p-Index From 2021 - 2026
0.882
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal Farmasi Ikifa
Isti Dwi Pruschia
Universitas Mangku Wiyata

Published : 5 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

POLA PERESEPAN OBAT PENYAKIT GAGAL GINJAL KRONIK YANG MENJALANI HEMODIALISA DI RUMAH SAKIT KRAKATAU MEDIKA IHC KOTA CILEGON TAHUN 2023 Isti Dwi Pruschia; Dwiyarina Margarisa; Mia Dwi Nirmala
Jurnal Farmasi IKIFA Vol. 3 No. 3 (2024): JURNAL FARMASI IKIFA VOL.3 NO.2 OKTOBER TAHUN 2024
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan IKIFA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The kidneys are vital organs that function to maintain blood balance, prevent the buildup of metabolic waste in the body, stabilize water levels in the body, maintain the electrolytes sodium, potassium and phosphate, and produce hormones and enzymes that regulate blood pressure, making red blood cells. The community population is less concerned about kidney disease, because kidney failure is a significant public health problem. Important organs, such as the kidneys, can die if their health is not taken care of. The prescribing pattern is an illustration of appropriate drug use and an important factor in healing. The aim is to determine the pattern of drug prescribing for chronic kidney failure patients undergoing hemodialysis in hospitals. The method in this research was carried out retrospectively, namely in the form of observational research on events that have occurred from medical records, characteristics including gender, age, type of drug, class and diagnosis and type of complication. There were 50 male patients (54.35%) and 42 patients (45.65%) female. The age groups were 41-59 years old (47.83%), 21-40 years old (13.04%), and 60-70 years old (39.13%). The types of drugs most commonly used were Amlodipine (25.00%) and Bicnat (22.83%). The most widely used drug classes are CCB (25.00%) and Antacids (22.83%). The most common diagnoses and types of complications in chronic kidney failure patients undergoing hemodialysis in hospital are hypertension + chronic kidney stage 5 (40.00%). Men are more susceptible to chronic kidney failure due to poor lifestyle habits and smoking. As we age, kidney function decreases due to a reduction in the number of nephrons. Amlodipine, which is not or slightly dialyzed, remains effective in hemodialysis patients. Bicarbonate (bicnat) is used to increase blood and urine pH and neutralize metabolic acidosis in chronic kidney patients. Calcium Channel Blockers (CCB) help stabilize blood pressure and reduce the burden on the kidneys, important because increased blood pressure can worsen decreased kidney function
POLA PERESEPAN OBAT ANTIHIPERTENSI PADA POLI LANSIA DI UPTD PUSKESMAS CITANGKIL PERIODE MARET 2023 Isti Dwi Pruschia; Maharani; Belqis Fadilah
Jurnal Farmasi IKIFA Vol. 5 No. 2 (2026): JURNAL FARMASI IKIFA VOL. 5 NO. 2 JULI TAHUN 2026
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan IKIFA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hipertensi merupakan salah satu penyebab terbesar morbiditas di dunia, sering disebut sebagai pembunuh diam-diam. Data World Health Organization (WHO) menunjukkan bahwa prevalensi hipertensi di dunia mencapai sekitar 1,13 miliar individu, artinya 1 dari 3 orang di dunia terdiagnosis hipertensi. Seseorang dapat dikatakan hipertensi atau tekanan darah tinggi apabila tekanan darah meningkat dengan sistolik lebih dari 140 mmHg dan tekanan darah diastolik lebih dari 90 mmHg pada dua kali pengukuran dengan jarak waktu lima menit dalam keadaan cukup istirahat atau tenang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Pola Peresepan Obat Antihipertensi Pada Poli Lanjut Usia di UPTD Puskesmas Citangkil Periode Maret 2023 Berdasarkan Jenis Kelamin Pasien, Usia Pasien, Jenis Obat, Golongan Obat, Riwayat Penyakit Keluarga (Hipertensi) dan Diagnosa penyakit pasien. Teknik Sampling yang digunakan yaitu Total Sampling maka di dapat jumlah sampel sebanyak 106 pasien lansia. Data penelitian yang diperoleh yaitu Data Rekam Medik Pasien kemudian data di Analisis Frequensi dan Presentase secara Deskriptif Univariat menggunakan Komputerisasi SPSS dan disajikan dalam bentuk Tabel dan Diagram. Menunjukan bahwa penggunaan obat terbesar bedasarkan jenis kelamin yaitu pada perempuan sebanyak 61 pasien (57,7%). Lalu bedasarkan usia pasien 60-74 sebanyak 93 pasien (87,7%). Obat tunggal golongan CCB (obat amlodipin) sebanyak 97 pasien (91,5%). Kemudian golongan obat terbanyak yaitu golongan Calsium Chanel Bloker sebanyak 97 pesien (91,5%). Pasien dengan riwayat penyakit keluarga/keturunan hipertensi sebanyak 10 pasien (9,4%). Lalu pada diagnosa pasien dengan Hipertensi Esensial sebanyak 56 pasien (52,8%).
