This Author published in this journals
All Journal Jurnal Farmasi Ikifa
Tati Suprapti
Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan IKIFA

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

HUBUNGAN PENGOBATAN POLIFARMASI DENGAN POTENSI KEJADIAN INTERAKSI INTERAKSI OBAT PADA PASIEN DIABETES MELITUS TIPE 2 RAWAT INAP DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH KRAMAT JATI PERIODE OKTOBER – DESEMBER 2024 Aries Meryta; Tati Suprapti; Septia Wafa Khairiyah; Aripin
Jurnal Farmasi IKIFA Vol. 5 No. 2 (2026): JURNAL FARMASI IKIFA VOL. 5 NO. 2 JULI TAHUN 2026
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan IKIFA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

WHO menyatakan bahwa diabetes melitus termasuk penyakit yang paling banyak diderita oleh orang di seluruh dunia termasuk indonesia. Pasien diabetes melitus memiliki penyakit penyerta yang merupakan komplikasi dari peningkatan kadar gula darah, menyebabkan terjadinya polifarmasi dan memicu kejadian interaksi obat. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan pengobatan polifarmasi dengan kejadian interaksi obat pada pasien diabetes melitus rawat inap di Rumah Sakit Umum Daerah Kramat jati. Penelitian ini dilakukan dengan metode cross sectional secara retrospektif, menggunakan rekam medis pasien diabetes melitus tipe 2 di Rumah Sakit Umum Daerah Kramat jati pada tanggal 20 Januari – 20 Maret 2024. Jenis interaksi dan tingkat keparahannya menggunakan drugs.com dengan hasil yang dianalisis menggunakan statistik uji chi square. Penelitian ini diperoleh hasil bahwa jenis kelamin perempuan yang memiliki angka kejadian lebih tinggi dibandingkan dengan laki-laki (57,4% vs 42,6%) yang terdapat pada usia 46-55 tahun (42,6%).  Pada 94 pasien terjadi interaksi obat sebesar (98,8%) dengan tingkat keparahan moderat (82,5%) Hasil analisis uji chi square didapatkan nilai p=0,002 (p=<0,005). Sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang bermakna antara polifarmasi dengan potensi interaksi obat pada pasien diabetes melitus tipe 2 rawat inap di Rumah Sakit Umum Daerah Kramat Jati.