Rizky P. Manafe
Universitas Nusa Cendana

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Perceived Academic Support pada Mahasiswa Universitas Nusa Cendana Arnol Hover Maryo Wakano; R. Pasifikus Ch. Wijaya; Rizky P. Manafe
Observasi : Jurnal Publikasi Ilmu Psikologi Vol. 4 No. 3 (2026): Agustus : Observasi: Jurnal Publikasi Ilmu Psikologi
Publisher : Asosiasi Riset Ilmu Kesehatan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61132/observasi.v4i3.2304

Abstract

This study aimed to describe the level of Perceived Academic Support among students of Universitas Nusa Cendana. Perceived Academic Support refers to students’ perceptions of academic support received from lecturers, peers, family, and the university environment. Academic support may take the form of academic guidance, motivation, feedback, learning assistance, educational facilities, and a supportive learning environment. This research employed a quantitative descriptive approach. The participants were active students of Universitas Nusa Cendana selected through purposive sampling based on predetermined criteria. Data were collected using a Perceived Academic Support scale consisting of four dimensions: lecturer support, peer support, family support, and institutional support. Responses were measured using a five-point Likert scale. Data analysis was conducted using descriptive statistics, including minimum score, maximum score, mean, standard deviation, frequency, percentage, and category distribution. The findings indicated that most students reported a high level of Perceived Academic Support. These results suggest that students generally perceive positive academic support from their surrounding environment. The findings are expected to provide useful information for higher education institutions in strengthening academic support services and enhancing students’ learning experiences.
GAMBARAN SELF PRESENTATION PENGGUNA MEDIA SOSIAL PADA DEWASA AWAL YANG MEMILIKI KECENDERUNGAN GANGGUAN KEPRIBADIAN NARSISTIK DI KOTA KUPANG Maruel Djawa Rambadeta; Rizky P. Manafe; Marleny P. Panis; Diana Aipipidely
IKRA-ITH ABDIMAS Vol. 10 No. 2 (2026): IKRAITH-ABDIMAS Vol 10 No 2 Juli 2026
Publisher : Universitas Persada Indonesia YAI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan media sosial membuka ruang bagi individu untuk membangun dan menampilkan citradiri (self presentation), terutama pada dewasa awal yang berada pada fase pencarian identitas. Padaindividu dengan kecenderungan gangguan kepribadian narsistik, perilaku ini cenderung menjadilebih intens dan digunakan sebagai strategi untuk memperoleh validasi serta pengakuan sosial.Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh gambaran self presentation pengguna media sosial padadewasa awal yang memiliki kecenderungan gangguan kepribadian narsistik di Kota Kupang.Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupawawancara semi terstruktur terhadap enam partisipan, terdiri atas lima subjek kunci berusia 20–23tahun dan satu partisipan pendukung, yang dipilih melalui purposive sampling berdasarkan hasilskrining kecenderungan gangguan kepribadian narsistik. Data dianalisis menggunakan analisistematik Braun dan Clarke, serta diuji keabsahannya melalui audit trail, member checking, dantriangulasi sumber. Hasil penelitian mengidentifikasi tiga tema utama, yaitu (1) latar belakang selfpresentation yang meliputi kebutuhan validasi sosial, keinginan memperoleh pujian, dan pencarianidentitas diri pada masa dewasa awal; (2) penampilan citra diri yang diwujudkan melalui penonjolanprestasi, pengelolaan penampilan fisik atau body image, dan pengelolaan citra diri secaramenyeluruh; serta (3) makna self presentation sebagai sarana membangun citra diri, memperolehpenerimaan sosial, bentuk aktualisasi diri, sekaligus memiliki dampak positif dan negatif. Temuanmenunjukkan bahwa self presentation pada partisipan bersifat ambivalen, yaitu memberikan manfaatpsikologis berupa peningkatan kepercayaan diri dan perluasan relasi sosial, namun juga berisikomenimbulkan ketergantungan terhadap validasi sosial, kecemasan mempertahankan citra diri, sertakecenderungan membanding-bandingkan diri dengan orang lain. Penelitian ini memperkuatkerangka dramaturgi Goffman dan memberikan kontribusi pemahaman mengenai dinamikapsikologis self presentation pada dewasa awal dengan kecenderungan narsistik.Kata Kunci: self presentation; narsistik; dewasa awal; media sosial; kualitatif