Pesatnya perkembangan social commerce di Indonesia, khususnya melalui fitur live shopping TikTok Shop, telah menggeser pola konsumsi tradisional menuju penemuan produk berbasis konten interaktif yang memicu kecenderungan pembelian impulsif. Penelitian ini bertujuan memetakan determinan, mekanisme psikologis, serta konteks regulasi yang membentuk fenomena tersebut. Metode yang digunakan adalah tinjauan literatur kualitatif dengan analisis tematik terhadap data sekunder dari jurnal ilmiah nasional dan internasional. Hasil penelitian mengungkap bahwa stimulus digital berupa tekanan waktu, kelangkaan stok, dan personalisasi algoritma mengaktifkan respons afektif yang memperpendek evaluasi kognitif dalam kerangka Stimulus-Organism-Response. Interaksi parasosial dan persepsi kehadiran sosial teridentifikasi sebagai mediator utama yang mengalihkan basis kepercayaan konsumen, terutama pada Generasi Z. Simpulan penelitian menunjukkan bahwa integrasi dinamika parasosial secara signifikan memperluas model perilaku konsumen konvensional dengan perspektif kesejahteraan. Implikasi praktis menekankan pentingnya penerapan desain platform yang etis dan transparan, serta penguatan kebijakan perlindungan konsumen oleh regulator. Disarankan pula penelitian lanjutan menggunakan pendekatan kuantitatif atau eksperimen untuk menguji validitas empiris mekanisme psikologis serta dampak jangka panjangnya terhadap stabilitas finansial konsumen.