This Author published in this journals
All Journal Singular
Stefanie Junita Putri Leilani
Universitas Negeri Malang

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Representasi Perlawanan Perempuan dalam Drama Arthur Aronymus und seine Väter Karya Else Lasker-Schüler sebagai Materi Ajar Mata Kuliah Literatur und Gesellschaft Stefanie Junita Putri Leilani; Dudy Syafruddin; Desti Nur Aini
Singular: Journal of Pedagogical Language, Literature, and Cultural Studies Vol. 2 No. 3 (2025): Singular: Journal of Pedagogical Language, Literature, and Cultural Studies
Publisher : Nexus Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63011/js.v2i3.62

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bagaimana perlawanan perempuan digambarkan dalam karya drama oleh Else Lasker-Schüler dalam konteks era Nazi di Jerman dan untuk mendeskripsikan pemahaman mahasiswa mengenai karya tersebut sebagai materi pengajaran dalam mata kuliah Literatur und Gesellschaft. Penelitian ini menggunakan pendekatan feminisme dengan metode kualitatif deskriptif dengan sumber data yang terdiri dari teks drama serta responden dari mahasiswa yang dikumpulkan melalui lembar kerja mahasiswa (LKM). Metode pengumpulan data melibatkan teknik baca dan catat serta kuesioner terbuka. Sedangkan analisis data dilakukan dengan cara pengelompokan, interpretasi, dan penarikan makna yang bersifat tematik. Temuan penelitian ini mengungkapkan bahwa perlawanan perempuan diwakili melalui bahasa yang menantang stigma, simbol-simbol yang mencerminkan penindasan dan resistensi, serta struktur dramatis yang menciptakan benturan antara individu dan ideologi sosial. Bentuk perlawanan ini cenderung simbolis, halus, dan tidak selalu bersifat konfrontatif. Selain itu, mahasiswa memahami perlawanan perempuan sebagai tanda keberanian serta kritik sosial terhadap ideologi dan dapat menghubungkannya dengan situasi saat ini. Dengan demikian, karya drama dari Else Lasker-Schüler terbukti memiliki relevansi sebagai materi pengajaran yang dapat memperkaya pemahaman kritis mahasiswa tentang interaksi antara sastra, sejarah, dan ideologi.