articles

Found 11 Documents
Search

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STUDENT TEAMS – ACHIEVEMENT DIVISION (STAD) UNTUK MENINGKATAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS DAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATERI SISTEM AIR CONDITIONING (AC) KELAS XII TKRO SMK N 1 KEDIRI Muhammad Idris Effendi; Sumarli Sumarli; Partono Partono
Jurnal Teknik Otomotif : Kajian Keilmuan dan Pengajaran Vol 6, No 2 (2022)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um074v6i22022p41-50

Abstract

Target dari penelitian ini adalah untuk mengetahui  (1) kemampuan berpikir kritis dan hasil belajar siswa sebelum diberikan perlakuan, (2) kemampuan berpikir kritis dan hasil belajar siswa setelah diberikan penerapan model pembelajaran Kooperatif Tipe Students Teams  Achievement Division (STAD)  pada siklus ke-1, (3) kemampuan berpikir kritis dan hasil belajar siswa setelah diberikan perlakuan model pembelajaran Kooperatif Tipe STAD pada siklus ke-2 (4) peningkatan kemampuan berpikir kritis dan hasil belajar siswa dari sebelum perlakuan, saat setelah siklus ke-1 dan setelah siklus ke-2 pada materi sistem Air Conditioning (AC) kelas XII-TKRO 1 di SMK Negeri 1 Kediri. Metode penelitian yang digunakan adalah tindakan kelas (PTK). Hasil dan pembahasan pada penelitian ini mengarahkan pada suatu kesimpulan bahwa (1) kemampuan berpikir kritis dan hasil belajar siswa pada mata pelajaran pemeliharaan kelistrikan kendaraan ringan sebelum perlakuan masih tergolong rendah; (2) kemampuan berpikir kritis dan hasil belajar siswa setelah diberikan tindakan pada siklus ke-1 mengalami peningkatan dari kemampuan awal, namun belum memenuhi syarat; (3) kemampuan berpikir kritis dan hasil belajar siswa setelah diberikan tindakan pada siklus ke-2 mengalami peningkatan dari siklus sebelumnya; (4) dari sebelum perlakuan, setelah siklus ke-1 sampai siklus ke-2 kemampuan berpikir kritis dan hasil belajar  siswa dalam mata pelajaran pemeliharaan kelistrikan kendaraan ringan khususnya materi sistem AC mengalami peningkatan yang cukup signifikan.
Pengembangan Media Pembelajaran Slamettica dalam Materi Berperilaku Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) pada Mata Pelajaran Dasar-Dasar Teknik Ketenaga Listrikan Siswa SMK Agung Priyadi; Fadliyanti Firdausia; Muhammad Idris Effendi
Didaktika: Jurnal Kependidikan Vol. 13 No. 4 Nopember (2024): Didaktika Jurnal Kependidikan
Publisher : South Sulawesi Education Development (SSED)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58230/27454312.1094

Abstract

Penelitian ini mengembangkan media pembelajaran berupa game edukasi visual novel "Slamettica" untuk meningkatkan minat belajar siswa pada mata pelajaran Pekerjaan Dasar Elektromekanik, khususnya materi Berperilaku Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3). Metode yang digunakan adalah model ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation, and Evaluation). Analisis menunjukkan siswa kurang termotivasi dan berkonsentrasi dalam pembelajaran. Game ini, dengan elemen cerita dan gameplay interaktif, diuji validitasnya oleh ahli dan menunjukkan hasil sangat layak dengan skor 94% untuk materi dan 92,3% untuk media. Implementasi di SMK Negeri 6 Malang menunjukkan game ini efektif meningkatkan minat dan keterlibatan siswa, membantu memahami teori K3 dan penerapan praktik K3 di kelas dan tempat kerja. Media pembelajaran ini dapat ditingkatkan dengan evaluasi berkala, teknologi terbaru, dan pelatihan pendidik untuk memaksimalkan manfaatnya.
Peran Technological Pedagogical Content Knowledge (TPACK) terhadap Ketercapaian 4C Skills (Critical Thinking, Creative Thinking, Collaboration, and Communication) Siswa SMK Muhammad Idris Effendi; Hakkun Elmunsyah; Widiyanti Widiyanti
Didaktika: Jurnal Kependidikan Vol. 13 No. 001 Desemb (2024): Didaktika: Jurnal Kependidikan (Special Issue 2024)
Publisher : South Sulawesi Education Development (SSED)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58230/27454312.1677

