Anis Purwaningsih
Prodi Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Widya Gama Malang

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PENERAPAN METODE PERT DAN CPM UNTUK MENCAPAI EFEKTIVITAS WAKTU DAN BIAYA PENYELESAIAN PROYEK : Studi Kasus Proyek Pembangunan Gedung RPS SMK Telkom Malang Musyafir; Dafid Irawan; Candra Aditya; Anis Purwaningsih
BOUWPLANK Jurnal Ilmiah Teknik Sipil dan Lingkungan Vol 5 No 1 (2025): BOUWPLANK Jurnal Ilmiah Teknik Sipil dan Lingkungan
Publisher : Universitas Widyagama Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31328/bouwplank.v5i1.610

Abstract

Penjadwalan pada proyek meliputi kegiatan menetapkan jangka waktu kegiatan proyek yang harus diselesaikan, bahan baku, tenaga kerja serta waktu yang dibutuhkan oleh setiap aktivitas. Metode yang digunakan adalah Metode Project Evaluation Review Technique (PERT) dan Metode Critical Path Method (CPM), merupakan metode yang digunakan untuk meningkatkan kualitas perencanaan dan pengendalian proyek. Dalam menggunakan Metode Project Evaluation Review Technique (PERT) dan Metode Critical Path Method (CPM) pada bangunan gedung RPS SMK Telkom Malang, hal yang dilakukan adalah merinci rencana dan urutan kegiatan pekerjaan, menghitung waktu normal (m), menentukan waktu optimis (a), dan waktu pesimis (b) pada setiap pekerjaan, dan penggunaan aplikasi Microsoft Project 2013 dengan penginputan data yang terdiri dari waktu yang dibutuhkan untuk menyelesaikan masing-masing pekerjaan, jumlah tenaga kerja, jumlah material dan upah tenaga kerja yang diperlukan, serta urutan-urutan kegiatan dan hubungan ketergantungan antar kegiatan. Hasil perencanaan lintasan kritis pada pembangunan gedung RPS SMK Telkom Malang adalah nilai Total Float (TF) adalah 0, waktu pembangunan adalah 664 hari. Hasil percepatan yang didapatkan adalah sebesar 626 hari dengan probabilitas 99,18%. Efisiensi biaya sebesar Rp. 19.557.333,46 dengan percepatan waktu 38 hari.
Kajian Keretakan Pelat dan Daya Serap Air Dengan Penambahan GGBFS Pada Campuran Mortar Isidoro M. Soares; Abdul Halim; Candra Aditya; Anis Purwaningsih
BOUWPLANK Jurnal Ilmiah Teknik Sipil dan Lingkungan Vol 6 No 1 (2026): BOUWPLANK Jurnal Ilmiah Teknik Sipil dan Lingkungan
Publisher : Universitas Widyagama Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31328/bouwplank.v6i1.1004

Abstract

Retak yang terjadi pada sebuah struktur bangunan memicu berbagai masalah krusial, mulai dari menurunnya kekuatan struktural, kapasitas beban bangunan hingga risiko kebocoran. Celah ini menjadi jalur masuknya air dan zat kimia, yang cepat atau lambat memicu korosi pada tulangan baja di dalam beton. Oleh karena itu diperlukan semen sebagai perekat yang mampu menutup rapat seluruh pori-pori pada mortar beton sehingga dapat mengurangi lebar retak. Penelitian ini memanfaatkan produk Ground Granulated Blast Furnace Slag (GGBFS) atau yang lebih sering disebut sebagai semen slag untuk mengganti sebagian semen dengan persentase 0%, 10%, 20% dan 30%. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penambahan GGBFS pada campuran mortar terhadap daya serap air, kuat lentur, lebar retak dan pola retak. Metode penelitian ini dilakukan secara eksperimen di laboratorium. Hasil pengujian daya serap air tanpa GGBFS sebesar 4,20%, sedangkan GGBFS 10%, 20%, 30% daya serap air menjadi 4,14%, 2,73%, 2,74%. Hasil perhitungan kuat lentur tanpa GGBFS sebesar 70,9 kg/cm2, namun dengan GGBFS 10%, 20% 30%  kuat lentur menjadi 44,2 kg/cm2, 77,6 kg/cm2, 80,9 kg/cm2. Hasil pengujian lebar retak pada mortar tanpa GGBFS sebesar 0,123 mm, namun dengan GGBFS10%, 20%, 30% lebar retak menjadi 2,499 mm, 0,107 mm, 0,076 mm. Berdasarkan mekanisme pola retak dan lebar retak, menunjukkan bahwa semua hasil pengujian pola retak pada benda uji pelat GGBFS 0%, 10%, 20%, dan 30%, mempunyai perilaku pola retak dominan retak lentur. Hasil uji anova daya serap air GGBFS 10%, 20%, dan 30% berpengaruh terhadap mortar dengan nilai F 41,58 hitung > F tabel 4,066, hasil uji anova kuat lentur GGBFS 10%, 20%, dan 30% memiliki pengaruh dengan nilai F hitung 9,068 > F tabel 4,066, dan hasil uji anova lebar retak GGBFS 10%, 20%, dan 30% memiliki pengaruh dengan nilai F hitung 22,911 > F tabel 4,066.