Ary Oktora Sri R
Institut Kesehatan dan Teknologi Al Insyirah

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Pengaruh Pemberian Sari Kurma Terhadap Kadar Hemoglobin Ibu Hamil Siti Fatimah; Ary Oktora Sri R; Wira Ekdeni Aifa; Komaria Susanti
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v9i1.998

Abstract

Anemia pada ibu hamil merupakan masalah kesehatan yang dapat meningkatkan risiko komplikasi kehamilan dan persalinan. Salah satu upaya nonfarmakologis untuk meningkatkan kadar hemoglobin adalah pemberian sari kurma. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian sari kurma terhadap kadar hemoglobin (Hb) pada ibu hamil dengan anemia di wilayah kerja Puskesmas Alah Air tahun 2025. Penelitian ini menggunakan desain kuasi eksperimen dengan pendekatan one group pretest–posttest. Sampel penelitian berjumlah 15 ibu hamil dengan anemia yang diambil menggunakan teknik total sampling. Intervensi dilakukan dengan pemberian sari kurma sebanyak tiga kali sehari selama dua minggu. Analisis data menggunakan uji Paired Sample T-Test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebelum intervensi, seluruh responden mengalami anemia dengan nilai rata-rata Hb sebesar 2,73. Setelah pemberian sari kurma, rata-rata kadar Hb meningkat menjadi 1,33. Secara klinis, 100% responden mengalami perbaikan kadar hemoglobin, dengan 66,7% mencapai kategori Hb normal dan 33,3% masih anemia ringan. Hasil uji statistik menunjukkan terdapat pengaruh yang signifikan pemberian sari kurma terhadap peningkatan kadar hemoglobin pada ibu hamil anemia (p = 0,000). Kesimpulan penelitian ini adalah pemberian sari kurma berpengaruh signifikan terhadap peningkatan kadar hemoglobin pada ibu hamil dengan anemia.
EFEKTIFITAS PEMBERIAN KURMA TERHADAP PENINGKATAN KADAR HEMOGLOBIN PADA IBU POST PARTUM DI UPTD RSUD RAJA MUSA KECAMATAN KATEMAN KABUPATEN INDRAGIRI HILIR Vepi Yulisa Pratama; Komaria Susanti; Rika Ruspita; Ary Oktora Sri R
Jurnal Kesehatan Husada Gemilang Vol 9 No 2 (2026): JURNAL KESEHATAN HUSADA GEMILANG
Publisher : STIKES HUSADA GEMILANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61129/jkhg.v9i2.1183

Abstract

Postpartum anemia is a public health issue that is increasingly serious and widespread in many parts of the world. The main causes are untreated antenatal iron deficiency and blood loss during or after childbirth. Therefore, addressing postpartum anemia is very important. One way to meet iron needs is by consuming iron-rich foods such as dates, which contain about 3.0 – 13.7 mg per 100 grams, help in hemoglobin formation, prevent anemia, and are enhanced by the vitamin C in dates that boosts absorption. The purpose of this study is to find out the effectiveness of dates on hemoglobin levels in postpartum mothers. The study design used a quasi-experimental approach with a one-group pretest-posttest. The population consisted of 42 people, with a purposive sampling technique used, resulting in a sample of 12 people. The research instrument used was an observation sheet. Data analysis was performed using univariate and bivariate analysis with a paired t-test. The study results showed that the hemoglobin level before giving dates had a mean of 9.575, and after giving dates, the mean was 10.663. The statistical test results showed that the hemoglobin level in postpartum mothers with anemia had a p-value of 0.000 < 0.05, so it can be concluded that dates are effective in increasing hemoglobin levels in postpartum mothers with anemia. It is recommended that postpartum mothers consume dates to boost their hemoglobin levels.   Anemia pascapersalinan merupakan masalah kesehatan masyarakat yang semakin meningkat dan serius di banyak bagian dunia. Penyebab utamanya adalah defisiensi zat besi antenatal yang tidak diobati dan kehilangan darah peripartum, selama atau setelah persalinan. Oleh karena itu, penanganan anemia pascapersalinan sangat penting, salah satu alternatif untuk memenuhi kebutuhan zat besi dapat dilakukan dengan mengkonsumsi makanan yang mengandung zat besi seperti kurma sekitar 3,0 – 13,7 mg per 100 gram, membantu pembentukan hemoglobin dan mencegah anemis serta diperkuat dengan kandungan vitamin C dalam kurma yang meningkatkan penyerapannya. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui efektivitas buah kurma terhadap kadar hemoglobin pada ibu postpartum. Desain penelitian menggunakan Quasy-eksperiment dengan one group pretest-postes. Populasi sebanyak 42 orang, teknik pengambilan sampel purposive sampling dan didapatkan sampel sebanyak 12 orang. Instrumen dalam penelitian menggunakan lembar observasi. Analisa data berupa univariat dan bivariat menggunakan uji  paired t test. Hasil penelitian didapatkan kadar hemoglobin sebelum pemberian buah kurma dengan mean 9,575 dan setelah pemberian buah kurma dengan mean 10.663, hasil uji statistik didapatkan kadar hemoglobin pada ibu postparetum dengan anemia dengan p-value 0,000 < 0,05 maka dapat disimpulkan buah kurma efektif meningkatkan kadar hemoglobin postpartum dengan anemia. Disarankan  ibu post partum agar dapat mengkonsumsi buah kurma untuk  meningkatkan kadar hemoglobinnya.
PENGARUH PENDIDIKAN KESEHATAN BERBASIS MEDIA AUDIOVISUAL TERHADAP TINGKAT PENGETAHUAN REMAJA TENTANG KEHAMILAN USIA REMAJA DI PONDOK PESANTREN YASIN TEMBILAHAN Nurfhadilah Nurfhadilah; Rika Ruspita; Wira Ekadeni Aifa; Ary Oktora Sri R
Jurnal Kesehatan Husada Gemilang Vol 9 No 2 (2026): JURNAL KESEHATAN HUSADA GEMILANG
Publisher : STIKES HUSADA GEMILANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61129/jkhg.v9i2.1191