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran Technological Pedagogical Content Knowledge (TPACK) dalam meningkatkan ketercapaian keterampilan abad ke-21 (4C Skills), yaitu Critical Thinking, Creative Thinking, Collaboration, dan Communication, pada siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK). Metode yang digunakan adalah Systematic Literature Review (SLR) yang melibatkan analisis komprehensif terhadap berbagai studi yang relevan dalam 10 tahun terakhir. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan TPACK dalam pembelajaran berbasis proyek, desain kreatif, dan model pembelajaran kooperatif secara signifikan meningkatkan kemampuan berpikir kritis, berpikir kreatif, kolaborasi, dan komunikasi siswa. Faktor utama keberhasilan penerapan TPACK meliputi integrasi teknologi dengan pedagogi dan konten yang dirancang untuk mendorong keterlibatan siswa dalam pembelajaran yang mendalam dan relevan. Studi ini menyimpulkan bahwa TPACK adalah kerangka konseptual yang efektif untuk mengembangkan keterampilan abad ke-21 siswa, dengan implikasi praktis bagi guru dan pemangku kepentingan dalam mendesain program pembelajaran yang inovatif.
Integrating Technology in English Language Teaching: A Study on Teachers' Digital Competencies Lailatul Nurjanah; Bambang Yudi Cahyono; Nunung Suryati; Muhammad Idris Effendi
Didaktika: Jurnal Kependidikan Vol. 14 No. 3 Agustus (2025): Didaktika Jurnal Kependidikan
Publisher : South Sulawesi Education Development (SSED)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58230/27454312.2073

Abstract

The integration of technology in English Language Teaching (ELT) has emerged as a critical component of modern education, offering innovative tools to enhance learning experiences. This study aimed to explore the role of technology in ELT by examining teachers' digital competencies through a systematic review of 45 peer-reviewed articles published in the last decade. The research identifies key technologies utilized in ELT, such as online learning platforms, language learning applications, and interactive media, highlighting their advantages and challenges. The findings reveal significant variations in teachers' digital competencies, categorized as high, moderate, or low, with the majority requiring additional training to utilize digital tools effectively. Factors influencing technology adoption, including institutional support and teachers' attitudes, were also analyzed. However, the study underscores gaps in the literature, such as the absence of standardized frameworks for assessing digital competencies, limited research on the long-term impact of technology on learning outcomes, and insufficient attention to challenges faced by educators in developing countries. These findings emphasize the need for targeted professional development programs and robust infrastructure to bridge the digital competency gap. While advancing scientific knowledge on technology integration in ELT, the study acknowledges limitations related to geographic focus and reliance on secondary data. Future research should expand to diverse contexts and explore emerging technologies to enhance ELT practices globally.
Sistem Manajemen Kompetensi Keahlian Teknik Kendaraan Ringan: Studi di SMK Kartanegara Wates Kediri Mega Pramudya Wardani; Widiyanti Widiyanti; Yoto Yoto; Muhammad Idris Effendi
Didaktika: Jurnal Kependidikan Vol. 14 No. 3 Agustus (2025): Didaktika Jurnal Kependidikan
Publisher : South Sulawesi Education Development (SSED)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58230/27454312.2280

Abstract

Sistem Manajemen Kompetensi Keahlian Teknik Kendaraan Ringan merupakan sebuah platform yang dirancang untuk mengelola, mengukur, dan meningkatkan kompetensi individu di bidang teknik kendaraan ringan. Sistem ini bertujuan untuk mempermudah proses identifikasi kebutuhan pelatihan, penilaian kompetensi, serta pemetaan kemampuan sesuai standar industri. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, dengan peneliti sebagai instrumen kunci dan data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, serta studi dokumentasi. Analisis data dilakukan menggunakan model interaktif Miles dan Huberman yang mencakup tahap pengumpulan, reduksi, penyajian, serta penarikan kesimpulan, dengan keabsahan data dijaga melalui triangulasi metode dan sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem ini dapat meningkatkan efisiensi pengelolaan data kompetensi, mempercepat proses penilaian, dan memberikan rekomendasi pelatihan yang relevan. Dengan demikian, sistem ini menjadi solusi strategis untuk mendukung pengembangan sumber daya manusia di bidang teknik kendaraan ringan secara berkelanjutan.
Penguatan Profesionalisme Guru BK dan UKS melalui Program PPG sebagai Upaya Preventif Pencegahan Penularan HIV/AIDS Pada Remaja Nunung Nurjanah; Lismi Animatul Chisbiyah; Widiyanti Widiyanti; Muhammad Idris Effendi; Dhea Arin Maulida; Aftina Ni`'Ma Rosyada; Lutfi Subekti
Bima Abdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 3 (2026): Bima Abdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Yayasan Pendidikan Bima Berilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53299/ba-jpm.v6i3.5096

