Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

PEMERIKSAAN DMF-T UNTUK PENCEGAHAN KARIES LEBIH LANJUT DI SMP MUHAMMADIYAH PANGSID Utari Zulkaidah; Arsad Arsad; Rezki Dirman; Sultan Amin Yasin; Yulistina Yulistina; Haderiah Haderiah; Juwita Husaini
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2025): Volume 6 No. 1 Tahun 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v6i1.42149

Abstract

Karies merupakan penyakit yang mengakibatkan kerusakan jaringan gigi yang progresif. Pada  stadium awal karies tidak menimbulkan rasa nyeri namun pada stadium lanjut dapat menyebabkan  nyeri, baik pada gigi terkena maupun pada area sekitar gigi. Hasil riset kesehatan dasar menunjukan bahwa prevalensi karies penduduk Indonesia sebesar 72,6%, dengan kecenderungan indeks DMF-T 4,5. Indeks DMF-T merupakan indikator yang secara luas digunakan menilai karies dalam suatu populasi. Indeks DMF-T merupakan indeks irreversible yang mengukur pengalaman karies berdasarkan jumlah gigi yang karies (Decay), gigi yang hilang (Missing), dan gigi  yang ditumpat (Filling) melalui pemeriksaan menyeluruh. Pengabdian masyarakat ini bertempat di SMP Muhammadiyah Pangsid. Kegiatan penyuluhan menggunakan phantom dengan dilanjutkan pengambilan data DMF-T. Hasil pengabdian bahwa tingkat kejadian karies gigi pada kelas 7 dengan kategori sedang sedangkan pada kelas 8 dengan kategori sangat rendah. Kesimpulan perlu adanya program berkesinambungan untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran siswa akan pentingnya menjaga kebersihan gigi dan mulut.
Penyuluhan kesehatan gigi dan mulut menggunakan media poster pada siswa Sekolah Dasar Utari Zulkaidah; Rezki Dirman; Sultan Amin Yasin; Supiana Supiana
JOURNAL of Public Health Concerns Vol. 6 No. 4 (2026): JOURNAL of Public Health Concerns
Publisher : Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerja sama dengan: Unit Penelitian dan Pengabdian Kep Akademi Keperawatan Baitul Hikmah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/phc.v6i4.3635

