Serli Restina
Universitas Mitra Indonesia

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Sosialisasi perilaku hidup sehat dan aktivitas fisik pada lansia Syiefa Renanda Surya; Nova Mega Rukmana; Rustika Rustika; Delva Selviya; Serli Restina
JOURNAL of Public Health Concerns Vol. 6 No. 4 (2026): JOURNAL of Public Health Concerns
Publisher : Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerja sama dengan: Unit Penelitian dan Pengabdian Kep Akademi Keperawatan Baitul Hikmah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/phc.v6i4.3353

Abstract

Background: A healthy lifestyle comprising adequate physical activity, a balanced diet, and good rest habitsis crucial for maintaining health and preventing non-communicable diseases. According to the World Health Organization, a lack of physical activity and sedentary behavior can increase the risk of various conditions, such as hypertension, diabetes mellitus, and obesity. However, many people still do not fully grasp the importance of consistently adopting a healthy lifestyle. Therefore, educational outreach is needed to enhance public knowledge and awareness regarding healthy living, particularly among vulnerable groups such as infants, toddlers, pregnant women, and the elderly. Purpose: To increase public knowledge and awareness regarding the importance of adopting a healthy lifestyle as a means of preventing non-communicable diseases among vulnerable groups. Method: This community service activity was conducted on April 10, 2026, at 08:00 WIB at the Kenanga Natar Community Health Center (Puskesmas). The activity involved various target groups, comprising approximately 65 infants and toddlers, 15 elderly individuals, and 5 pregnant women. The session was designed to be systematic and participatory, utilizing leaflets and posters as educational aids. Evaluation was based on observations of participants' understanding and their commitment to maintaining a healthy lifestyle following the educational session. Results: The outreach activity proceeded successfully, with enthusiastic participation from the attendees. This was evidenced by the fact that the majority of participants actively engaged with the material presented. The knowledge gained serves as a guide, offering practical and measurable steps that can be applied in daily life. Furthermore, participants gained an understanding of the importance of physical activity—such as regular exercise for at least 30 minutes a day or 150 minutes a week (e.g., brisk walking, aerobics, or cycling). Conclusion: Direct, interactive educational activities regarding healthy lifestyles are highly effective in raising public awareness and understanding as a means of maintaining long-term health. Increased knowledge about healthy living also positively influences changes in attitudes and habits regarding health management in daily life. Suggestion: Participants are encouraged to adopt a healthy lifestyle that includes regular physical activity (such as morning walks or *Prolanis* aerobics), adequate water intake, at least 6–7 hours of sleep per day, reduced salt and fat consumption, and a diet rich in fruits and vegetables. Community health volunteers are also urged to actively mobilize the elderly population to support *Prolanis* activities and to monitor the health of the elderly in order to reduce the risk of stroke. Keywords: Healthy lifestyle; Non-communicable diseases; Physical activity; Vulnerable groups Pendahuluan: Pola hidup sehat yang meliputi aktivitas fisik yang cukup, pola makan bergizi seimbang, dan kebiasaan istirahat yang baik merupakan faktor penting dalam menjaga kesehatan dan mencegah penyakit tidak menular. Menurut World Health Organization, kurangnya aktivitas fisik dan perilaku sedentari dapat meningkatkan risiko berbagai penyakit seperti hipertensi, diabetes mellitus, dan obesitas. Namun, masih banyak masyarakat yang belum memahami pentingnya penerapan gaya hidup sehat secara konsisten. Oleh karena itu, diperlukan upaya edukasi melalui kegiatan penyuluhan untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat dalam menerapkan pola hidup sehat, khususnya pada kelompok rentan seperti bayi, balita, ibu hamil, dan lansia. Tujuan: Untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya penerapan gaya hidup sebagai upaya pencegahan penyakit tidak menular pada kelompok rentan. Metode: Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan pada tanggal 10 April 2026 pukul 08.00 WIB, di Puskesmas Kenanga Natar. Kegiatan ini melibatkan berbagai kelompok sasaran, yaitu sekitar 65 bayi dan balita, 15 lansia, serta 5 ibu hamil. Kegiatan ini dirancang secara sistematis dan partisipatif langsung yang dibantu media leaflet dan poster. Evaluasi dilakukan berdasarkan observasi terhadap pemahaman dan komitmen dalam menjaga pola hidup sehat setelah kegiatan edukasi. Hasil: Kegiatan sosialisasi berjalan dengan baik dan peserta yang hadir juga antusias dalam mengikuti kegiatan. Hal ini ditunjukkan dengan sebagian besar peserta yang hadir cukup aktif dalam merespons materi yang disosialisasikan. Peningkatan pengetahuan ini juga menjadi panduan peserta mencakup langkah-langkah praktis dan terukur yang dapat diterapkan dalam aktivitas sehari-hari. Selain itu, juga memahami pentingnya melakukan aktivitas fisik seperti melakukan olahraga rutin setidaknya 30 menit per hari atau 150 menit dalam seminggu (misalnya jalan cepat, senam, atau bersepeda). Simpulan: Kegiatan edukasi interaktif langsung tentang pola hidup sehat sangat efektif dalam meningkatkan kesadaran dan pemahaman masyarakat sebagai upaya menjaga kesehatan jangka panjang. Peningkatan pengetahuan tentang pola hidup sehat juga memberikan dampak positif terhadap perubahan sikap dan kebiasaan masyarakat dalam mengelola kesehatan di kehidupan sehari-hari. Saran: Diharapkan kepada peserta yang mengikuti kegiatan ini untuk menerapkan pola hidup sehat, aktifitas fisik yang teratur seperti olahraga (jalan pagi, senam prolanis), cukup minum air putih, tidur minimal 6 -7 jam perhari, kurangi konsumsi garam dan lemak, banyak makan buah dan sayur. Diharapkan juga kepada para kader untuk lebih giat menggerakkan para masyarakat lansia dalam mendukung kegiatan prolanis dan melakukan monitoring kesehatan lansia demi mengurangi risiko stroke.