Hypertensive Heart Disease (HHD) merupakan komplikasi serius dari hipertensi yang dapat menyebabkan gagal jantung, aritmia, dan penyakit jantung koroner, sehingga rasionalitas dalam peresepan obat menjadi sangat penting untuk mencegah komplikasi lebih lanjut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola peresepan obat pada pasien HHD berdasarkan usia, jenis kelamin, golongan obat, dan kombinasi terapi di Poli Jantung Rawat Jalan RS Budiasih Serang tahun 2024. Menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan pendekatan retrospektif, data dikumpulkan dari 86 resep pasien rawat jalan dengan diagnosis HHD dan dianalisis secara statistik deskriptif. Hasil menunjukkan bahwa mayoritas pasien berusia 40– 59 tahun (60,47%) dan berjenis kelamin perempuan (55,81%), dengan tekanan darah dalam kategori hipertensi ringan hingga sedang. Golongan obat yang paling banyak diresepkan adalah statin (17,33%), ARB (16,83%), dan beta blocker (15,32%), sedangkan candesartan 8 mg menjadi obat yang paling sering diresepkan (9,68%). Sebagian besar pasien (97,67%) menerima terapi kombinasi, dengan kombinasi terbanyak melibatkan ARB + CCB + beta blocker. Kesimpulan dari penelitian ini menunjukkan bahwa pola peresepan di RS Budiasih Serang telah sesuai dengan prinsip pengobatan rasional dan pedoman terapi hipertensi, serta penggunaan kombinasi obat terbukti efektif dalam mencapai kontrol tekanan darah yang optimal.