Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Association Between Maternal Occupation and History of Vaginal Discharge with Premature Rupture of Membranes: A Cross-Sectional Study Nur Aldita Enisaputri; Irmayanti; Andi Elis; Andi Maryam
Papua Medicine and Health Science Vol. 3 No. 1 (2026): Vol. 3 No. 1 (Juni 2026) : Papua Medicine and Health Science
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Papua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64141/pmhs.v3i1.80

Abstract

Premature rupture of membranes (PROM) is an important obstetric complication that contributes to increased maternal and neonatal morbidity and mortality. Maternal factors, including occupation and a history of vaginal discharge, have been suggested to be associated with PROM; however, existing evidence remains inconsistent. This study aimed to examine the association between maternal occupation, a history of vaginal discharge, and the occurrence of PROM at Paniai Regional General Hospital. An analytical observational study with a cross-sectional design was conducted among 101 women who delivered in August 2024 using a total sampling technique. Data were collected from medical records using an observation checklist and analyzed using descriptive statistics and the Chi-square test with a significance level of 0.05. Most participants were aged 20–35 years (61.4%), had completed senior high school (55.4%), and were homemakers (64.4%). Overall, 77.2% experienced PROM, while 38.6% had a history of vaginal discharge. Significant associations were identified between maternal occupation and PROM (p = 0.007), as well as between a history of vaginal discharge and PROM (p < 0.001). Maternal occupation and a history of vaginal discharge may be considered during antenatal risk assessment to support the early identification and prevention of PROM.
PENGETAHUAN MAHASISWA TENTANG DAMPAK KESEHATAN DARI KONSUMSI MAKANAN CEPAT SAJI Erniawati; Sumarni; Haerani; Irmayanti
Jurnal Mitrasehat Vol. 16 No. 3 (2026): Jurnal Mitrasehat
Publisher : LPPM STIK Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51171/jms.v16i3.736

Abstract

Pendahuluan: Konsumsi makanan cepat saji semakin meningkat di kalangan remaja karena praktis, mudah diperoleh, dan penyajiannya cepat. Namun, konsumsi makanan cepat saji yang berlebihan dapat meningkatkan risiko kelebihan berat badan, obesitas, serta berbagai gangguan kesehatan. Pengetahuan mengenai dampak makanan cepat saji sangat penting untuk membentuk perilaku konsumsi yang lebih sehat pada mahasiswa. Tujuan: Mengetahui tingkat pengetahuan mahasiswa mengenai dampak makanan cepat saji di Akademi Kebidanan Tahirah Al Baeti Bulukumba. Metode: Penelitian ini menggunakan desain penelitian kuantitatif deskriptif. Populasi penelitian adalah seluruh mahasiswa Akademi Kebidanan Tahirah Al Baeti Bulukumba dengan jumlah sampel sebanyak 48 responden yang dipilih menggunakan teknik total sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner dan dianalisis secara deskriptif dalam bentuk distribusi frekuensi. Hasil: Dari 48 responden, sebanyak 43 mahasiswa (89,58%) memiliki pengetahuan baik, 4 mahasiswa (8,33%) memiliki pengetahuan cukup, dan 1 mahasiswa (2,09%) memiliki pengetahuan kurang mengenai dampak makanan cepat saji. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar mahasiswa telah memiliki pengetahuan yang baik tentang dampak konsumsi makanan cepat saji terhadap kesehatan. Kesimpulan: Sebagian besar mahasiswa Akademi Kebidanan Tahirah Al Baeti Bulukumba memiliki tingkat pengetahuan yang baik mengenai dampak makanan cepat saji.