This Author published in this journals
All Journal IKRA-ITH ABDIMAS
Benediktus Very Subay
Universitas Nusa Cendana

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

SELEKSI POHON PLUS MAHONI (Swietenia macrophylla) PADA HUTAN WISATA OELUAN, DESA BIJELI, KECAMATAN NOEMUTI, KABUPATEN TIMOR TENGAH UTARA Benediktus Very Subay; Astin Elise Mau; Frank Samelino Tita
IKRA-ITH ABDIMAS Vol. 10 No. 2 (2026): IKRAITH-ABDIMAS Vol 10 No 2 Juli 2026
Publisher : Universitas Persada Indonesia YAI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Mahoni (Swietenia macrophylla) merupakan jenis pohon bernilai ekonomi tinggi yang berpotensi sebagai sumber benih unggul untuk mendukung program pemuliaan pohon. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi dan menetapkan pohon plus mahoni berdasarkan karakter fenotipik di Hutan Wisata Oeluan,Kabupaten Timor Tengah Utara, Provinsi Nusa Tenggara Timur. Penelitian menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan mengadopsi prinsip Forest Health Monitoring (FHM). Pengambilan data dilakukan menggunakan metodeline transect melalui pengukuran diameter batang, tinggi total, tinggi bebas cabang, bentuk batang, kondisi tajuk, sudut cabang, ketahanan terhadap hama dan penyakit, kemampuan pemangkasan alami, serta produksi buah. Sebanyak 117 pohon berhasil diinventarisasi, kemudian diseleksi menjadi 44 pohon kandidat berdasarkan nilai diameter dan tinggi di atas rata-rata populasi. Selanjutnya,penilaian menggunakan sistem skoring menunjukkan bahwa 35 pohon memenuhi kriteria sebagai pohon plus dengan skor total lebih dari 80 tanpa memperoleh skor nol pada setiap parameter. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode skoring fenotipik yang mengadopsi prinsip FHM efektif dalam mengidentifikasi pohon plus secara objektif dan dapat dijadikan dasar penyediaan sumber benih ungguluntuk mendukung program pemuliaan pohon serta pengelolaan hutan yang berkelanjutan. Kata kunci: Forest Health Monitoring, mahoni, pohon plus, seleksi fenotipik,sumber benih unggul.