Zaenal Muttaqien
Universitas Jendral Achmad Yani

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Analisis Kinerja Penerapan ISO 9001:2015 dan Manajemen Risiko Menggunakan FMEA pada Industri Manufaktur Sukanta; Maria Angelina Sitanggang; Zaenal Muttaqien; Putri Febriyani
Jurnal Sains dan Teknologi: Jurnal Keilmuan dan Aplikasi Teknologi Industri Vol. 26 No. 1 (2026): Regular Issue
Publisher : SEKOLAH TINGGI TEKNOLOGI INDUSTRI PADANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36275/htkes649

Abstract

PT KI perusahaan merupakan industri manufaktur yang bergerak dalam bidang perancangan dan pembuatan alat angkat. Hasil observasi dan studi awal terhadap pada dokumen rekaman bahwa perusahaan tersebut tingkat efektifitas penerapan sistem manajemen mutu ISO 9001:2015 belum maksimal dengan indikasi formulir dari berbagai departemen ditemukan belum digunakan. Selain itu, beberapa dokumen belum dilakukan evaluasi dan perubahan dokumen sebagai bentuk penerapan klausul standar ISO 9001:2015. Dengan dasar itu, maka tujuan penelitian ini untuk mengetahui kinerja penerapan dan manajemen risiko perusahaan sebagai bentuk penerapan terhadap standar ISO 9001:2015 pada perusahaan. Metode pengumpulan data melalui observasi dan pengumpulan data sekunder dokumen pada tim wakil manjemen dan dokumen pada masing-masing departemen. Adapun pengolahan data dengan pendekatan analisis deskriptif dan metode Failure Mode and Effect Analysis (FMEA) dan self-assessment. Kedua metode pengolahan data tersebut untuk menganalisis data deskriptif dan menentukan tingkat manajemen risiko proses. Hasil dari penelitian menunjukan bahwa tingkat penerapan klausul 4-10 sesuai standar ISO 9001:2015 dengan rata-rata skor 3,94 atau 79,24%. Ini menunjukkan bahwa semua departemen secara rerata memiliki penerapan baik. Kemudian, hasil penelitian yang berkaitan dengan sistem manajemen risiko dengan metode Failure Mode and Effect Analysis (FMEA) dan self-assessment skor RPN tertinggi 80, terutama dimiliki oleh penanganan keluhan pelanggan dan pemeriksaan pengukuran hasil produksi. Nilai ini menunjukkan bahwa, pada kedua proses tersebut perlu diperhatikan dan tindakan perbaikan yang lebih baik lagi.
Analisis Kinerja Penerapan ISO 9001:2015 dan Manajemen Risiko Menggunakan FMEA pada Industri Manufaktur Sukanta; Maria Angelina Sitanggang; Zaenal Muttaqien; Putri Febriyani
Jurnal Sains dan Teknologi: Jurnal Keilmuan dan Aplikasi Teknologi Industri Vol. 26 No. 1 (2026): Regular Issue
Publisher : SEKOLAH TINGGI TEKNOLOGI INDUSTRI PADANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36275/htkes649

Abstract

PT KI perusahaan merupakan industri manufaktur yang bergerak dalam bidang perancangan dan pembuatan alat angkat. Hasil observasi dan studi awal terhadap pada dokumen rekaman bahwa perusahaan tersebut tingkat efektifitas penerapan sistem manajemen mutu ISO 9001:2015 belum maksimal dengan indikasi formulir dari berbagai departemen ditemukan belum digunakan. Selain itu, beberapa dokumen belum dilakukan evaluasi dan perubahan dokumen sebagai bentuk penerapan klausul standar ISO 9001:2015. Dengan dasar itu, maka tujuan penelitian ini untuk mengetahui kinerja penerapan dan manajemen risiko perusahaan sebagai bentuk penerapan terhadap standar ISO 9001:2015 pada perusahaan. Metode pengumpulan data melalui observasi dan pengumpulan data sekunder dokumen pada tim wakil manjemen dan dokumen pada masing-masing departemen. Adapun pengolahan data dengan pendekatan analisis deskriptif dan metode Failure Mode and Effect Analysis (FMEA) dan self-assessment. Kedua metode pengolahan data tersebut untuk menganalisis data deskriptif dan menentukan tingkat manajemen risiko proses. Hasil dari penelitian menunjukan bahwa tingkat penerapan klausul 4-10 sesuai standar ISO 9001:2015 dengan rata-rata skor 3,94 atau 79,24%. Ini menunjukkan bahwa semua departemen secara rerata memiliki penerapan baik. Kemudian, hasil penelitian yang berkaitan dengan sistem manajemen risiko dengan metode Failure Mode and Effect Analysis (FMEA) dan self-assessment skor RPN tertinggi 80, terutama dimiliki oleh penanganan keluhan pelanggan dan pemeriksaan pengukuran hasil produksi. Nilai ini menunjukkan bahwa, pada kedua proses tersebut perlu diperhatikan dan tindakan perbaikan yang lebih baik lagi.