Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search

Hubungan Pengetahuan dengan Perilaku Pemakaian Alat Pelindung Diri (APD) pada Perawat di Lampung Nova Mega Rukmana; Juniarti Mega Putri; Nana Novariana
Jurnal Ilmu Kesehatan Indonesia (JIKSI) Vol 1, No 2 (2020): JURNAL ILMU KESEHATAN INDONESIA (JIKSI)
Publisher : Univeristas Mitra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Peraturan Menteri Kesehatan RI Nomor 66 tahun 2016 tentang kesehatan keselamatan kerja di Rumah Sakit , menyatakan bahwa Rumah Sakit merupakan tempat kerja yang memiliki risiko tinggi terhadap keselamatan dan kesehatan sumber daya manusia rumah sakit, pasien, pendamping pasien, pengunjung maupun lingkungan Rumah Sakit.Prevalensi hepatitis di provinsi Lampung meningkat dari tahun 2007 yaitu 0,3% menjadi 1% pada tahun 2014 dan prevalensi HIV 66%.Dengan Menggunakan ADP maka akan mencegah timbunya penyakit. Desain penelitian ini adalah analitik observasional analitik dengan pendekatan Cross Sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh tenaga kesehatan di RSIA. Puri Betik Hati Bandar Lampung  , dengan jumlah sampel adalah 35 orang. Uji analisis univariat menggunakan chi-square. Hasil Penelitian diperoleh ada hubungan antara pengetahuan dengan perilaku tenaga kesehatan dalam pemakaian APD (p-value = 0,000 dan OR = 24,7), Saran bagi kepala ruangan untuk meningkatkan pengawasan dalam penggunaan alat pelindung diri secara rutin dalam melakukan pelayanan kesehatan terhadap pasien di RS.Kata Kunci : Pengetahuan, Pemakaian Alat Pelindung Diri, Perawat.
Hubungan Teman Sebaya Terhadap Perilaku Merokok Pada Siswa SMP Negeri di Kabupaten Way Kanan Nana Novariana; Nova Mega Rukmana; Aprilia Supratman
Jurnal Ilmu Kesehatan Indonesia (JIKSI) Vol 3, No 1 (2022): JURNAL ILMU KESEHATAN INDONESIA (JIKSI)
Publisher : Univeristas Mitra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hasil Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) pada tahun 2018 menyatakan bahwa perilaku merokok penduduk Indonesia di usia 15 tahun keatas, sebesar 34,2% meningkat menjadi 36,3% pada tahun 2018. Indonesia khususnya pada daerah Lampung merupakan provinsi dengan jumlah perokok terbesar kedua setelah provinsi Riau yang mencapai 28,7%.  (10 pt). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan  pengaruh teman sebaya terhadap perilaku merokok di SMP Negeri di Way Kanan. Penelitian ini menggunakan desain studi cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VII dan VIII di SMP Negeri di Way Kanan dengan total 62 siswa. Sampel yang digunakan yakni total samping yang berjumlah 62 siswa. Data dikumpulkan dengan menggunakan kuesioner yang dibagikan langsung kepada seluruh responden dan hasil variabel diolah menggunakan analisis univariat, dan analisis bivariat menggunakan tes Chi square. Hasil yang didapatkan menunjukkan bahwa responden dengan pengaruh teman adalah 47 responden (75,8%). Distribusi frekuensi responden yang merokok adalah 32 responden (51,6%). Ada hubungan pengaruh teman sebaya dengan perilaku merokok di siswa kelas VII dan VIII di SMP Negeri di Way Kanan (p value 0,012, OR 6,4). Saran kepada sekolah agar Perlu dilakukannya pengawasan yang ketat oleh pihak sekolah mengenai kebiasaan merokok Siswa serta pemberian sanksi yang tegas bagi mereka yang kedapatan merokok di lingkungan sekolah sehingga diharapakan dapat membuat efek jera bagi Siswa yang lain.Kata Kunci : pengaruh, merokok, remaja
