Lili Rahmadani
ITKes Muhammadiyah Sidrap

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Senyum ceria tanpa karies melalui edukasi menyikat gigi yang baik dan benar pada anak Rezki Dirman; Utari Zulkaidah; Roni Roni; Lili Rahmadani
JOURNAL of Public Health Concerns Vol. 6 No. 4 (2026): JOURNAL of Public Health Concerns
Publisher : Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerja sama dengan: Unit Penelitian dan Pengabdian Kep Akademi Keperawatan Baitul Hikmah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/phc.v6i4.3640

Abstract

Background: Oral health is an essential aspect of general health that often receives insufficient attention, despite its significant impact on quality of life, particularly among elementary school-aged children. Health education programs that combine practical elements with hands-on simulations can provide a deeper learning experience and enhance students' understanding and skills regarding oral hygiene. Purpose: To improve oral health knowledge through education and hands-on practical guidance. Method: This community service activity was conducted on April 17, 2026, at SDN 270 Lebani (Lebani State Elementary School 270) in Lebani Village, North Belopa District, Luwu Regency. The activity aimed to impart knowledge and provide direct guidance on maintaining oral health by demonstrating proper tooth-brushing techniques. A total of 170 students from grades I through VI participated as respondents. The educational session employed a participatory educational approach, demonstrations, and hands-on practical guidance. Measurement parameters involved subjective observations to assess respondents' knowledge regarding the correct times to brush their teeth, improvements in their brushing technique skills, and their commitment to practicing these habits at home. Evaluation of the educational and guidance activities was based on observations and is presented descriptively. Results: This activity helped students more easily understand the timing, techniques, and benefits of tooth brushing. Regarding knowledge, the activity improved understanding of what constitutes clean and healthy teeth, the causes of dental pain, and prevention methods. In terms of benefits, it fostered awareness and independence in children regarding the adoption of good habits from an early age and improved their ability to focus on learning without the distraction of dental pain. Conclusion: Educating elementary school students on proper tooth brushing is a relevant health promotion and prevention activity for improving oral health literacy and establishing habits early on. Interactive education, demonstrations, and supervised practice complemented by quizzes can help students more easily grasp the timing, techniques, and benefits of tooth brushing. Suggestion: This program is expected to be integrated into school extracurricular activities and repeated periodically with the support of teachers and parents. Keywords: Caries; Children; Health education; Healthy teeth; Tooth brushing Pendahuluan: Kesehatan gigi dan mulut merupakan aspek esensial dari kesehatan umum yang sering kali kurang mendapat perhatian, padahal memiliki dampak signifikan terhadap kualitas hidup, terutama pada anak-anak usia sekolah dasar. Program pendidikan kesehatan yang menggabungkan elemen praktis dan simulasi langsung dapat memberikan pengalaman belajar yang lebih mendalam dan meningkatkan pemahaman serta keterampilan siswa dalam merawat kesehatan gigi mereka. Tujuan: Untuk meningkatkan pengetahuan kesehatan gigi dan mulut melalui edukasi dan pendampingan praktik langsung. Metode: Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilaksanakan pada tanggal 17 April 2026 di SDN 270 Lebani Desa Lebani Kecamatan Belopa Utara Kabupaten Luwu. Sasaran kegiatan ini adalah memberikan pengetahuan dan bimbingan langsung dalam menjaga kesehatan gigi dengan melakukan perawatan menggosok gigi yang benar. Melibatkan sebanyak 170 siswa kelas I sampai VI untuk menjadi responden. Kegiatan penyuluhan menggunakan pendekatan edukatif-partisipatif, demonstrasi, dan pendampingan praktik langsung. Parameter ukur kegiatan melalui observasi subyektif untuk menilai pengetahuan responden dalam menyebutkan waktu menyikat gigi yang benar, peningkatan keterampilan responden melakukan teknik menyikat gigi, dan komitmen untuk melakukan praktik di rumah. Evaluasi berdasarkan observasi terhadap pencapaian kegiatan edukasi dan pendampingan disampaikan secara deskriptif. Hasil: Kegiatan ini membantu siswa memahami waktu, teknik, dan manfaat menyikat gigi dengan lebih mudah. Berdasarkan aspek pengetahuan adalah meningkatkan pengetahuan tentang pengertian gigi yang bersih dan sehat, penyebab sakit pada gigi, dan pencegahannya. Sedangkan berdasarkan aspek manfaat adalah membentuk kesadaran dan kemandirian anak dalam menerapkan kebiasaan baik sejak dini serta meningkatkan fokus anak saat belajar tanpa terganggu rasa sakit pada gigi. Simpulan: Edukasi menyikat gigi yang baik dan benar pada siswa sekolah dasar merupakan kegiatan promotif dan preventif yang relevan untuk meningkatkan literasi kesehatan gigi dan membentuk kebiasaan sejak dini. Edukasi interaktif, demonstrasi, dan praktik dengan pendampingan yang disertai kuis dapat membantu siswa memahami waktu, teknik, dan manfaat menyikat gigi dengan lebih mudah. Saran: Program ini diharapkan untuk diintegrasikan dalam kegiatan ekstrakulikuler sekolah dan diulang secara berkala dengan dukungan guru serta orang tua.