Kemampuan pemecahan masalah matematis merupakan kompetensi krusial dalam pembelajaran matematika, namun ketercapaian siswa SMK pada materi SPLDV dan SPLTV yang menuntut pemodelan soal cerita masih rendah sehingga analisis mendalam terhadap tahapan berpikir siswa perlu segera dilakukan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kemampuan pemecahan masalah matematis siswa kelas X SMK Negeri 1 Karawang pada materi Sistem Persamaan Linear Dua Variabel (SPLDV) dan Sistem Persamaan Linear Tiga Variabel (SPLTV) berdasarkan teori Polya. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif deskriptif dengan subjek penelitian 31 siswa kelas X dan 6 siswa terpilih sebagai sampel purposive (2 kategori tinggi, 2 sedang, 2 rendah). Pengumpulan data dilakukan melalui tes tertulis uraian (4 soal) dan wawancara semiterstruktur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata ketercapaian tahap Polya secara keseluruhan mencapai 85,08%. Tahap merencanakan penyelesaian memiliki ketercapaian tertinggi (95,97%), diikuti melaksanakan rencana (94,35%), memahami masalah (92,74%), dan memeriksa kembali terendah (57,26%). Siswa kategori tinggi (n=19, 61,29%) menunjukkan konsistensi pada tiga tahap pertama namun lemah pada tahap memeriksa kembali. Siswa kategori sedang (n=10) mengalami penurunan signifikan pada soal SPLTV. Siswa kategori rendah (n=2) menunjukkan profil kesulitan yang berbeda satu sama lain. Kesulitan utama meliputi pemodelan matematika pada soal cerita, strategi eliminasi bertingkat pada SPLTV, serta kebiasaan verifikasi jawaban yang masih rendah.
Copyrights © 2026