Abstract

Program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini bertujuan untuk meningkatkan profesionalisme guru Bimbingan dan Konseling (BK) dan pengelola Unit Kesehatan Sekolah (UKS) dalam edukasi preventif HIV/AIDS melalui pendekatan Program Pendidikan Profesi Guru (PPG), serta meningkatkan literasi kesehatan reproduksi dan pemahaman HIV/AIDS pada siswa SMAN 1 Gurah Kediri. Kegiatan dilaksanakan melalui tahapan observasi dan identifikasi kebutuhan, Focus Group Discussion (FGD), pendekatan sosial dengan pihak sekolah, pelatihan penguatan profesionalisme guru BK dan UKS, edukasi preventif HIV/AIDS bagi siswa, kampanye literasi kesehatan, serta monitoring dan evaluasi program. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan kompetensi guru BK dan UKS secara signifikan, dengan rata-rata skor pre-test sebesar 50,9 meningkat menjadi 83,7 pada post-test (gain 64,4%). Literasi kesehatan siswa juga mengalami peningkatan signifikan dari rata-rata 40,0 menjadi 77,0 (gain 92,5%). Program ini berhasil mengembangkan modul edukasi preventif HIV/AIDS dan media edukasi digital yang dapat digunakan secara berkelanjutan, serta membangun sistem layanan preventif terintegrasi BK–UKS berbasis sekolah. Temuan ini menunjukkan bahwa penguatan profesionalisme guru berbasis PPG secara signifikan berkontribusi pada efektivitas program pencegahan HIV/AIDS di lingkungan sekolah dan mendukung pencapaian SDGs, khususnya SDG 3, SDG 4, dan SDG 17.
Pemberdayaan Konselor Sebaya melalui Edukasi Interpersonal untuk Mengatasi Permasalahan Sosial Remaja di SMA Negeri 1 Gurah Lismi Animatul Chisbiyah; Nunung Nurjanah; Widiyanti Widiyanti; Muhammad Idris Effendi; Dhea Arin Maulida; Aftina Ni`'Ma Rosyada; Lutfi Subekti
Bima Abdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 3 (2026): Bima Abdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Yayasan Pendidikan Bima Berilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53299/ba-jpm.v6i3.5097

Abstract

Artikel ini menyajikan hasil kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) yang dilaksanakan di SMAN 1 Gurah Kediri dengan sasaran utama guru Bimbingan dan Konseling (BK), pengurus dan anggota Pusat Informasi dan Konseling Remaja (PIK-R), serta konselor sebaya. Survei awal menunjukkan bahwa sekitar 40% siswa mengalami stres dan kecemasan, sementara 25% mengalami tekanan emosional yang memengaruhi proses belajar dan hubungan sosial. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kapasitas konselor sebaya dalam komunikasi interpersonal dan konseling dasar, mengembangkan sistem mentoring terstruktur antara guru BK dan konselor sebaya, mengurangi stigma terhadap layanan konseling, serta memperkuat sistem dukungan sosial sekolah. Metode yang digunakan meliputi analisis kebutuhan, penyusunan modul pelatihan, pelatihan edukasi interpersonal, pendampingan mentoring, kampanye edukasi, serta monitoring dan evaluasi. Hasil program menunjukkan peningkatan rata-rata kompetensi konselor sebaya sebesar 44,4% berdasarkan hasil pre-test dan post-test, dengan peningkatan tertinggi pada penanganan krisis ringan (51,7%). Persepsi positif siswa terhadap layanan konseling meningkat signifikan, ditandai dengan kenaikan kesediaan mengunjungi ruang BK dari 34,2% menjadi 71,8%. Program ini berkontribusi pada pencapaian SDGs 3 (Kesehatan yang Baik), SDGs 4 (Pendidikan Berkualitas), dan SDGs 17 (Kemitraan untuk Tujuan), serta menghasilkan modul pelatihan dan panduan mentoring yang dapat direplikasi di sekolah lain.
Developing Human Expertise Through Training and Development: Lesson form Japan and Indonesia Muhammad Idris Effendi; Syamsul Hadi; R. Machmud Sugandi; Fadliyanti Firdausia
KIRYOKU Vol 10, No 2 (2026): Kiryoku: Jurnal Studi Kejepangan (On Progress)
Publisher : Vocational College of Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/kiryoku.v10i2.518-532

