Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

ANALISIS PERENCANAAN KEBIJAKAN PENELITIAN UIN SUNAN GUNUNG DJATI BANDUNG Muhammad Asro; Ilim Abdul Halim
Jurnal Perspektif Vol 1, No 2 (2017): Jurnal Perspektif
Publisher : UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/jp.v1i2.12

Abstract

Tujuan penelitian ini antara lain, pertama,untuk mengetahui Rencana Kebijakan Penelitian berkaitan Rencana Kerja Tahunan di UIN SGD Bandung 2015-2019. Kedua, Untuk mengetahui Analisis perencanaan Kebijakan Penelitian di UIN SGD Bandung periode 2015-2019. Ketiga,Untuk mengetahui apa saja rekomendasi hasil Analisis Perencanaan Kebijakan Penelitian UIN SGD Bandung.Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini meliputi, metode pendekatan-pendekatan analisis yuridis normatif, sedangkan metode pengumpulan data yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukan bahwa; pertama : sosialisasi rencana kebijakan penelitian; belum dilakukan secara masif, jarang di sosialisasikan ke dosen dan mahasiswa sebagai calon peneliti; bahwa hal-hal yang substansi dan administrasi perlu dilakukan sosialisasi lebih dini sehingga peneliti selalu ada yang memberikan catatan. Kedua, Rencana kebijakan penelitian, pada tahun tahun sebelumnya lebih mengutamakan Pemerataan Penelitian; harapanya tahun berikutnya lebih menghadirkan karya yang inovatif dan kreatif untuk menjawab tantangan di masa yang akan datang. Ketiga, Sejalan dengan tujuan penelitian UIN SGD Bandung bahwa Kebijakan aplikasi; hasil-hasil rencana kebijakan penelitian sebaiknya ditindaklanjuti, dipublikasikan dan diterbitkan hasil penelitian tersebut agar bermanfaat untuk orang banyak.mewujudkan penelitian berarti turut serta mewujudkan visi dan misi UIN SGD Bandung; Keempat, Perlunya penguatan dan peningkatan kualitas pemerataan mutu kebijakan penelitian dan administrasi, kontennya pada kualitas isi dan administrasi; Kelima, Pembidangan rencana kebijakan penelitian harus segera diatur sebaik-baiknya lintas fakultas yang ada di lingkungan Universitas Islam Negeri Sunan gunung Djati Bandung.
KEGIATAN KULIAH KERJA NYATA BAGI PESERTA ANAK DIDIK PADA SOSIALISASI PENGARUH GADGET Muhammad Asro; Dian Maulana Sidik
Al-Khidmat Vol 3, No 1 (2020): Jurnal Al-Khidmat : Jurnal Ilmiah Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Pusat Pengabdian kepada Masyarakat LP2M UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/jak.v3i1.5944

Abstract

AbstrakKegiatan sosialisasi tentang pengaruh gadget ditekankan pada pengguna gadget peserta anak didik tingkat Sekolah Dasar/Ibtidaiyah (SD/MI) dan Sekolah Lanjutan Pertama (SMP/MTs) tahun 2019 di Desa Jayamekar Cibugel Jawa Barat. Pada tingkatan peserta anak didik ini pengguna gadget terlalu apatis dan lupa akan waktu dan menjadikan anak anak menjadi hyper actif dan mempengaruhi perkembangan psikologi dan mentalnya. Tujuan dari kegiatan sosialisasi ialah untuk meminimalisir sekecil mungkin pengaruh gadget kepada peserta anak didik tersebut. Metode deskriftif dengan pendekatan ceramah, diskusi yang dipergunakan dalam penulisan artikel ini, dilanjutkan dengan tanya jawab dan simulasi kasus dengan ilustrasi dan penuh pembawaan. Adapun hasil dari kegiatan sosialisasi pengaruh gadget, antara lain : pertama, gunakan gadget seoptimal mungkin sesuai kebutuhan pengguna, jangan sampai ketagihan dan lupa waktu; seharusnya lebih dominan fungsi positifnya. kedua, saling berbagi pengetahuan tentang pengaruh gadget kepada teman, saudara, keluarga, dan masyarakat lingkungan sekitar agar mereka bisa melindungi diri supaya penggunaan gadgetnya sesuai dengan kebutuhan. ketiga, memperkenalkan bahwa gadget bisa digunakan sebagai sarana belajar mengajar secara daring (online) meskipun tidak ideal seperti yang diharapkan; sebagai sarana berbisnis, dan menyelesaiakan pekerjaan yang memerlukan efesiensi dan efektifitas baik waktu maupun tenaga; serta kegiatan marketplace penjualan dengan menggunakan aplikasi daring dalam penjualan produk-produk terkini yang dikemas praktis.AbstractThe activities of socialization about the gadgets’ influence emphasized on the users of gadgets participants of elementary school level (SD/MI) and of the first secondary school (SMP/MTs) at 2019 in the village of Jayamekar, Cibugel, West Java. At the level of students participants, this gadget users are too apathy and forget about time and make children become hyper-active and influence the development of psychology and mentality. The purpose of the socialization activities is to decrease as little as possible the effect of gadgets to participants of the students. The descriptive method with lecturing approach; the discussion are applied in writing this article, followed by questions and answers and simulation cases with illustrations and full-fledged. As for the results of the dissemination activities of the gadget influence, among others: first, use gadgets optimally as possible according to the needs of the user, do not get addicted and forget the time; Should be more dominant positive function. Second, share knowledge about the influence of gadgets to friends, relatives, family, and the surrounding community so they can protect themselves so that the use of the gadget according to the needs. Third, introduce that gadgets can be used to learning to teach online although not ideal as expected; As a means of doing business, and finishing the work that requires efficiency and effectiveness of both time and energy; As well as sales marketplace activities by using online applications in the sale of latest products that are packaged practically.
Internalisasi Nilai-Nilai Akhlaqul Karimah dalam Kehidupan Sehari-hari Siswa SD Negeri 1 Cibugel Aidil Syahfitra; Muhammad Asro
Al-Khidmat Vol 2, No 2 (2019): Vol 2 No.2 Jurnal Al Khidmat
Publisher : Pusat Pengabdian kepada Masyarakat LP2M UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/jak.v2i2.5984

