Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Sosialisasi Budaya Komunikasi Asertif dan Efikasi Diri sebagai Upaya Mereduksi Miskomunikasi antar Unit Kerja Pelayanan Publik pada Dinas Kepemudaan dan Keolahragaan Provinsi Sumatera Utara Teguh Wahyono; Daud Arifin; Riska Anggraini
Jurnal Pengabdian Masyarakat Berdampak Vol. 2 No. 2 (2026): Mei 2026
Publisher : Raskha Media Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64803/jupemba.v2i2.180

Abstract

Masalah utama yang diidentifikasi pada Dinas Kepemudaan dan Keolahragaan Provinsi Sumatera Utara (DISPORA SUMUT) adalah belum optimalnya pelayanan publik akibat miskomunikasi kronis antar unit kerja serta rendahnya efikasi diri pegawai dalam pemanfaatan teknologi birokrasi modern. Riset payung yang mendasari kegiatan ini membuktikan pengaruh parsial dan simultan komunikasi dan kompetensi yang signifikan terhadap kinerja pegawai. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan mendiseminasikan budaya komunikasi asertif serta menguatkan efikasi diri pegawai guna mereduksi hambatan operasional birokrasi. Metode pelaksanaan meliputi tahap pra-kegiatan (pemetaan kebutuhan dan koordinasi), tahap intervensi utama berupa sosialisasi interaktif dan bimbingan teknis terstruktur bagi 83 orang pegawai ASN, serta tahap evaluasi komprehensif menggunakan pre-test dan post-test. Hasil kegiatan menunjukkan capaian yang berdampak signifikan: terjadi peningkatan softskill komunikasi asertif pegawai dari skor rata-rata awal 58,4% menjadi 89,6% pada akhir kegiatan. Efikasi diri pegawai dalam pemanfaatan instrumen digital birokrasi juga meningkat tajam dari 46,2% menjadi 87,5%, dan indeks kepuasan koordinasi antar unit naik dari 52,0% menjadi 91,2%. Evaluasi kualitatif jangka pendek membuktikan berkurangnya ego sektoral (circle eksklusif) antar unit kerja serta meningkatnya ketepatan waktu penyelesaian laporan kedinasan. Kesimpulan kegiatan ini adalah integrasi metode sosialisasi persuasif dan workshop teknis efektif mereduksi miskomunikasi dan mengakselerasi kualitas pelayanan publik di lingkungan DISPORA SUMUT.
The Effect of Work Communication and Employee Competence on Organizational Performance at the Youth and Sports Office Teguh Wahyono; Riska Anggraini; Kholilul Kholik
International Journal of Management, Economic and Accounting Vol. 4 No. 4 (2026): August 2026
Publisher : Yayasan Multidimensi Kreatif

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61306/veqdw724

Abstract

This study aims to analyze the effect of work communication and employee competence on organizational performance, as reflected in employee performance, at the Youth and Sports Office (Dinas Kepemudaan dan Keolahragaan) of North Sumatra Province. A quantitative associative approach was used with multiple linear regression analysis. The population comprised all 83 civil servants at the office, and a saturated sampling technique was applied so that the entire population served as the research sample. Data were collected through questionnaires and analyzed using classical assumption tests, the t-test, the F-test, and the coefficient of determination with SPSS 25.0. The results show that work communication has a positive and significant partial effect on organizational performance (t = 4.164; sig. = 0.000), and employee competence also has a positive and significant partial effect (t = 5.168; sig. = 0.000) and is the more dominant predictor of the two. Simultaneously, work communication and employee competence significantly affect organizational performance (F = 64.189; sig. = 0.000), explaining 61.6% of its variance (R² = 0.616), while the remaining 38.4% is explained by other factors outside the model. These findings indicate that effective communication and adequate employee competence, when developed together, are key drivers for improving the performance of public sector organizations such as regional youth and sports offices.