Nunung Nur Choerullah
Universitas Indraprasta PGRI

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Analisis Kemampuan Pemecahan Masalah Matematis Berdasarkan Teori Polya pada Siswa Kelas X SMK Negeri 1 Karawang pada Materi SPLDV dan SPLTV Syaiful Adam; Amanda Yulia; Nunung Nur Choerullah; Saiful Fatah; Dewi Syahrini Putri Ekasari; Meriyen Susanti; Angga Binsar Saputra
JagoMIPA: Jurnal Pendidikan Matematika dan IPA Vol. 6 No. 3 (2026): JagoMIPA: Jurnal Pendidikan Matematika dan IPA
Publisher : Yayasan Pendidikan Bima Berilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53299/jagomipa.v6i3.5053

Abstract

Kemampuan pemecahan masalah matematis merupakan kompetensi krusial dalam pembelajaran matematika, namun ketercapaian siswa SMK pada materi SPLDV dan SPLTV yang menuntut pemodelan soal cerita masih rendah sehingga analisis mendalam terhadap tahapan berpikir siswa perlu segera dilakukan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kemampuan pemecahan masalah matematis siswa kelas X SMK Negeri 1 Karawang pada materi Sistem Persamaan Linear Dua Variabel (SPLDV) dan Sistem Persamaan Linear Tiga Variabel (SPLTV) berdasarkan teori Polya. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif deskriptif dengan subjek penelitian 31 siswa kelas X dan 6 siswa terpilih sebagai sampel purposive (2 kategori tinggi, 2 sedang, 2 rendah). Pengumpulan data dilakukan melalui tes tertulis uraian (4 soal) dan wawancara semiterstruktur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata ketercapaian tahap Polya secara keseluruhan mencapai 85,08%. Tahap merencanakan penyelesaian memiliki ketercapaian tertinggi (95,97%), diikuti melaksanakan rencana (94,35%), memahami masalah (92,74%), dan memeriksa kembali terendah (57,26%). Siswa kategori tinggi (n=19, 61,29%) menunjukkan konsistensi pada tiga tahap pertama namun lemah pada tahap memeriksa kembali. Siswa kategori sedang (n=10) mengalami penurunan signifikan pada soal SPLTV. Siswa kategori rendah (n=2) menunjukkan profil kesulitan yang berbeda satu sama lain. Kesulitan utama meliputi pemodelan matematika pada soal cerita, strategi eliminasi bertingkat pada SPLTV, serta kebiasaan verifikasi jawaban yang masih rendah.