Abstract

Pendidikan dapat diartikan sebagai sebuah bentuk untuk memajukan kehidupan negara, kesejahteraan negara, dan menjadikan negara yang bermoral tinggi, beretika, dan berbudaya sosial yang mulia. Pendidikan dilakukan demi berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab. Pengabdian ini merupakan pengandian dalam bentuk penelitian kualitatif deskriptif, data-data diperoleh melalui observasi, wawancara, dokumentasi, dan sosialisasi . Analisis data menggunakan reduksi data, untuk mendeskripsikan Internalisasi Nilai-Nilai Akhlaqul Karimah dalam Kehidupan Sehari-hari Siswa SD Negeri 1 Cibugel Desa Jayamekar Kecamatan Cibugel Kabupaten Sumedang. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada siswa akan pentingnya akhlakuk karimah dalam kehidupan sehari-hari baik akhlak kepada Allah, orang tua, guru, teman sebaya maupun akhlak-akhlak yang berkaitan dengan kehidupan sehari-hari. Selain itu juga pengabdian ini juga bertujuan untuk menganalisa bagaimana tingkat moralitas siswa sebagai bahan pertimbangan untuk menilai kualitas akhlak generasi-generasi penerus bangsa, baik itu di masa sekarang atau nanti di masa yang akan datang.  Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa siswa memiliki antusias dan partisipasi yang tinggi menjadi insan yang lebih baik hal ini terbukti secara implisit dalam kegiatan sosialisasi yang telah dilaksanakan, yang mana hal ini secara tersirat menunjukkan perkembangan akhlak siswa dalam menghargai orang lain.
PENYELESAIAN WARISAN MELALUI HIBAH DALAM PERSPEKTIF HUKUM ISLAM Siah Khosyi'ah; M. Asro
Asy-Syari'ah Vol 23, No 1 (2021): Asy-Syari'ah
Publisher : Faculty of Sharia and Law, Sunan Gunung Djati Islamic State University of Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/as.v23i1.12755