Abstract

Background: Oral health is a crucial component of general health that supports a child's growth and development. However, oral diseases particularly dental caries remain prevalent health issues among school-aged children. Purpose: To enhance students' knowledge regarding oral hygiene and the prevention of oral diseases through the use of posters. Method: The community service activity was carried out on Saturday, April 18, 2026, at Elementary School 34 Paconne, North Belopa District, Luwu Regency, South Sulawesi. The initiative aimed to impart knowledge and teach oral hygiene practices to children, involving 40 students from SD 34 Paconne as participants. Knowledge levels were assessed using questionnaires administered before (pre-test) and after (post-test) the educational session. Evaluation was carried out through direct observation and descriptive analysis, comparing pre-test and post-test scores regarding oral health. Results: A shift in students' knowledge levels was observed following the poster-based educational activity; students participated enthusiastically, engaged actively in the Q&A session, and successfully demonstrated correct tooth-brushing techniques. There was a marked improvement in the students' oral health knowledge: the proportion of students with a "good" level of knowledge rose from 20.0% prior to the activity to 75.0% afterward. Conclusion: The educational activity regarding oral hygiene and the prevention of oral diseases, utilizing posters as a medium, proved highly effective among elementary school students. The activity was successfully conducted and received a positive response from the students. Posters helped enhance the students' knowledge of oral health, while demonstrations and a mass tooth-brushing session provided hands-on practical experience. This activity is expected to foster oral hygiene habits among elementary school students from an early age. Suggestion: It is recommended that similar activities be conducted on a continuous basis and integrated with the School Dental Health Program (UKGS) in elementary schools. This approach aims to instill healthy lifestyle habits early on, ensuring long-term benefits. Keywords: Dental disease prevention; Health education; Oral health; Posters Pendahuluan: Kesehatan gigi dan mulut merupakan bagian penting dari kesehatan umum yang berperan dalam mendukung pertumbuhan dan perkembangan anak. Namun, penyakit gigi dan mulut, terutama karies gigi, masih menjadi masalah kesehatan yang banyak ditemukan pada anak usia sekolah. Tujuan: Untuk meningkatkan pengetahuan siswa mengenai pemeliharaan dan pencegahan penyakit gigi dan mulut melalui media poster. Metode: Kegiatan pengabdian masyarakat dilaksanakan pada hari Sabtu, 18 April 2026 di Sekolah Dasar 34 Paconne, Kecamatan Belopa Utara, Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan. Sasaran kegiatan ini adalah memberikan pengetahuan dan cara menjaga kesehatan gigi dan mulut pada anak. Melibatkan 40 siswa SD 34 Paconne untuk menjadi responden. Penilaian tingkat pengetahuan responden menggunakan kuesioner yang diberikan sebelum kegiatan edukasi (pre-test) dan setelah kegiatan edukasi (post-test). Evaluasi dilakukan melalui observasi langsung dan secara deskriptif dengan melihat peningkatan pengetahuan responden antara nilai pre-test terhadap nilai post-test terkait kesehatan gigi dan mulut dalam kegiatan pengabdian ini. Hasil: Adanya perubahan tingkat pengetahuan siswa sebelum dan sesudah dilakukan kegiatan edukasi menggunakan media poster, siswa mengikuti kegiatan dengan antusias, aktif dalam sesi tanya jawab, serta mampu mempraktikkan teknik menyikat gigi yang benar. Terdapat peningkatan pengetahuan responden tentang kesehatan gigi dan mulut, dimana responden yang memiliki pengetahuan dalam kategori baik sebelum kegiatan edukasi hanya sebesar 20.0% dan setelah kegiatan edukasi menjadi sebesar 75.0%. Simpulan: Kegiatan penyuluhan pemeliharaan dan pencegahan penyakit gigi dan mulut menggunakan media poster sangat efektif pada siswa Sekolah Dasar. Kegiatan terlaksana dengan baik dan mendapat respons positif dari siswa. Media poster membantu meningkatkan pengetahuan siswa mengenai kesehatan gigi dan mulut, sedangkan demonstrasi dan sikat gigi massal memberikan pengalaman praktik secara langsung. Kegiatan ini diharapkan dapat mendukung terbentuknya perilaku pemeliharaan kesehatan gigi dan mulut sejak dini pada siswa Sekolah Dasar. Saran: Diharapkan kegiatan serupa perlu dilaksanakan secara berkelanjutan dan diintegrasikan dengan program Usaha Kesehatan Gigi Sekolah (UKGS) di Sekolah Dasar agar dapat menanamkan pola hidup sehat sejak dini sehingga dampaknya dapat dirasakan secara jangka panjang.
Senyum ceria tanpa karies melalui edukasi menyikat gigi yang baik dan benar pada anak Rezki Dirman; Utari Zulkaidah; Roni Roni; Lili Rahmadani
JOURNAL of Public Health Concerns Vol. 6 No. 4 (2026): JOURNAL of Public Health Concerns
Publisher : Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerja sama dengan: Unit Penelitian dan Pengabdian Kep Akademi Keperawatan Baitul Hikmah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/phc.v6i4.3640

