Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh inklusi keuangan digital, stabilitas pekerjaan, dan dukungan sosial terhadap ketahanan keuangan pekerja informal, dengan manajemen risiko keuangan sebagai variabel mediasi. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain explanatory survey. Data primer dikumpulkan melalui kuesioner berbasis skala Likert kepada 45 pekerja informal yang memenuhi kriteria purposive sampling, yaitu aktif bekerja di sektor informal, menjadikan pekerjaan informal sebagai sumber pendapatan utama, menggunakan layanan keuangan digital, dan bersedia menjadi responden. Analisis data dilakukan dengan metode Partial Least Squares-Structural Equation Modeling (PLS-SEM) menggunakan SmartPLS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa stabilitas pekerjaan berpengaruh positif dan signifikan terhadap ketahanan keuangan serta manajemen risiko keuangan. Dukungan sosial berpengaruh positif dan signifikan terhadap manajemen risiko keuangan, tetapi tidak berpengaruh signifikan terhadap ketahanan keuangan. Inklusi keuangan digital tidak berpengaruh signifikan terhadap ketahanan keuangan maupun manajemen risiko keuangan. Selain itu, manajemen risiko keuangan terbukti berpengaruh positif dan signifikan terhadap ketahanan keuangan, namun tidak mampu memediasi hubungan antara inklusi keuangan digital, stabilitas pekerjaan, dan dukungan sosial terhadap ketahanan keuangan. Temuan ini mengindikasikan bahwa ketahanan keuangan pekerja informal lebih banyak ditentukan oleh kepastian pekerjaan dan kemampuan individu dalam mengelola risiko keuangan dibandingkan sekadar akses terhadap layanan keuangan digital. Dengan demikian, peningkatan ketahanan keuangan pekerja informal memerlukan strategi yang tidak hanya memperluas akses digital, tetapi juga memperkuat stabilitas pendapatan, literasi pengelolaan risiko, serta jejaring sosial yang produktif. Penelitian ini memberikan implikasi bahwa peningkatan kesejahteraan pekerja informal perlu diarahkan pada penguatan stabilitas pendapatan, edukasi pengelolaan risiko keuangan, serta dukungan sosial yang lebih produktif dan berkelanjutan.