Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

PENGARUH PERBANDINGAN TEPUNG MOCAF (MODIFIED CASSAVA FLOUR) DAN BUBUK DAUN JAMBU BIJI (Psidium guajava L.) TERHADAP KARAKTERISTIK COOKIES Fadlila Endyra; Fikratul Ihsan; Masyitah; Nadya Novianti; Addiena Syahvina Nasution; Arum Rovarti Ningsih
JURNAL TEKNOLOGI PERTANIAN Vol. 15 No. 1 (2026)
Publisher : Prodi Teknologi Pangan Fakultas Pertanian Universitas Islam Indragiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32520/4zyakj14

Abstract

Penelitian ini mengeksplorasi penggunaan tepung MOCAF dan bubuk daun jambu biji sebagai bahan alternatif dalam pembuatan cookies untuk menilai pengaruh perbandingan rasio bahan terhadap karakteristik cookies. Desain penelitian yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan lima perlakuan dan tiga ulangan: A (100% tepung MOCAF, 0% bubuk daun jambu biji), B (98% tepung MOCAF, 2% bubuk daun jambu biji), C (96% tepung MOCAF, 4% bubuk daun jambu biji), D (94% tepung MOCAF, 6% bubuk daun jambu biji), dan E (92% tepung MOCAF, 8% bubuk daun jambu biji). Data dianalisis menggunakan ANOVA, dan uji Duncan’s New Multiple Range Test (DNMRT) pada tingkat signifikansi 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perbandingan tepung MOCAF dan bubuk daun jambu biji berpengaruh signifikan terhadap kandungan air, kandungan abu, kandungan protein, aktivitas antioksidan, kandungan serat kasar, kekerasan, serta sifat organoleptik (warna, aroma, rasa, dan kerapuhan). Berdasarkan parameter kimia, fisik, mikrobiologi, dan organoleptik, perlakuan C (96% tepung MOCAF, 4% bubuk daun jambu biji) dipilih sebagai formulasi optimal, dengan rata-rata kandungan air 3,02%, kandungan abu 2,37%, kandungan protein 5,21%, kandungan lemak 26,73%, kandungan karbohidrat 62,67%, aktivitas antioksidan 31,54%, kandungan serat kasar 3,90%, kekerasan 86,02 N/cm², jumlah angka lempeng totak 7,0 × 10³ CFU/g, dan skor penerimaan organoleptik yang disukai.
Pemanfaatan Rocket Stove Sebagai Solusi Pengurangan Pembakaran Sampah Terbuka di Desa Paya Rumbai, Kecamatan Seberida, Kabupaten Indragiri Hulu oleh Mahasiswa Kukerta UNRI 2026 Masyitah; Aisyah Karimah; David Riski Saputra; Donna Suryani Malau; Jihan Salsabila; Kiki Herdiansyah Lubis; Muhammad Fakhri Hafizh; Mutia Hasanah; Nada Salsabila; Nadia Dwi Putri; Ratna Dewi; Windi Arjuna Saputra
Dedikasi Mandiri Nusantara Vol. 2 No. 4 (2026): Dedikasi Mandiri Nusantara - Agustus 2026
Publisher : Dedikasi Mandiri Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.21993007

