Candra Aditya
Prodi Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Widyagama Malang

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

ANALISIS PERBANDINGAN BIAYA DAN WAKTU METODE KONVENSIONAL DAN PRACETAK : Studi Kasus: Cluster Villa Puncak Landung Sari Malang Henry Ruanda; Muhammad Cakrawala; Candra Aditya
BOUWPLANK Jurnal Ilmiah Teknik Sipil dan Lingkungan Vol 5 No 1 (2025): BOUWPLANK Jurnal Ilmiah Teknik Sipil dan Lingkungan
Publisher : Universitas Widyagama Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31328/bouwplank.v5i1.278

Abstract

Rumah merupakan salah satu kebutuhan dasar manusia, di mana masih banyak masyarakat berpenghasilan rendah yang belum memiliki rumah dikarenakan faktor ekonomi. Dengan demikian diperlukan solusi untuk menghasilkan rumah dengan kualitas bagus namun dengan harga terjangkau. Maka perlu dipertimbangkan metode pelaksanaan selain metode konvensional yaitu metode pracetak seperti inovasi dari Kementerian PUPR yaitu teknologi RISHA dan RUSPIN. Cluster Villa Puncak Landungsari merupakan perumahan dua lantai yang terletak di daerah Landungsari, Kota Malang. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui hasil perbandingan dari metode konvensional dengan metode pracetak dalam aspek biaya maupun waktu untuk struktur balok dan kolom pada pembangunan rumah dua lantai. Metode pelaksanaan yang dipakai adalah metode konvensional dan metode pracetak (precast). Dilakukan analisis perhitungan biaya dan waktu dari metode konvensional dan pracetak untuk kemudian dilakukan perbandingan biaya dan waktu dari kedua metode tersebut. Diperoleh hasil perhitungan biaya dan waktu dari kedua metode tersebut yaitu metode konvensional membutuhkan biaya sebesar Rp 55.106.300,- dan waktu pelaksanaan selama 24 hari sedangkan metode pracetak membutuhkan biaya sebesar Rp 53.265.000,-  dan waktu selama 9 hari. Dengan demikian metode pracetak lebih murah sebesar Rp 10.661.958,- bila dihitung dengan tambahan optimalisasi/hari dan lebih cepat 15 hari dibandingkan dengan metode konvensional.
PENERAPAN METODE PERT DAN CPM UNTUK MENCAPAI EFEKTIVITAS WAKTU DAN BIAYA PENYELESAIAN PROYEK : Studi Kasus Proyek Pembangunan Gedung RPS SMK Telkom Malang Musyafir; Dafid Irawan; Candra Aditya; Anis Purwaningsih
BOUWPLANK Jurnal Ilmiah Teknik Sipil dan Lingkungan Vol 5 No 1 (2025): BOUWPLANK Jurnal Ilmiah Teknik Sipil dan Lingkungan
Publisher : Universitas Widyagama Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31328/bouwplank.v5i1.610

Abstract

Penjadwalan pada proyek meliputi kegiatan menetapkan jangka waktu kegiatan proyek yang harus diselesaikan, bahan baku, tenaga kerja serta waktu yang dibutuhkan oleh setiap aktivitas. Metode yang digunakan adalah Metode Project Evaluation Review Technique (PERT) dan Metode Critical Path Method (CPM), merupakan metode yang digunakan untuk meningkatkan kualitas perencanaan dan pengendalian proyek. Dalam menggunakan Metode Project Evaluation Review Technique (PERT) dan Metode Critical Path Method (CPM) pada bangunan gedung RPS SMK Telkom Malang, hal yang dilakukan adalah merinci rencana dan urutan kegiatan pekerjaan, menghitung waktu normal (m), menentukan waktu optimis (a), dan waktu pesimis (b) pada setiap pekerjaan, dan penggunaan aplikasi Microsoft Project 2013 dengan penginputan data yang terdiri dari waktu yang dibutuhkan untuk menyelesaikan masing-masing pekerjaan, jumlah tenaga kerja, jumlah material dan upah tenaga kerja yang diperlukan, serta urutan-urutan kegiatan dan hubungan ketergantungan antar kegiatan. Hasil perencanaan lintasan kritis pada pembangunan gedung RPS SMK Telkom Malang adalah nilai Total Float (TF) adalah 0, waktu pembangunan adalah 664 hari. Hasil percepatan yang didapatkan adalah sebesar 626 hari dengan probabilitas 99,18%. Efisiensi biaya sebesar Rp. 19.557.333,46 dengan percepatan waktu 38 hari.
Pengaruh Penambahan Fly Ash Dan Sika Terhadap Kuat Kuat Tekan Dan Modulus Elastisitas Beton Normal: Studi Kasus Beton Ferdinandus Ardian Raydais; Candra Aditya; Abdul Halim
BOUWPLANK Jurnal Ilmiah Teknik Sipil dan Lingkungan Vol 5 No 2 (2025): BOUWPLANK Jurnal Ilmiah Teknik Sipil dan Lingkungan
Publisher : Universitas Widyagama Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31328/bouwplank.v5i2.624