Abstract

This study aims to analyze and compare human expertise development models through Human Resource Development (HRD) and Technical and Vocational Education and Training (TVET) systems in Japan and Indonesia. The study focuses on understanding how institutional, cultural, and technological factors shape expertise formation across different contexts. A Systematic Literature Review (SLR) approach based on the PRISMA framework was employed to synthesize relevant peer-reviewed studies published between 2020 and 2025. The analysis was conducted using thematic synthesis to identify key patterns, dimensions, and relationships in human expertise development. The findings reveal that Japan represents a mature, firm-centered model characterized by experiential learning, continuous improvement (Kaizen), and socially embedded workplace training (shokuba gakushu), enabling incremental and long-term expertise accumulation. In contrast, Indonesia reflects a developing, system-oriented model, where expertise development depends on policy-driven initiatives, institutional alignment, and efforts to strengthen education–industry linkages through TVET reforms. The study also finds that digital transformation, organizational learning culture, and cross-sector collaboration play a critical role in shaping adaptive and sustainable human resource development systems across both contexts. The study concludes that effective human expertise development requires a hybrid approach that integrates experiential learning, competency-based systems, and digital transformation. Such an integrative model is essential for addressing the challenges of Industry 4.0, reducing skill mismatches, and enhancing workforce adaptability and long-term employability in diverse institutional settings.
Inovasi Smart Banana Flour Tech dan Strategi Pemasaran Digital untuk Pemberdayaan UMKM Wardah Maharani Nunung Nurjanah; Waras Kamdi; Thomas Suseco; Muhammad Idris Effendi; Siti Mutmainnah; Venny Anggraeni
CARADDE: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 8 No. 2 (2025): Desember
Publisher : Ilin Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31960/caradde.v8i2.3150

Abstract

Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk memberdayakan UMKM Wardah Maharani di Desa Sumberejo, Kabupaten Malang melalui penerapan inovasi teknologi pengolahan limbah pisang dan strategi pemasaran digital. Metode pelaksanaan dilakukan dalam dua tahap, yaitu pelatihan penggunaan Teknologi Smart Banana Flour Tech untuk mengolah limbah potongan pisang menjadi tepung serta pelatihan strategi pemasaran digital melalui pemanfaatan platform daring. Peserta kegiatan berjumlah lima belas karyawan UMKM yang mengikuti seluruh tahapan pelatihan secara aktif. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa mesin pengering otomatis mampu mengurangi waktu pengeringan dari dua hingga tiga hari dengan penjemuran matahari menjadi hanya empat jam dengan kualitas tepung lebih higienis. Tepung yang dihasilkan dimanfaatkan untuk diversifikasi produk berupa cookies, brownies, dan bolu kukus yang memperoleh tingkat penerimaan konsumen di atas delapan puluh persen. Selain itu, pelatihan pemasaran digital meningkatkan pemahaman peserta dalam mengelola akun bisnis, membuat konten promosi, dan memperluas jaringan distribusi produk yang terbukti mampu meningkatkan omzet penjualan. Simpulan dari kegiatan ini adalah integrasi teknologi pengolahan limbah dengan strategi pemasaran digital efektif meningkatkan keterampilan, produk, dan daya saing UMKM berbasis potensi lokal.
Transformasi Literasi Digital Guru Sekolah Dasar melalui Program Upskilling Penggunaan Canva for Education dan Gemini AI Widiyanti Widiyanti; Nunung Nurjanah; Lismi Animatul Chisbiyah; Muhammad Idris Effendi; Septa Eka Nurianto Putra; Pinky Kusuma Ningtyas
I-Com: Indonesian Community Journal Vol 5 No 3 (2025): I-Com: Indonesian Community Journal (September 2025)
Publisher : Fakultas Sains Dan Teknologi, Universitas Raden Rahmat Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70609/i-com.v5i3.7557

Abstract

This community engagement program was implemented to enhance the digital literacy of elementary school teachers at SDN Wonosari 2, Pagu Subdistrict, Kediri Regency through training on Canva for Education and Gemini AI. The program addressed critical issues such as low digital literacy, limited use of digital learning media, and the absence of a digital mindset among teachers. The implementation included hands-on training over two days and intensive mentoring for two weeks, accompanied by pre- and post-tests, product observations, and satisfaction questionnaires. The results demonstrated significant improvements in teachers’ technical skills, a more open attitude toward technology integration, and the formation of internal digital collaboration groups. This program proved to be relevant and practical in bridging the digital literacy gap among elementary teachers and has strong potential to be replicated as a sustainable community service model for other primary schools facing similar challenges.