Abstract

Sampah rumah tangga yang tidak terkelola dengan baik masih menjadi persoalan lingkungan di berbagai wilayah perdesaan Indonesia, terutama pada wilayah yang memiliki keterbatasan fasilitas pengumpulan dan pengolahan sampah. Keterbatasan pelayanan pengelolaan sampah dapat mendorong masyarakat melakukan pengelolaan secara mandiri, termasuk melalui pembakaran sampah secara terbuka. Pembakaran sampah terbuka berpotensi menghasilkan partikulat dan black carbon serta dapat menimbulkan risiko kesehatan bagi masyarakat yang berada di sekitar lokasi pembakaran. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk mengurangi praktik pembakaran sampah secara mandiri melalui pembangunan Rocket Stove sebagai fasilitas pembakaran sampah yang lebih terpusat dan terkontrol. Metode pelaksanaan meliputi observasi dan koordinasi dengan perangkat desa, perancangan dan pembangunan fasilitas, serta serah terima kepada masyarakat. Rocket Stove dirancang berbentuk L, dibangun menggunakan campuran semen dan bata ringan (hebel), serta ditempatkan di samping Pasar Senin Desa Paya Rumbai. Pembangunan dilaksanakan pada 29 Juli 2026 selama kurang lebih lima jam dengan melibatkan mahasiswa KUKERTA, warga setempat, dan Ketua RT 07. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa fasilitas berhasil dibangun dan siap dimanfaatkan sebagai alternatif pengelolaan sampah yang lebih terarah dibandingkan pembakaran secara individual di halaman rumah. Penerapan Rocket Stove sebagai teknologi pembakaran sampah telah dikembangkan dalam beberapa kegiatan pengabdian masyarakat di Indonesia dan menunjukkan potensi sebagai alternatif teknologi pengelolaan sampah berbasis masyarakat. Namun, efektivitas fasilitas dalam menurunkan emisi belum dapat dinyatakan secara kuantitatif karena kegiatan ini belum dilengkapi pengukuran kualitas udara dan karakteristik emisi. Oleh karena itu, pemantauan dan penelitian lanjutan diperlukan untuk mengetahui dampak penggunaan Rocket Stove terhadap kualitas udara dan perubahan perilaku masyarakat.
Pemanfaatan Rocket Stove Sebagai Solusi Pengurangan Pembakaran Sampah Terbuka di Desa Paya Rumbai, Kecamatan Seberida, Kabupaten Indragiri Hulu oleh Mahasiswa Kukerta UNRI 2026 Masyitah; Aisyah Karimah; David Riski Saputra; Donna Suryani Malau; Jihan Salsabila; Kiki Herdiansyah Lubis; Muhammad Fakhri Hafizh; Mutia Hasanah; Nada Salsabila; Nadia Dwi Putri; Ratna Dewi; Windi Arjuna Saputra
Dedikasi Mandiri Nusantara Vol. 2 No. 4 (2026): Dedikasi Mandiri Nusantara - Agustus 2026
Publisher : Dedikasi Mandiri Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.21993007

Abstract

Sampah rumah tangga yang tidak terkelola dengan baik masih menjadi persoalan lingkungan di berbagai wilayah perdesaan Indonesia, terutama pada wilayah yang memiliki keterbatasan fasilitas pengumpulan dan pengolahan sampah. Keterbatasan pelayanan pengelolaan sampah dapat mendorong masyarakat melakukan pengelolaan secara mandiri, termasuk melalui pembakaran sampah secara terbuka. Pembakaran sampah terbuka berpotensi menghasilkan partikulat dan black carbon serta dapat menimbulkan risiko kesehatan bagi masyarakat yang berada di sekitar lokasi pembakaran. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk mengurangi praktik pembakaran sampah secara mandiri melalui pembangunan Rocket Stove sebagai fasilitas pembakaran sampah yang lebih terpusat dan terkontrol. Metode pelaksanaan meliputi observasi dan koordinasi dengan perangkat desa, perancangan dan pembangunan fasilitas, serta serah terima kepada masyarakat. Rocket Stove dirancang berbentuk L, dibangun menggunakan campuran semen dan bata ringan (hebel), serta ditempatkan di samping Pasar Senin Desa Paya Rumbai. Pembangunan dilaksanakan pada 29 Juli 2026 selama kurang lebih lima jam dengan melibatkan mahasiswa KUKERTA, warga setempat, dan Ketua RT 07. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa fasilitas berhasil dibangun dan siap dimanfaatkan sebagai alternatif pengelolaan sampah yang lebih terarah dibandingkan pembakaran secara individual di halaman rumah. Penerapan Rocket Stove sebagai teknologi pembakaran sampah telah dikembangkan dalam beberapa kegiatan pengabdian masyarakat di Indonesia dan menunjukkan potensi sebagai alternatif teknologi pengelolaan sampah berbasis masyarakat. Namun, efektivitas fasilitas dalam menurunkan emisi belum dapat dinyatakan secara kuantitatif karena kegiatan ini belum dilengkapi pengukuran kualitas udara dan karakteristik emisi. Oleh karena itu, pemantauan dan penelitian lanjutan diperlukan untuk mengetahui dampak penggunaan Rocket Stove terhadap kualitas udara dan perubahan perilaku masyarakat.