Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Peran Kiai dalam Pendidikan Islam Madura sebagai Agen Deradikalisasi Narasi Islamisme Uswatun Hasanah; Mohammad Muchlis Solichin
Fatih: Journal of Contemporary Research Vol. 3 No. 1 (2026): January-June
Publisher : Yayasan Zia Salsabila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61253/c70hde74

Abstract

Meningkatnya penetrasi narasi Islamisme dalam ruang pendidikan Islam menjadi tantangan serius bagi upaya penguatan moderasi beragama di Indonesia. Fenomena ini tidak hanya memengaruhi wacana keagamaan, tetapi juga berpotensi membentuk cara pandang eksklusif di kalangan generasi muda Muslim. Dalam konteks tersebut, pesantren sebagai lembaga pendidikan Islam tradisional memiliki peran strategis dalam menjaga dan mengembangkan corak Islam moderat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran kiai sebagai aktor kultural dalam proses deradikalisasi narasi Islamisme di lingkungan pesantren. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus di Pondok Pesantren Annuqayyah Guluk-Guluk Madura. Data dikumpulkan melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam dengan kiai, ustadz, santri, dan alumni, serta dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan teknik reduksi data, koding tematik, dan interpretasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kiai berperan sebagai agen utama deradikalisasi berbasis budaya melalui otoritas karismatik, transmisi nilai Ahlussunnah wal Jamā‘ah, keteladanan (uswah), serta pengendalian narasi keagamaan. Pendekatan kultural dan persuasif yang digunakan terbukti efektif dalam membentuk pemahaman Islam moderat, inklusif, dan kontekstual di kalangan santri tanpa menggunakan pendekatan koersif. Selain itu, relasi kiai–santri yang bersifat emosional dan spiritual menjadi faktor kunci dalam proses internalisasi nilai-nilai moderasi. Implikasi penelitian ini menegaskan pentingnya pengembangan model deradikalisasi non-struktural yang berbasis pada aktor lokal dan kearifan budaya pesantren sebagai alternatif strategis dalam menghadapi penyebaran ideologi Islamisme di Indonesia.
Penggunaan Metode At-Tanzil dalam Membantu Kefasihan Membaca Al-Qur’an di Musholla Al-Muhibbin sofiatun jannah; uswatun hasanah; syaiful hukama'; fina rahmatika; muliyatul maghfiroh
Jurnal Pengabdian Masyarakat: Tipis Wiring Vol 5 No 1 (2026): Tepis Wiring: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Unversitas Islam Raden Rahmat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33379/tepiswiring.v5i1.7823

Abstract

Abstract This study aims to analyze the use of the At-Tanzil method in improving fluency in reading the Qur'an at Musholla Al-Muhibbin, Pamaroh Village, Kadur District, Pamekasan Regency. The At-Tanzil method is recognized as a practical method that accelerates the ability to read the Qur'an through a systematic approach and attention to tajweed principles. This research employed the Participatory Action Research (PAR) approach with data collection techniques including observation, interviews, and documentation. The results show that the implementation of the At-Tanzil method involves several stages, from recognizing vowelized letters, practicing makharijul huruf (points of articulation), to collective tajweed reading sessions. This method has proven effective in enhancing students' fluency and accuracy in reading the Qur'an. Its advantages include a structured learning system, intensive practice, and direct guidance from teachers. However, it also requires skilled educators and regular student attendance. Despite these limitations, the At-Tanzil method remains relevant and effective for teaching Qur'anic reading, especially for beginners. Keywords: At-Tanzil method, fluency in reading the Qur'an.