EDUKASI ANAK-ANAK DAN PENGELOLA PANTI TENTANG PENTINGNYA MAKAN BUAH DAN SAYUR DI PANTI ASUHAN KEMALA PUJI BANDAR LAMPUNG TAHUN 2019 Nur Sefa Arief Hermawan; Nova Mega Rukmana; Lisa Yunita; Indah Kusmiantini; Saipul; Latifah; Suriawan
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Ungu( ABDI KE UNGU) Vol. 2 No. 1 (2020): Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Ungu ( ABDI KE UNGU)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Aisyah Pringsewu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Besarnya manfaat buah-buahan dan sayuran segar sebagai sumber vitamin dan mineral telah banyak diketahui masyarakat. Kandungan gizi yang cukup menonjol pada buah-buahan dan sayuran adalah vitamin dan mineral. Untuk vitamin, buah-buahan dan sayuran terutama mengandung banyak vitamin C dan A, di samping vitamin lainnya. Meskipun buah-buahan dan sayuran bukan merupakan sumber mineral utama, beberapa jenis buah dan sayur ada yang mengandung zat besi, kalium, fosfor dan lain-lain. Namun akhir-akhir ini karena adanya perubahan gaya hidup dan kemajuan teknologi melalui aplikasi pesan antar makanan secara tidak langsung menyebabkan berkurangnya konsumsi sayuran dan buah-buahan di masyarakat kita utamanya perkotaan dan keadaan tersebut juga diikuti dengan pergeseran pola penyakit menular menjadi penyakit tidak menular atau degeneratif termasuk didalamnya masalah gizi (Surahman, 2004) Masalah gizi dapat terjadi pada hampir seluruh kelompok usia termasuk didalamnya anak-anak usia prasekolah dan usia sekolah. Selain itu adanya penyakit anemia gizi besi, kekurangan iodium dan kekurangan vitamin A dan C juga disebabkan oleh kurangnya asupan konsumsi vitamin dan mineral dalam makanannya. Atas dasar itulah Penyuluh dan team anggota bermaksud mengadakan penyuluhan mengenai pentingnya buah dan sayur bagi anak-anak di Panti Asuhan Kemala Puji Bandar Lampung agar pihak pengelola Panti dapat memiliki upaya dan mendorong anak-anak Panti agar mau mengkonsumsi buah dan sayuran secara teratur setelah mengetahui manfaat buah dan sayur tersebut. Kegiatan edukasi penyuluhan kesehatan ini menggunakan pres test dan post test mengenai pengetahuan anak-anak dan pengelola Panti Asuhan mengenai pentingnya buah dan sayuran. Agar penyuluhan menarik kami memberikan hadiah door proze bagi peserta yang dapat nilai tertinggi dan dapat menjawab pertanyaan yang diajukan penyuluh Hasil kegiatan pengabdian masyarakat menunjukkan bahwa ada pengaruh edukasi pentingnya makan buah dan sayur pada anak-anak dan pengelola Panti Asuhan Kemala Puji Bandar Lampung. Kegiatan Pengabdian pada masyarakat ini diharapkan pengelola Panti sebagai pihak yang menyediakan makanan sehari-hari bagi anak-anak Panti dapat lebih memiliki motivasi dan pengetahuan yang baik dalam memenuhi kecukupan konsumsi buah dan sayur yang selama ini masih belum optimal diberikan.