Abstract

Perkembangan rekayasa teknologi semakin maju disegala bidang, salah satunya yaitu perkembangan teknologi beton. Hal ini karena beton merupakan salah satu bahan konstruksi yang paling banyak digunakan dalam pembangunan. Beton merupakan bahan campuran antara semen, agregat kasar, agregat halus, air  dengan atau tanpa bahan tambahan (admixture). Dalam penelitian ini peneliti mencoba eksperimen dengan menggunakan bahan tambah fly ash dan sika untuk campuran beton. Dengan memanfaatkan ampas batu bara yang sangat menumpuk yaitu fly ash. Fly ash adalah limbah industri yang dihasilkan dari pembakaran batu bara dan terdiri dari partikel halus. Sikacim Concrete Additive berfungsi menambah kekuatan beton. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui seberapa besar pengaruh fly ash terhadap kuat tekan beton dan modulus elastisitas. Metode yang digunakan dalam penelitian ini merupakan metode eksperimen pengamatan secara langsung di laboratorium untuk mendapatkan data. Menganalisis dan observasi menggunakan metode statistik dengan menggunakan metode uji Anova Single Factor dan dihitung menggunakan Microsoft Excel. Dari hasil penelitian beton segar dan beton normal dengan umur beton 28 hari mendapatkan kuat tekan tertinggi dengan nilai 18,19 MPa pada komposisi dengan proporsi fly ash 15% dan sika 3% dari kuat tekan beton normal dengan nilai 17,1 MPa. Dan nilai modulus elastisitas tertinggi 20430.3 MPa pada komposisi dengan proporsi fly ash 15% dan sika 3% dari nilai modulus elastisitas beton normal dengan nilai 19306.3 MPa.
PERBANDINGAN KUAT LENTUR BETON BERSERAT ANTARA SERAT FABRIKASI (MICRO FIBERS) DAN SERAT ALAM (SERABUT KELAPA) Ega Mawarni; Candra Aditya; Abdul Halim
BOUWPLANK Jurnal Ilmiah Teknik Sipil dan Lingkungan Vol 5 No 1 (2025): BOUWPLANK Jurnal Ilmiah Teknik Sipil dan Lingkungan
Publisher : Universitas Widyagama Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31328/bouwplank.v5i1.630

Abstract

Dari tahun ke tahun, penelitian dengan penambahan bahan tambah seperti serat terus berkembang untuk mengetahui apakah bahan tambah tersebut berpengaruh baik atau buruk pada beton. Sehingga dilakukan penelitian dengan tujuan untuk mengetahui nilai, pengaruh, dan perbandingan kuat lentur beton berserat antara serat fabrikasi (Micro Fibers) dan serat alam (serabut kelapa) dengan variasi masing-masing serat sebesar 300 gr/m3, 450 gr/m3, 600 gr/m3, dan 750 gr/m3. Metode yang digunakan adalah metode eksperimental dengan analisis statistik menggunakan analisis Anova Single Factor. Hasil penelitian menunjukkan bahwa serat fabrikasi berpengaruh terhadap kuat lentur beton yang ditunjukkan pada α=0,05>P-Value = 0,003068. Sedangkan serat alam tidak berpengaruh terhadap kuat lentur beton yang ditunjukkan oleh α=0,05<P-Value = 0,576326. Nilai kuat lentur tertinggi pada variasi 300 gr/m3 untuk kedua jenis serat. Pada serat fabrikasi variasi 300 gr/m3 diperoleh nilai kuat lentur sebesar 3,96 Mpa dengan kenaikan 13,23% dan variasi 750 gr/m3 diperoleh 3,24 Mpa dengan penurunan 7,41%. Sedangkan serat alam variasi 300 gr/m3 diperoleh nilai kuat lentur sebesar 3,65 MPa dengan kenaikan 4,23% dan variasi 750 gr/m3 diperoleh 3,41 MPa dengan penurunan 2,65%. Selisih nilai kuat lentur variasi 300 gr/m3 dari kedua jenis serat yaitu 0,31 MPa (8,49%). Sehingga serat fabrikasi lebih efektif meningkatkan kuat lentur beton.