POLA PERESEPAN OBAT PADA PASIEN HYPERTENSIVE HEART DISEASE ( HHD ) RAWAT JALAN POLI JANTUNG DI RUMAH SAKIT BUDIASIH SERANG TAHUN 2024 Isti Dwi Pruschia; Maharani; Novi Astuti; Afrini Saraswati; Dwiyarina
Jurnal Farmasi IKIFA Vol. 5 No. 2 (2026): JURNAL FARMASI IKIFA VOL. 5 NO. 2 JULI TAHUN 2026
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan IKIFA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hypertensive Heart Disease (HHD) merupakan komplikasi serius dari hipertensi yang dapat menyebabkan gagal jantung, aritmia, dan penyakit jantung koroner, sehingga rasionalitas dalam peresepan obat menjadi sangat penting untuk mencegah komplikasi lebih lanjut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola peresepan obat pada pasien HHD berdasarkan usia, jenis kelamin, golongan obat, dan kombinasi terapi di Poli Jantung Rawat Jalan RS Budiasih Serang tahun 2024. Menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan pendekatan retrospektif, data dikumpulkan dari 86 resep pasien rawat jalan dengan diagnosis HHD dan dianalisis secara statistik deskriptif. Hasil menunjukkan bahwa mayoritas pasien berusia 40– 59 tahun (60,47%) dan berjenis kelamin perempuan (55,81%), dengan tekanan darah dalam kategori hipertensi ringan hingga sedang. Golongan obat yang paling banyak diresepkan adalah statin (17,33%), ARB (16,83%), dan beta blocker (15,32%), sedangkan candesartan 8 mg menjadi obat yang paling sering diresepkan (9,68%). Sebagian besar pasien (97,67%) menerima terapi kombinasi, dengan kombinasi terbanyak melibatkan ARB + CCB + beta blocker. Kesimpulan dari penelitian ini menunjukkan bahwa pola peresepan di RS Budiasih Serang telah sesuai dengan prinsip pengobatan rasional dan pedoman terapi hipertensi, serta penggunaan kombinasi obat terbukti efektif dalam mencapai kontrol tekanan darah yang optimal.
HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN DENGAN PERILAKU PENGGUNAAN TABIR SURYA (SUNSCREEN) PADAMAHASISWA DI UNIVERSITASMANGKU WIYATA CILEGONPERIODE MARET 2025 Maharani; Isti Dwi Pruschia; Shidqi Maulida
Jurnal Farmasi IKIFA Vol. 5 No. 2 (2026): JURNAL FARMASI IKIFA VOL. 5 NO. 2 JULI TAHUN 2026
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan IKIFA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indonesia beriklim tropis dan terletak di garis khatulistiwa. Karena letak Indonesia di garis khatulistiwa, maka Indonesia terpapar sinar matahari dengan intensitas tinggi. Paparan sinar matahari yang masuk dapat menimbulkan bahaya, yaitu kerusakan pada kulit akibat radiasi sinar ultraviolet (UV). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat hubungan antara pengetahuan tentang tabir surya dengan perilaku penggunaan tabir surya. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kuantitatif yang dilakukan pada mahasiswa Universitas Mangku Wiyata Cilegon. Teknik pengumpulan data menggunakan total sampling dengan jumlah sampel 101 responden. Dengan instrumen kuesioner yang telah diuji validitas. dan reliabilitasnya. Analisis data dilakukan dengan menggunakan uji spearman rank. Sebagian besar responden memiliki pengetahuan baik (42,57%) dan perilaku baik (68,31%). Dari uji spearman rank diperoleh nilai p sebesar 0,000 (p < 0,05), dengan nilai koefisien korelasi sebesar 0,512. Sehingga terdapat hubungan yang kuat dan searah antara pengetahuan dengan perilaku penggunaan tabir surya pada mahasiswa Universitas Mangku Wiyata Cilegon
PENGARUH PELAYANAN KEFARMASIAN TERHADAP KEPUASAN PASIEN DI INSTALASI FARMASI RAWAT JALAN RSIA MUTIARA BUNDA PERIODE MARET 2025 Afrini Saraswati; Isti Dwi Pruschia; Shinta Dewi Kartika; Ova Ramahdaniah
Jurnal Farmasi IKIFA Vol. 5 No. 2 (2026): JURNAL FARMASI IKIFA VOL. 5 NO. 2 JULI TAHUN 2026
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan IKIFA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pelayanan Kefarmasian merupakan bagian penting yang berada di rumah sakit sebagai penunjang medis yang berorientasi kepada pasien untuk penyediaan obat, Salah satu indikator pelayanan kefarmasian ini ialah kepuasan pasien. kepuasan pasien adalah suatu perasaan dalam diri pasien yang timbul akibat kinerja layanan kesehatan yang didapatkan sesuai dengan apa yang pasien rasakan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Pengaruh Pelyanan Kefarmasian Terhadap Kepuasan Pasien di Instalasi Farmasi Rawat Jalan RSIA Mutiara Bunda. Penelitian ini menggunakan penelitian korelasional dengan pendekatan kuantitatif, pengumpulan data dilakukan dengan menyebarkan dua kuesioner. Sampel yang digunakan sebanyak 72 responden. Hasil penelitian dari kuesioner pelayanan kefarmasian antara lain bukti fisik 84%, kehandalan 86%, ketanggapan 86%, jaminan 88%, dan empati 85%. Dan kuesioner kepuasan pasien antara lain kepuasan 85%, harapan 87%, pengalaman 88%. Koefisien korelasi antara variabel pelayanan kefarmasian terhadap variabel kepuasan pasien ialah 0,474 yaitu kuat, Bisa disimpulkan bahwa pelayanan kefarmasian sangat berpengaruh terhadap kepuasan pasien