EDUKASI IBU IBU PKK TENTANG TANDA GEJALA KLIMAKTERIUM DAN MENOPAUSE DI DESA IRING MULYO KECAMATAN METRO TIMUR TAHUN 2020 Nurul Aziza; Nova Mega Rukmana; Bunga Gita; Dessi Utami; Tri Wulandari; Reka Aprilia; Anisah Septiani
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Ungu( ABDI KE UNGU) Vol. 2 No. 2 (2020): Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Ungu ( ABDI KE UNGU)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Aisyah Pringsewu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Masa klimakterium yaitu masa peralihan dalam kehidupan normal seorang wanita sebelum senium yang mulai dan aktif masa reproduktif dan kehidupan sampai masa non-reproduktif. Menopause adalah henti darah haid yang terakhir yang terjadi dalam masa klimakterium dan hormon estrogen tidak dibentuk lagi jadi merupakan satu titik waktu dalam masa tersebut. Namun, munculnya rasa kekhawatiran yang berlebihan itu menyebabkan mereka sangat sulit menjalani masa ini. Keluhan ketidak nyamanan ini bisa disikapi secara berbeda pada setiap wanita. Apabila wanita dapat berfikir positif maka berbagai keluhan dapat dilalui dengan lebih mudah. Apabila wanita tersebut berfikir negatif maka keluhan yang muncul semakin memberatkan dan menekan hidupnya. Berdasarkan penjelesan tersebut, sangat penting untuk memberikan informasi secara dini dan benar tentang bagaimana tanda gejala Klimakterium Dan Menopause sehingga ibu PKK tidak perlu khawatr tentang hal tersebut. Apalagi, informasi atau pengetahun yang bisa diperoleh masyarakat mengenai hal ini sangat terbatas. Kegiatan edukasi penyuluhan kesehatan ini menggunakan pre test dan post test mengenai tanda dan gejala Klimakterium dan Menopause. Hasil kegiatan pengabdian masyarakat menunjukkan bahwa ada pengaruh pentingnya edukasi tanda gejala Klimakterium Dan Menopause Di Desa Iring Mulyo Kecamatan Metro Timur. Kegiatan Pengabdian ini diharapkan para ibu ibu PKK dapat memahami tanda dan gejala Klimakterium dan mengetahui penatalaksanaan tanda gejala menopause tanpa kecemasan berlebihan
Hubungan Pengetahuan dengan Perilaku Pemakaian Alat Pelindung Diri (APD) pada Perawat di Lampung Nova Mega Rukmana; Juniarti Mega Putri; Nana Novariana
Jurnal Ilmu Kesehatan Indonesia Vol 1, No 2 (2020): JURNAL ILMU KESEHATAN INDONESIA (JIKSI)
Publisher : Univeristas Mitra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Peraturan Menteri Kesehatan RI Nomor 66 tahun 2016 tentang kesehatan keselamatan kerja di Rumah Sakit , menyatakan bahwa Rumah Sakit merupakan tempat kerja yang memiliki risiko tinggi terhadap keselamatan dan kesehatan sumber daya manusia rumah sakit, pasien, pendamping pasien, pengunjung maupun lingkungan Rumah Sakit.Prevalensi hepatitis di provinsi Lampung meningkat dari tahun 2007 yaitu 0,3% menjadi 1% pada tahun 2014 dan prevalensi HIV 66%.Dengan Menggunakan ADP maka akan mencegah timbunya penyakit. Desain penelitian ini adalah analitik observasional analitik dengan pendekatan Cross Sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh tenaga kesehatan di RSIA. Puri Betik Hati Bandar Lampung  , dengan jumlah sampel adalah 35 orang. Uji analisis univariat menggunakan chi-square. Hasil Penelitian diperoleh ada hubungan antara pengetahuan dengan perilaku tenaga kesehatan dalam pemakaian APD (p-value = 0,000 dan OR = 24,7), Saran bagi kepala ruangan untuk meningkatkan pengawasan dalam penggunaan alat pelindung diri secara rutin dalam melakukan pelayanan kesehatan terhadap pasien di RS.Kata Kunci : Pengetahuan, Pemakaian Alat Pelindung Diri, Perawat.
