Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Distribusi Geospasial Helminthiasis pada Siswa Sekolah Dasar: Studi Kasus di Kabupaten Karanganyar Rochmadina Suci Bestari; Anjang Kusuma Netra; Restu Triwulandani Tolibin; Muhammad Firoos ‘Allaam Najmii; Maulida Rahmah
Lontara Journal of Health Science and Technology Vol. 7 No. 2 (2026): Juli-Desember 2026
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53861/lontarariset.v7i2.666

Abstract

Helminthiasis, mainly caused by Soil-Transmitted Helminths (STH), is still a health problem in Indonesia. Incidence rates vary in Indonesia, 10-90% incidence. Helminthiasis causes decrease in the nutritional status of children, children's learning concentration and anemia. The incidence of helminthiasis is particularly high among primary school-aged children, 5-13 years old. There has not been much written about the geospatial review of helminthiasis cases in Indonesia. This study aims to conduct an initial geospatial analysis and review of helminthiasis cases in students of SD Selokaton II Karanganyar. The data used were the results of helminthiasis screening which included name, address, and helminthiasis diagnosis. The diagnosis of helminthiasis was obtained from student stool samples, using direct slides, viewed under a microscope. Geospatial analysis focused on identifying clusters or spatial distribution patterns of positive cases. Of the 95 feces collected, there were 16 positive samples. The analysis showed a concentration of helminthiasis cases in the Selokaton area with hookworm and Ascaris lumbricoides as the dominant infection types. Other areas with cases were Ngargotirto, Kismoyoso and Wonorejo. Selokaton area is the area with the most cases of helminthiasis in Selokaton II Karanganyar elementary school students, and the most common types of worm infections are hookworm
Seorang Laki-Laki 17 Tahun dengan Abses Paru dan Infeksi Tuberkulosis: Laporan Kasus Friska Desi Sabita; Alifa Agil Dhillu Yunitama; Maulida Rahmah; Niwan Tristanto Martika
Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta 2026: Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta (Gastro
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abses paru merupakan infeksi supuratif parenkim paru yang dapat terjadi sebagai komplikasi tuberkulosis (TB) paru aktif, terutama pada pasien dengan imunitas dan status gizi yang buruk. Kerusakan jaringan paru akibat proses nekrosis kaseosa pada TB mempermudah terjadinya infeksi bakteri sekunder dan pembentukan abses paru. Kondisi ini jarang ditemukan pada usia remaja, namun berpotensi menimbulkan komplikasi serius sehingga memerlukan deteksi dan penatalaksanaan yang tepat. Artikel ini menggunakan metode studi kasus desain studi case report yang dilakukan di RSUP Surakarta. Laporan kasus ini melaporkan seorang remaja laki-laki dengan gejala respiratorik dan sistemik kronik berupa batuk purulen disertai hemoptisis, sesak napas nokturnal, demam intermiten, keringat malam, dan penurunan berat badan, dengan riwayat tuberkulosis paru yang sedang menjalani terapi fase awal. Pemeriksaan klinis dan radiologis menunjukkan adanya kavitas berdinding tebal dengan air–fluid level pada lobus inferior paru kanan yang konsisten dengan abses paru sekunder pada tuberkulosis aktif, suatu komplikasi yang jarang ditemukan pada kelompok usia remaja. Pasien ditatalaksana dengan kombinasi obat antituberkulosis dan antibiotik spektrum luas dengan perbaikan klinis yang baik selama perawatan. Kasus ini menegaskan pentingnya deteksi dini dan penatalaksanaan komprehensif pada tuberkulosis paru dengan komplikasi abses paru.