Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Analysis of The Effect Of Empowerment From A Human Resource Management Perspective On Employee Performance In The South Sibolga District Government Fauziah Nur Simamora; Yazmal Farhat Pulungan; Parhan Al Parisi; Muhammadfitree Deeyoh
Jurnal Ekonomi, Manajemen, Bisnis dan Akuntansi Review Vol. 6 No. 2 (2026): December
Publisher : Penerbit Jurnal Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53697/emba.v6i2.4218

Abstract

Employee empowerment has long been recognized as a pivotal mechanism through which organizations can unlock the full potential of their workforce and, consequently, drive superior organizational outcomes. Within the context of public sector organizations, where bureaucratic structures often constrain individual initiative, the question of how empowerment shapes employee performance takes on added significance. This study was designed to empirically examine the extent to which human resource empowerment influences the performance of civil servants employed at the South Sibolga District Government Office. A descriptive correlational research design was adopted, and data were gathered from 52 civil servants selected through probability sampling from a total population of 109 staff members. The primary data collection instruments comprised structured questionnaires validated through rigorous validity and reliability testing. Pearson product-moment correlation analysis, coefficient of determination, simple linear regression, and t-test were applied to analyze the data using SPSS version 21. The results demonstrate a strong positive relationship between empowerment and employee performance, yielding a correlation coefficient of r = 0.765. The coefficient of determination revealed that empowerment accounted for 58.6% of the variance in employee performance (R² = 0.586). The regression equation Y = 17.592 + 0.668X confirms that each incremental improvement in empowerment is associated with a corresponding increase in performance. Furthermore, the t-test result (t = 8.412 > t-table = 2.008) confirmed statistical significance at the 5% level, leading to rejection of the null hypothesis. These findings suggest that empowering employees through delegated authority, trust-building, access to information, and organizational support represents a strategically important approach to improving civil servant performance. Practical recommendations include institutionalizing empowerment practices within government HR policies and investing in capacity-building programs aligned with civil service competency standards.
PENGUATAN KAPASITAS APARATUR DAN ORGANISASI KEMASYARAKATAN DESA MELALUI PELATIHAN MANAJEMEN SDM DI DESA PARTIHAMAN SAROHA Fauziah Nur Simamora; Rosmita Ambarita; Kaharuddin Kaharuddin; Yazmal Farhat Pulungan
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 9, No 6 (2026): MARTABE : JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v9i6.2477-2483

Abstract

Profesionalisme tata kelola desa pada dasarnya bergantung pada kualitas sumber daya manusia (SDM) dalam aparat administrasi dan organisasi masyarakatnya. Desa Partihaman Saroha, yang terletak di Padangsidimpuan, Kecamatan Hutaimbaru, memiliki potensi ekonomi yang cukup besar; namun pengamatan lapangan menunjukkan adanya hambatan manajerial yang terus-menerus, termasuk tumpang tindih peran interpersonal dan tidak adanya indikator kinerja yang terukur. Menanggapi kondisi tersebut, kegiatan Pengabdian Masyarakat (PKM) ini dirancang untuk memperkuat kapasitas kelembagaan desa melalui pelatihan manajemen SDM berbasis kompetensi yang berlandaskan pendekatan partisipatif. Program ini disusun dalam tiga tahap berurutan: (1) sosialisasi program dan Diskusi Kelompok Fokus (FGD) untuk mendiagnosis kebutuhan mitra secara akurat; (2) pelatihan interaktif yang dibangun berdasarkan kerangka andragogi, dilengkapi dengan lokakarya untuk mengembangkan program kerja kelompok; dan (3) evaluasi dua lapis yang terdiri dari penilaian formatif dan sumatif. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan yang signifikan dalam kapasitas kelembagaan. Semua peserta, pejabat desa, dan staf administrasi terlibat aktif sepanjang kegiatan. Materi pelatihan mencakup kompetensi fundamental, manajerial, dan teknis, yang masing-masing disajikan dengan cara yang relevan secara kontekstual. Perbandingan antara skor pra- dan pasca-tes menunjukkan peningkatan pemahaman rata-rata sebesar 42% di antara semua peserta. Peserta juga menunjukkan peningkatan kemampuan untuk mengidentifikasi kompetensi spesifik posisi, yang kemudian menjadi dasar untuk membangun sistem kerja yang lebih terstruktur dan berbasis keterampilan. Pada akhirnya, kegiatan ini berhasil menumbuhkan kesadaran kolektif dan memperkuat komitmen para pejabat Desa Partihaman Saroha untuk beralih dari administrasi konvensional menuju model tata kelola desa yang kolaboratif, transparan, akuntabel, dan berorientasi pada pelayanan