Abstract

Teenage pregnancy is a reproductive health issue that affects the physical, psychological, social health, and future of teenagers. Low levels of knowledge about teenage pregnancy are one of the factors that increase the risk of early pregnancy. Efforts to improve teenagers' knowledge are carried out through health education based on audiovisual media. This study aims to find out the effect of health education based on audiovisual media on teenagers' knowledge about teenage pregnancy at Yasin Tembilahan Islamic Boarding School. This is a quantitative study with a pre-experimental design using a one-group pretest-posttest design. The sample consisted of 30 respondents using a total sampling technique. The research instrument for knowledge level was given before and after the audiovisual-based health education intervention. Univariate and bivariate analyses were conducted using the Wilcoxon Signed Rank Test. The results showed that the average knowledge level of teenagers before receiving audiovisual-based health education was 8.83, with a minimum of 6 and a maximum of 11. After the intervention, the average knowledge level increased to 14.37, with a minimum of 13 and a maximum of 15. The Wilcoxon Signed Rank Test yielded a p-value = 0.000 (p < 0.05), which means that audiovisual-based health education has an effect on teenagers' knowledge about teenage pregnancy. It is expected that Islamic boarding schools and healthcare workers can use audiovisuals as one of the media for adolescent reproductive health education   Kehamilan usia remaja menjadi masalah kesehatan reproduksi yang berdampak terhadap kesehatan fisik, psikologis, sosial, dan masa depan remaja. Rendahnya tingkat pengetahuan mengenai kehamilan usia remaja menjadi salah satu faktor meningkatknya risiko kehamilan usia dini. Upaya yang dilakukan untuk meningkatkan pengetahuan remaja melalui pendidikan kesehatan berbasis media audiovisual. Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh pendidikan kesehatan berbasis media audiovisual terhadap tingkat pengetahuan remaja tentang kehamilan usia remaja di Pondok Pesantren Yasin Tembilahan. Jenis penelitian kuantitatif dengan desain pre-eksperimental rancangan one group pretest-posttest design. Sampel berjumlah 30 responden dengan menggunakan teknik total sampling. Instrumen penelitian tingkat pengetahuan diberikan sebelum dan sesudah intervensi pendidikan kesehatan berbasis media audiovisual. Analisis secara univariat dan bivariat menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank Test. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata tingkat pengetahuan remaja sebelum diberikan pendidikan kesehatan berbasis media audiovisual adalah 8,83 dengan nilai minimum 6 dan maksimum 11. Setelah diberikan intervensi rata-rata tingkat pengetahuan meningkat menjadi 14,37 dengan nilai minimum 13 dan maksimum 15. Hasil uji Wilcoxon Signed Rank Test diperoleh nilai p-value = 0,000 (p < 0,05) artinya ada  pengaruh pendidikan kesehatan berbasis media audiovisual terhadap tingkat pengetahuan remaja tentang kehamilan usia remaja, diharapkan pondok pesantren, tenaga kesehatan dapat  menggunakan audiovisual sebagai salah satu media pendidikan kesehatan reproduksi remaja.