Abstract

Background: Oral health is an essential aspect of general health that often receives insufficient attention, despite its significant impact on quality of life, particularly among elementary school-aged children. Health education programs that combine practical elements with hands-on simulations can provide a deeper learning experience and enhance students' understanding and skills regarding oral hygiene. Purpose: To improve oral health knowledge through education and hands-on practical guidance. Method: This community service activity was conducted on April 17, 2026, at SDN 270 Lebani (Lebani State Elementary School 270) in Lebani Village, North Belopa District, Luwu Regency. The activity aimed to impart knowledge and provide direct guidance on maintaining oral health by demonstrating proper tooth-brushing techniques. A total of 170 students from grades I through VI participated as respondents. The educational session employed a participatory educational approach, demonstrations, and hands-on practical guidance. Measurement parameters involved subjective observations to assess respondents' knowledge regarding the correct times to brush their teeth, improvements in their brushing technique skills, and their commitment to practicing these habits at home. Evaluation of the educational and guidance activities was based on observations and is presented descriptively. Results: This activity helped students more easily understand the timing, techniques, and benefits of tooth brushing. Regarding knowledge, the activity improved understanding of what constitutes clean and healthy teeth, the causes of dental pain, and prevention methods. In terms of benefits, it fostered awareness and independence in children regarding the adoption of good habits from an early age and improved their ability to focus on learning without the distraction of dental pain. Conclusion: Educating elementary school students on proper tooth brushing is a relevant health promotion and prevention activity for improving oral health literacy and establishing habits early on. Interactive education, demonstrations, and supervised practice complemented by quizzes can help students more easily grasp the timing, techniques, and benefits of tooth brushing. Suggestion: This program is expected to be integrated into school extracurricular activities and repeated periodically with the support of teachers and parents. Keywords: Caries; Children; Health education; Healthy teeth; Tooth brushing Pendahuluan: Kesehatan gigi dan mulut merupakan aspek esensial dari kesehatan umum yang sering kali kurang mendapat perhatian, padahal memiliki dampak signifikan terhadap kualitas hidup, terutama pada anak-anak usia sekolah dasar. Program pendidikan kesehatan yang menggabungkan elemen praktis dan simulasi langsung dapat memberikan pengalaman belajar yang lebih mendalam dan meningkatkan pemahaman serta keterampilan siswa dalam merawat kesehatan gigi mereka. Tujuan: Untuk meningkatkan pengetahuan kesehatan gigi dan mulut melalui edukasi dan pendampingan praktik langsung. Metode: Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilaksanakan pada tanggal 17 April 2026 di SDN 270 Lebani Desa Lebani Kecamatan Belopa Utara Kabupaten Luwu. Sasaran kegiatan ini adalah memberikan pengetahuan dan bimbingan langsung dalam menjaga kesehatan gigi dengan melakukan perawatan menggosok gigi yang benar. Melibatkan sebanyak 170 siswa kelas I sampai VI untuk menjadi responden. Kegiatan penyuluhan menggunakan pendekatan edukatif-partisipatif, demonstrasi, dan pendampingan praktik langsung. Parameter ukur kegiatan melalui observasi subyektif untuk menilai pengetahuan responden dalam menyebutkan waktu menyikat gigi yang benar, peningkatan keterampilan responden melakukan teknik menyikat gigi, dan komitmen untuk melakukan praktik di rumah. Evaluasi berdasarkan observasi terhadap pencapaian kegiatan edukasi dan pendampingan disampaikan secara deskriptif. Hasil: Kegiatan ini membantu siswa memahami waktu, teknik, dan manfaat menyikat gigi dengan lebih mudah. Berdasarkan aspek pengetahuan adalah meningkatkan pengetahuan tentang pengertian gigi yang bersih dan sehat, penyebab sakit pada gigi, dan pencegahannya. Sedangkan berdasarkan aspek manfaat adalah membentuk kesadaran dan kemandirian anak dalam menerapkan kebiasaan baik sejak dini serta meningkatkan fokus anak saat belajar tanpa terganggu rasa sakit pada gigi. Simpulan: Edukasi menyikat gigi yang baik dan benar pada siswa sekolah dasar merupakan kegiatan promotif dan preventif yang relevan untuk meningkatkan literasi kesehatan gigi dan membentuk kebiasaan sejak dini. Edukasi interaktif, demonstrasi, dan praktik dengan pendampingan yang disertai kuis dapat membantu siswa memahami waktu, teknik, dan manfaat menyikat gigi dengan lebih mudah. Saran: Program ini diharapkan untuk diintegrasikan dalam kegiatan ekstrakulikuler sekolah dan diulang secara berkala dengan dukungan guru serta orang tua.