ABSTRACT The learning outcomes of Shielded Metal Arc Welding (SMAW) practical training among vocational high school students remain suboptimal and are presumed to be influenced by teachers' roles and the availability of workshop facilities. This study aimed to analyze the relationship between teachers' roles and workshop facilities and SMAW practical learning outcomes among Grade XI students of the Metal Welding Engineering program at SMK Negeri 2 Painan. The study employed a quantitative correlational approach. The population consisted of 12 students, all of whom were selected as the sample using a total sampling technique. Data on teachers' roles and workshop facilities were collected through questionnaires, while practical learning outcomes were obtained using an SMAW practical assessment rubric. Data were analyzed using descriptive statistics, prerequisite tests including normality, linearity, and multicollinearity tests, followed by multiple linear regression analysis. The findings revealed that the teacher's role had a positive and significant relationship with SMAW practical learning outcomes (r = 0.618; p < 0.05), whereas workshop facilities showed a positive but non-significant relationship (r = 0.629; p > 0.05). Simultaneously, teachers' roles and workshop facilities demonstrated a positive and significant relationship with SMAW practical learning outcomes (R = 0.707; R² = 0.500), indicating that both variables jointly explained 50.0% of the variance in students' practical learning outcomes. It can be concluded that the teacher's role is the primary factor significantly associated with SMAW practical learning outcomes, while workshop facilities serve as a supporting factor whose management should continue to be optimized to improve the quality of practical learning. ABSTRAK Hasil belajar praktik pengelasan Shielded Metal Arc Welding (SMAW) pada siswa Sekolah Menengah Kejuruan masih belum optimal, yang diduga dipengaruhi oleh peran guru dalam proses pembelajaran serta ketersediaan fasilitas bengkel praktik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan peran guru dan fasilitas bengkel terhadap hasil belajar praktik pengelasan SMAW pada siswa kelas XI Teknik Pengelasan Logam SMK Negeri 2 Painan. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode korelasional. Populasi penelitian berjumlah 12 siswa dan seluruhnya dijadikan sampel melalui teknik total sampling. Data peran guru dan fasilitas bengkel dikumpulkan menggunakan angket, sedangkan data hasil belajar praktik diperoleh melalui rubrik penilaian praktik pengelasan SMAW. Analisis data dilakukan menggunakan statistik deskriptif, uji prasyarat analisis yang meliputi uji normalitas, linearitas, dan multikolinearitas, kemudian dilanjutkan dengan analisis regresi linear berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran guru memiliki hubungan positif dan signifikan terhadap hasil belajar praktik pengelasan SMAW (r = 0,618; p < 0,05), sedangkan fasilitas bengkel memiliki hubungan positif namun tidak signifikan (r = 0,629; p > 0,05). Secara simultan, peran guru dan fasilitas bengkel memiliki hubungan positif dan signifikan terhadap hasil belajar praktik pengelasan SMAW (R = 0,707; R² = 0,500), yang menunjukkan bahwa kedua variabel secara bersama-sama memberikan kontribusi sebesar 50,0% terhadap variasi hasil belajar praktik. Disimpulkan bahwa peran guru merupakan faktor yang berhubungan secara signifikan dengan hasil belajar praktik, sedangkan fasilitas bengkel berperan sebagai faktor pendukung yang pengelolaannya tetap perlu dioptimalkan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran praktik.