Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pengaruh Fear of Missing Out (FOMO) dan Online Customer Review terhadap Keputusan Pembelian Impulsif Konsumen pada Platform E-Commerce Shopee: The Influence of Fear of Missing Out (FOMO) and Online Customer Reviews on Consumer Impulse Purchasing Decisions on the Shopee E-Commerce Platform Grestin Analia Br Togatorop; Nisa Artia Nababan; Regita Cahyani Br Karo Sekali; Rosana Vanessa Girsang; Wiko Prayoga; Zulaika Rahma; Zulkarnain Siregar
Jurnal Kolaboratif Sains (Special Issue) Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) - Juni 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v9i6.11803

Abstract

tudi ini mengkaji bagaimana Fear of Missing Out (FOMO) dan Online Customer Review (OCR) memengaruhi kecenderungan pembelian impulsif pada pengguna platform e-commerce Shopee. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif melalui telaah literatur terhadap berbagai sumber ilmiah yang relevan. Hasil analisis menunjukkan bahwa FOMO berperan sebagai pemicu psikologis yang mendorong konsumen bertindak cepat karena adanya kekhawatiran melewatkan penawaran yang bersifat terbatas. Sementara itu, OCR berfungsi sebagai sumber informasi sekaligus validasi sosial yang membantu membentuk kepercayaan terhadap produk. Ulasan positif, rating tinggi, serta pengalaman pengguna lain terbukti mempercepat proses pengambilan keputusan. Lebih lanjut, kedua faktor tersebut saling berinteraksi dalam menciptakan kondisi yang mendorong terjadinya pembelian impulsif. FOMO menghadirkan dorongan emosional, sedangkan OCR memperkuat keyakinan konsumen terhadap keputusan yang diambil. Temuan ini menegaskan bahwa perilaku pembelian impulsif di lingkungan digital tidak hanya dipengaruhi oleh kebutuhan, tetapi juga oleh faktor psikologis dan sosial yang terintegrasi dalam sistem platform.
Dampak Isu Keamanan Pangan terhadap Penurunan Minat Beli dan Perilaku Konsumen: Studi Kasus Roti Aoka Tahun 2024 Yurida Aulia; Jelitha Betsyeba; Wulan Erdianti Putri; Windah Frawyta Lestary Sinaga; Gita Tri Novel Pandiangan; Wiko Prayoga; Hendra Saputra
Journal of Accounting Law Communication and Technology Vol. 3 No. 1 (2026): Januari 2026
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jalakotek.v3i1.7476

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak isu keamanan pangan terhadap minat beli dan perubahan perilaku konsumen pada kasus Roti Aoka tahun 2024. Isu yang menyebutkan bahwa produk tersebut mengandung bahan pengawet berbahaya (diduga natrium dehidroasetat) menyebar cepat melalui media sosial dan memicu kekhawatiran publik. Meskipun BPOM pada 28 Juni 2024 menyatakan bahwa Roti Aoka aman dikonsumsi, persepsi negatif konsumen tetap bertahan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dengan kuesioner online yang melibatkan 35 responden. Hasil menunjukkan bahwa 77,1% responden mengetahui isu dari media sosial, dan 68,6% masih meragukan keamanan produk pasca-klarifikasi BPOM. Dampak signifikan terlihat pada minat beli: 34,3% responden berhenti membeli dan 37,1% mengurangi frekuensi pembelian. Perubahan perilaku meliputi meningkatnya kebiasaan membaca label (77,1%), peralihan ke merek alternatif (62,9%), dan peningkatan persepsi risiko. Temuan ini konsisten dengan Theory of Planned Behavior dan teori krisis reputasi yang menekankan pengaruh persepsi risiko terhadap keputusan pembelian. Penelitian ini menegaskan pentingnya strategi komunikasi krisis yang cepat, transparan, dan efektif untuk memulihkan kepercayaan konsumen.