Hubungan Teman Sebaya Terhadap Perilaku Merokok Pada Siswa SMP Negeri di Kabupaten Way Kanan Nana Novariana; Nova Mega Rukmana; Aprilia Supratman
Jurnal Ilmu Kesehatan Indonesia Vol 3, No 1 (2022): JURNAL ILMU KESEHATAN INDONESIA (JIKSI)
Publisher : Univeristas Mitra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hasil Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) pada tahun 2018 menyatakan bahwa perilaku merokok penduduk Indonesia di usia 15 tahun keatas, sebesar 34,2% meningkat menjadi 36,3% pada tahun 2018. Indonesia khususnya pada daerah Lampung merupakan provinsi dengan jumlah perokok terbesar kedua setelah provinsi Riau yang mencapai 28,7%.  (10 pt). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan  pengaruh teman sebaya terhadap perilaku merokok di SMP Negeri di Way Kanan. Penelitian ini menggunakan desain studi cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VII dan VIII di SMP Negeri di Way Kanan dengan total 62 siswa. Sampel yang digunakan yakni total samping yang berjumlah 62 siswa. Data dikumpulkan dengan menggunakan kuesioner yang dibagikan langsung kepada seluruh responden dan hasil variabel diolah menggunakan analisis univariat, dan analisis bivariat menggunakan tes Chi square. Hasil yang didapatkan menunjukkan bahwa responden dengan pengaruh teman adalah 47 responden (75,8%). Distribusi frekuensi responden yang merokok adalah 32 responden (51,6%). Ada hubungan pengaruh teman sebaya dengan perilaku merokok di siswa kelas VII dan VIII di SMP Negeri di Way Kanan (p value 0,012, OR 6,4). Saran kepada sekolah agar Perlu dilakukannya pengawasan yang ketat oleh pihak sekolah mengenai kebiasaan merokok Siswa serta pemberian sanksi yang tegas bagi mereka yang kedapatan merokok di lingkungan sekolah sehingga diharapakan dapat membuat efek jera bagi Siswa yang lain.Kata Kunci : pengaruh, merokok, remaja
The Effect of Mass Toothbrushing Demonstration Method Extension on Improving Elementary School Students' Knowledge Devi Octavia Nugrahani; Nana Novariana; Nova Mega Rukmana
PROMOTOR Vol. 9 No. 2 (2026): APRIL
Publisher : Universitas Ibn Khaldun Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/pro.v9i2.1923

Abstract

Dental and oral health problems remain a major issue among elementary school-aged children, particularly in East Lampung Regency, which has a relatively high prevalence of dental caries. One of the main contributing factors is the low level of children's knowledge regarding proper dental hygiene practices. This study aims to determine the effect of oral and dental health education using a mass toothbrushing demonstration method on improving students’ knowledge at State Elementary School 1 Labuhan Ratu VII. The study employed a pre-experimental design with a one-group pre-test post-test approach. A total of 58 students from grades III and IV were selected using a total sampling technique. The instrument used was a knowledge questionnaire administered before and after the educational intervention, and the data were analyzed using the Wilcoxon test. The results showed a significant increase in knowledge, with a p-value of 0.000 (p < 0.05), where the majority of students shifted from the “low” to “moderate” and “high” knowledge categories.
Sosialisasi perilaku hidup sehat dan aktivitas fisik pada lansia Syiefa Renanda Surya; Nova Mega Rukmana; Rustika Rustika; Delva Selviya; Serli Restina
JOURNAL of Public Health Concerns Vol. 6 No. 4 (2026): JOURNAL of Public Health Concerns
Publisher : Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerja sama dengan: Unit Penelitian dan Pengabdian Kep Akademi Keperawatan Baitul Hikmah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/phc.v6i4.3353

Abstract

Background: A healthy lifestyle comprising adequate physical activity, a balanced diet, and good rest habitsis crucial for maintaining health and preventing non-communicable diseases. According to the World Health Organization, a lack of physical activity and sedentary behavior can increase the risk of various conditions, such as hypertension, diabetes mellitus, and obesity. However, many people still do not fully grasp the importance of consistently adopting a healthy lifestyle. Therefore, educational outreach is needed to enhance public knowledge and awareness regarding healthy living, particularly among vulnerable groups such as infants, toddlers, pregnant women, and the elderly. Purpose: To increase public knowledge and awareness regarding the importance of adopting a healthy lifestyle as a means of preventing non-communicable diseases among vulnerable groups. Method: This community service activity was conducted on April 10, 2026, at 08:00 WIB at the Kenanga Natar Community Health Center (Puskesmas). The activity involved various target groups, comprising approximately 65 infants and toddlers, 15 elderly individuals, and 5 pregnant women. The session was designed to be systematic and participatory, utilizing leaflets and posters as educational aids. Evaluation was based on observations of participants' understanding and their commitment to maintaining a healthy lifestyle following the educational session. Results: The outreach activity proceeded successfully, with enthusiastic participation from the attendees. This was evidenced by the fact that the majority of participants actively engaged with the material presented. The knowledge gained serves as a guide, offering practical and measurable steps that can be applied in daily life. Furthermore, participants gained an understanding of the importance of physical activity—such as regular exercise for at least 30 minutes a day or 150 minutes a week (e.g., brisk walking, aerobics, or cycling). Conclusion: Direct, interactive educational activities regarding healthy lifestyles are highly effective in raising public awareness and understanding as a means of maintaining long-term health. Increased knowledge about healthy living also positively influences changes in attitudes and habits regarding health management in daily life. Suggestion: Participants are encouraged to adopt a healthy lifestyle that includes regular physical activity (such as morning walks or *Prolanis* aerobics), adequate water intake, at least 6–7 hours of sleep per day, reduced salt and fat consumption, and a diet rich in fruits and vegetables. Community health volunteers are also urged to actively mobilize the elderly population to support *Prolanis* activities and to monitor the health of the elderly in order to reduce the risk of stroke. Keywords: Healthy lifestyle; Non-communicable diseases; Physical activity; Vulnerable groups Pendahuluan: Pola hidup sehat yang meliputi aktivitas fisik yang cukup, pola makan bergizi seimbang, dan kebiasaan istirahat yang baik merupakan faktor penting dalam menjaga kesehatan dan mencegah penyakit tidak menular. Menurut World Health Organization, kurangnya aktivitas fisik dan perilaku sedentari dapat meningkatkan risiko berbagai penyakit seperti hipertensi, diabetes mellitus, dan obesitas. Namun, masih banyak masyarakat yang belum memahami pentingnya penerapan gaya hidup sehat secara konsisten. Oleh karena itu, diperlukan upaya edukasi melalui kegiatan penyuluhan untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat dalam menerapkan pola hidup sehat, khususnya pada kelompok rentan seperti bayi, balita, ibu hamil, dan lansia. Tujuan: Untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya penerapan gaya hidup sebagai upaya pencegahan penyakit tidak menular pada kelompok rentan. Metode: Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan pada tanggal 10 April 2026 pukul 08.00 WIB, di Puskesmas Kenanga Natar. Kegiatan ini melibatkan berbagai kelompok sasaran, yaitu sekitar 65 bayi dan balita, 15 lansia, serta 5 ibu hamil. Kegiatan ini dirancang secara sistematis dan partisipatif langsung yang dibantu media leaflet dan poster. Evaluasi dilakukan berdasarkan observasi terhadap pemahaman dan komitmen dalam menjaga pola hidup sehat setelah kegiatan edukasi. Hasil: Kegiatan sosialisasi berjalan dengan baik dan peserta yang hadir juga antusias dalam mengikuti kegiatan. Hal ini ditunjukkan dengan sebagian besar peserta yang hadir cukup aktif dalam merespons materi yang disosialisasikan. Peningkatan pengetahuan ini juga menjadi panduan peserta mencakup langkah-langkah praktis dan terukur yang dapat diterapkan dalam aktivitas sehari-hari. Selain itu, juga memahami pentingnya melakukan aktivitas fisik seperti melakukan olahraga rutin setidaknya 30 menit per hari atau 150 menit dalam seminggu (misalnya jalan cepat, senam, atau bersepeda). Simpulan: Kegiatan edukasi interaktif langsung tentang pola hidup sehat sangat efektif dalam meningkatkan kesadaran dan pemahaman masyarakat sebagai upaya menjaga kesehatan jangka panjang. Peningkatan pengetahuan tentang pola hidup sehat juga memberikan dampak positif terhadap perubahan sikap dan kebiasaan masyarakat dalam mengelola kesehatan di kehidupan sehari-hari. Saran: Diharapkan kepada peserta yang mengikuti kegiatan ini untuk menerapkan pola hidup sehat, aktifitas fisik yang teratur seperti olahraga (jalan pagi, senam prolanis), cukup minum air putih, tidur minimal 6 -7 jam perhari, kurangi konsumsi garam dan lemak, banyak makan buah dan sayur. Diharapkan juga kepada para kader untuk lebih giat menggerakkan para masyarakat lansia dalam mendukung kegiatan prolanis dan melakukan monitoring kesehatan lansia demi mengurangi risiko stroke.