Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

LAPORAN KASUS BERBASIS BUKTI (EBCR): PENGARUH PIJAT ENDORFIN TERHADAP PENURUNAN NYERI PERSALINAN KALA I FASE LATEN Sintia Nurul Hikmah; Djudju Sriwenda; Diyan Indrayani
Jurnal Kesehatan Siliwangi Vol. 6 No. 3 (2026): JURNAL KESEHATAN SILIWANGI
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemenkes Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Rasa nyeri merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari proses persalinan yang bila tidak dikelola dengan baik akan menimbulkan stress dan kecemasan yang menyebabkan pemanjangan durasi persalinan. Bidan dapat memfasilitasi penggunaan metode non-farmakologis yang dapat mengurangi rasa nyeri seperti pijat endorphin yang sudah terbukti menghasilkan penurunan skor nyeri persalinan sacara signifikan. Evidence based case report ini bertujuan untuk mengetahui apakah pijat endorphin dapat mengurangi nyeri persalinan kala I di Puskesmas Pacet Kabupaten Bandung. Penelusuran pencarian literatur tentang efektifitas pijat endorphin pada ibu bersalin dilakukan di Pubmed, Scient direct dan Google Scholar kata kunci yang digunakan adalah “Pijat endorphin” dan “nyeri persalinan”. Pencarian artikel dibatasi oleh kriteria inklusi yaitu artikel yang diterbitkan 5 tahun terakhir, berupa artikel full text, dan sesuai pertanyaan klinis. Hasil penelitian ditemukan 1 artikel penelitian dengan metode Quasi Experimental oleh Pujiastutik, dkk.yang memenuhi kriteria inklusi dan telah disaring kemudian dianalisis secara kritis yang menunjukkan bukti bahwa pijat endorphin berpengaruh terhadap penurunan nyeri persalinan kala I fase laten. Setelah meninjau secara kritis penelitian, itu dinyatakan valid, penting, dan berlaku untuk pasien. Pijat endorphin terbukti efektif mengurangi nyeri persalinan kala I fase laten.
Hubungan Dukungan Suami dengan Tingkat Kelelahan Ibu Postpartum di Wilayah Kerja Puskesmas Garuda Sintia Nurul Hikmah; Yulidar Yanti; Yulia Ulfah; Santi Sofiyanti
JAKIA : Jurnal Kesehatan Ibu dan Anak Vol. 2 No. 1 (2026): JAKIA : Jurnal Kesehatan Ibu dan Anak
Publisher : Society of Visual Informatics

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62527/jakia.2.1.55

Abstract

Ibu postpartum memiliki peran baru sebagai seorang ibu yang mengalami perubahan fisik dan psikologis apabila tidak ditangani dapat menyebabkan terjadinya kelelahan postpartum. Salah satu faktor yang meningkatkan terjadinya kelelahan postpartum pada ibu yaitu kurangnya dukungan suami selama masa postpartum. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis hubungan dukungan suami dengan tingkat kelelahan pada ibu postpartum di Wilayah Kerja Puskesmas Garuda.  Metode penelitian yang digunakan analitik observasional dengan pendekatan crossectional. Pengambilan sampel menggunakan teknik non probability sampling jenis consecutive sampling sebanyak 50 sampel. Sampel tersebut adalah  ibu postpartum 3 hari sampai 1 bulan di Wilayah Kerja Puskesmas Garuda. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner PFS dan PPSS. Analisis data yang digunakan yaitu uji analisis Chi Square. Hasil penelitian menunjukan bahwa sebagian besar ibu postpartum mendapatkan dukungan suami tinggi (52,0%) dan sebagian besar mengalami kelelahan ringan (60,0%). Terdapat hubungan antara dukungan suami dengan kelelahan ibu postpartum dengan nilai p <0,001. Ibu postpartum yang mendapat dukungan tinggi dari suami memiliki peluang 0,058 lebih rendah untuk mengalami kelelahan, dibandingkan ibu yang mendapat dukungan rendah.