p-Index From 2021 - 2026
0.778
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Karimah Tauhid
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Analisis Penetapan Lokasi Industri untuk Produk Kopi Siap Minum (Ready To Drink/RTD) Siti Amelia Fauziah; Delfitriani
Karimah Tauhid Vol. 5 No. 7 (2026): Karimah Tauhid
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/karimahtauhid.v5i7.25173

Abstract

Industri kopi siap minum (Ready To Drink/RTD) di Indonesia menunjukkan pertumbuhan yang signifikan, dengan nilai pasar mencapai US$ 1,79 miliar pada tahun 2024 dan diproyeksikan tumbuh hingga US$ 3,55 miliar pada tahun 2033. Namun, pemilihan lokasi industri yang tepat merupakan faktor kritis yang belum banyak dikaji secara kuantitatif untuk produk kopi RTD berbasis gula aren. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan lokasi industri kopi RTD yang paling optimal di antara tiga kandidat (Bandung, Bogor, dan Cirebon) menggunakan pendekatan kuantitatif multi-metode. Data dikumpulkan melalui kuesioner pembobotan kriteria dari responden yang relevan, mencakup lima kriteria utama: bahan baku, transportasi, tenaga kerja, biaya lahan, dan pasar. Analisis dilakukan menggunakan tiga metode, yaitu Metode Perbandingan Eksponensial (MPE), Metode Bayes, dan Metode Brown-Gibson. Hasil menunjukkan bahwa Metode MPE dan Bayes secara konsisten menempatkan Cirebon sebagai lokasi terpilih dengan skor masing-masing 77,00 dan 12,50, didorong oleh keunggulan pada kriteria bahan baku dan biaya lahan. Sementara itu, Metode Brown-Gibson menghasilkan Bandung sebagai lokasi terpilih dengan LPM 0,3634 karena keunggulan faktor subjektif tenaga kerja dan pasar. Divergensi hasil antar metode menunjukkan bahwa keputusan lokasi industri sangat bergantung pada prioritas strategis perusahaan: Cirebon optimal untuk fase startup yang berorientasi efisiensi biaya, sedangkan Bandung lebih strategis untuk penetrasi pasar urban jangka panjang.
Pendampingan dan Pemberdayaan UMKM melalui Edukasi Digitalisasi Administrasi Usaha dan Pembuatan Nomor Induk Berusaha (NIB) sebagai Upaya Peningkatan Legalitas di Desa Banjarwangi Deni Hendarto; Ibnu Zikra Rahman; Refal Maulana Fadillah; Herdiansyah; Muhammad Izra Pratama; Siti Amelia Fauziah; Nazwa Kamila; Deni Ardhika Badrudin; Nazwa Khaerul Nissa; Mutiara Az Zhari Wijaya
Karimah Tauhid Vol. 4 No. 10 (2025): Karimah Tauhid
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/karimahtauhid.v4i10.21502

Abstract

Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) berperan penting dalam perekonomian nasional, namun masih banyak pelaku usaha yang menghadapi kendala dalam memperoleh Nomor Induk Berusaha (NIB) dan sertifikat halal. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses pendampingan pembuatan NIB, mengidentifikasi tantangan sertifikasi halal, serta mengevaluasi kontribusi program Kuliah Kerja Nyata (KKN) dalam meningkatkan legalitas usaha di Desa Banjarwangi. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Informan terdiri dari pelaku UMK, petugas instansi terkait, dan konsumen, yang dipilih melalui teknik purposive dan snowball sampling. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan studi dokumen, kemudian dianalisis menggunakan teknik analisis tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengurusan NIB relatif lebih mudah melalui sistem OSS, namun masih terkendala oleh keterbatasan literasi digital, terutama pada pelaku usaha berusia lanjut. Sebaliknya, sertifikasi halal dianggap lebih kompleks karena membutuhkan dokumen bahan baku, penerapan standar higienitas, serta biaya tambahan. Meski demikian, keberadaan NIB dan sertifikat halal terbukti meningkatkan kepercayaan konsumen, memperluas akses pasar, dan memberikan legitimasi formal yang mendukung keberlanjutan usaha. Kesimpulannya, program pendampingan KKN berperan penting dalam mempercepat legalisasi usaha, meskipun masih dibutuhkan dukungan pemerintah berupa pelatihan literasi digital, sosialisasi, dan subsidi biaya untuk memperkuat ekosistem ekonomi halal di tingkat desa.
Evaluasi Program Hygritech (Hydroponic Agricultural Technology) HIMATIP sebagai Model Edukasi bagi Kelompok Wanita Tani (KWT) Deni Hendarto; Refal Maulana Fadillah; Ibnu Zikra Rahman; Herdiansyah; Muhammad Izra Pratama; Siti Amelia Fauziah; Nazwa Kamila; Deni Ardhika Badrudin; Nazwa Khaerul Nissa; Mutiara Az-zhari Wijaya; Muhammad Abu Ridho Abdul Haq; M Rizki Rianto; Wildan Saputra
Karimah Tauhid Vol. 4 No. 11 (2025): Karimah Tauhid
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/karimahtauhid.v4i11.21890

Abstract

Program Hygritech (Hydroponic Agricultural Technology) merupakan inisiatif yang dikembangkan oleh Himpunan Mahasiswa Teknologi Industri Pertanian (HIMATIP) sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat dalam memperkenalkan sistem pertanian modern berbasis hidroponik. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas Program Hygritech sebagai model edukasi dan pemberdayaan bagi Kelompok Wanita Tani (KWT) Mekarwangi Sejahtera dalam meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan motivasi terhadap penerapan teknologi pertanian modern. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dokumentasi, dan kuesioner yang disebarkan kepada 20 anggota KWT peserta pelatihan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 88% peserta mengalami peningkatan pemahaman mengenai teknik hidroponik, terutama dalam aspek efisiensi air, pengelolaan nutrisi, dan sistem Nutrient Film Technique (NFT), serta 80% peserta mampu mengoperasikan instalasi hidroponik sederhana secara mandiri. Selain peningkatan keterampilan teknis, program ini juga berdampak positif secara sosial dan ekonomi, di mana beberapa anggota KWT mulai memanfaatkan hasil panen hidroponik sebagai komoditas bernilai jual dan memperkuat kerja sama antaranggota kelompok. Dengan demikian, Program Hygritech HIMATIP terbukti efektif dalam meningkatkan kapasitas teknis, memperkuat kemandirian ekonomi, serta mendorong partisipasi aktif perempuan dalam penerapan pertanian modern berbasis teknologi. Program ini layak direplikasi di wilayah lain dengan dukungan kolaboratif antara lembaga pendidikan, pemerintah, dan masyarakat.
Peran Pengendalian Mutu dalam Meningkatkan Kualitas dan Keamanan Produk Pangan Siti Amelia Fauziah; Raden Siti Nurlaela; Distya Riski Hapsari
Karimah Tauhid Vol. 5 No. 7 (2026): Karimah Tauhid
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/karimahtauhid.v5i7.25224

Abstract

Pengendalian mutu merupakan komponen kritis dalam industri pangan yang bertujuan memastikan produk yang dihasilkan memenuhi standar keamanan, kualitas, dan konsistensi. Meningkatnya kasus pencemaran dan pemalsuan pangan menunjukkan perlunya kajian komprehensif mengenai sistem pengendalian mutu yang efektif. Artikel ini bertujuan mengkaji peran pengendalian mutu dalam meningkatkan kualitas dan keamanan produk pangan berdasarkan berbagai sumber literatur ilmiah. Pendekatan yang digunakan adalah kajian pustaka sistematis (systematic literature review) melalui penelusuran jurnal-jurnal ilmiah nasional maupun internasional yang dipublikasikan dalam rentang waktu 2015 hingga 2026, bersumber dari Google Scholar dan jurnal-jurnal terakreditasi.         Hasil kajian menunjukkan bahwa penerapan sistem pengendalian mutu seperti Good Manufacturing Practices (GMP), Hazard Analysis Critical Control Point (HACCP), ISO 22000, dan Total Quality Management (TQM) secara signifikan berkontribusi dalam menjamin keamanan pangan, menjaga konsistensi kualitas produk, serta meningkatkan efisiensi produksi. Faktor kadar air dan aktivitas air juga terbukti menjadi parameter kritis yang menentukan stabilitas dan mutu produk pangan selama penyimpanan. Tantangan utama implementasi sistem pengendalian mutu meliputi keterbatasan sumber daya pada industri kecil dan menengah serta perkembangan teknologi yang menuntut adaptasi berkelanjutan. Kajian ini menegaskan bahwa penguatan pengendalian mutu bersifat esensial untuk keberlanjutan industri pangan yang aman, berkualitas, dan berdaya saing.