Abstract

Abstract: This paper departs from the different concepts between grants and inheritance. A grant is a form of transfer of property from a person (grantor) to another person (grantee) which is carried out while the grantor is still alive with the maximum amount of 1/3 of the inheritance. The grantee may come not only from the grantor’s heir, but also from other party, whether a person or a legal person. While inheritance is the transfer of property from a deceased person to their heir with the provisions that have been stated in the Qur'an and hadith, and other applicable legislation. The descriptive method with normative judicial approach was applied to describe how grants might become one of resolutions for inheritance-related conflict. The research found that some part of community distributes inheritance while the testator is still alive in order to avoid dispute between heirs. This practice is based on custom or simply due to lack of knowledge on Islamic inheritance provision. It can be concluded that the inheritance may be distributed while the testator is still alive through the concept of grant, as long as there is an agreement between the heirs. Whenever a dispute occurs after the grantor deceased, the distributed assets can be withdrawn and taken into account as inheritance.Abstrak: Tulisan ini berangkat dari konsep yang berbeda antara hibah dengan waris. Hibah merupakan bentuk perpindahan harta dari seseorang (pemberi hibah) kepada orang lain (penerima hibah) ketika pemberi hibah masih hidup dengan batasan yang disepakati maksimal sampai 1/3 dari harta peninggalan. Penerima hibah tersebut tidak hanya ahli waris tetapi bisa orang lain baik secara perorangan maupun lembaga atau organisasi yang dilaksanakan. Sementara waris merupakan perpindahan harta dari orang yang sudah meninggal dunia kepada ahli waris dengan ketentuan yng sudah tercantum dalam al-Qur’an maupun hadist atau dalam ketentuan perundang-undangan yang berlaku. Metode ynag digunakan dalam tulisan ini adalah metode deskriftif dengan pendekatan yuridis normatif yang bertujuan untuk menggambarkan hibah sebagai penyelesaian waris. Ditemukan dalam masyarakat bagaimana pembagian warisan dilakukan ketika si pewaris masih hidup. Adapun alasannya antara lain agar tidak terjadi sengketa diantara ahli waris, karena faktor pemahaman keagamaan masyarakat yang masih kurang terhadap kewarisan Islam, atau karena kebiasaan yang terjadi dimasyarakat. Dapat disimpulkan bahwa penyelesaian waris bisa dilakukan dengan cara membaginya ketika pewaris masih hidup melalui konsep hibah, selama adanya kesepakatan diantara ahli waris. Jika terjadi sengketa setelah meninggalnya pemberi hibah, maka harta hibah yang diberikan ketika hidup dan dinilai sebagai warisan dapat ditarik kembali dan diperhitungkan sebagai warisan.
KEWENANGAN MAHKAMAH KONSTITUSI DALAM UNDANG-UNDANG DASAR NEGARA REPUBLIK INDONESIA TAHUN 1945 M. Asro
ADLIYA: Jurnal Hukum dan Kemanusiaan Vol 11, No 2 (2017): ADLIYA : Jurnal Hukum dan Kemanusiaan
Publisher : Fakultas Syariah dan Hukum UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (969.137 KB) | DOI: 10.15575/adliya.v11i2.4857

Abstract

AbstrakKekuasaan kehakiman sesudah amandemen UUD Negara Republik Indonesia Tahun 1945 mengalami perubahan signifikan. UUD Negara Republik Indonesia Tahun 1945 di satu sisi telah mampu memberikan jaminan tentang kebebasan dan kemandirian kekuasaan kehakiman, namun di sisi lain, telah memberikan peluang kepada lembaga lain untuk “mengganggu kebebasan dan kemandirian keku­asaan keha­kiman”. Kewenangan Mahkamah Konstitusi menjadi kajian tersendiri dari tulisan ini. Sesuai dengan ketentuan Pasal 24C Ayat (1) dan (2) adalah untuk mengadili pada tingkat pertama dan terakhir untuk menguji UU terhadap UUD, memutus sengketa kewenangan lem­baga negara yang kewenangannya diberikan UUD, memutus pembu­baran partai partai politik, dan memutus perselisihan tentang hasil pemilihan umum. Di samping itu, MK juga wajib memberikan putusan atas pen­dapat DPR mengenai dugaan pelanggaran oleh presiden dan/atau wakil presiden menurut UUD. Dengan kewenangan tersebut, jelas bahwa MK memiliki hubungan tata kerja dengan semua lembaga negara, yaitu apabila terdapat sengketa antarlembaga negara atau apabila terjadi proses judicial review yang diajukan oleh lembaga kepada MK.
SOSIAL, BUDAYA, DAN EKONOMI BERDASAR PADA PERATURAN BUPATI INDRAMAYU NOMOR 29 TAHUN 2020 TENTANGPEDOMANPEMBATASAN SOSIAL BERSKALA BESAR (PSBB) Muhammad Asro; Jesy Tasela
Jurnal Kommunity Online Vol 2, No 1 (2021): Jurnal Kommunity Online
Publisher : Program Studi Pengembangan Masyarakat Islam (PMI) FIDIKOM, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (327.774 KB) | DOI: 10.15408/jko.v2i1.21892

Abstract

AbstractThe background of this research was initiated by a new phenomenon that existed in the community of whole world in the end of 2019 which had been quickly spread to the various parts of the world, and one of them was Indonesia that took part against this virus. Indonesia as a state of law must be present in this problem by making several policies from the central government to the regions in Indonesia. The research aims to obtain an explanation regarding the implementation of large scale of social restriction at the regional level, especially Indramayu Regency through Regent Regulation number 29, 2020 concerning the large scale of social restriction guidelines during the Covid-19 pandemic. The research uses a descriptive analysis method with qualitative approach, the research which by using Case Study Method. The result of the qualitative research is to process descriptive data, for example, conducting interviews and observations as well as supporting references. The results of the research shows some conclusions: (1) The aim of the establishment of the regulation is as a guideline for the implementation of the large sale of social restrictions for handling the Covid-19 in Indramayu Regency, which aims to limit certain activities, due to some principles: juridical, sociological, and philosophical principle in field of social, culture and economy. (2) Regent Regulation Number 29/2020 established on May 4, 2020 by applying administrative sanctions. (3) The evaluation conducted by the special committee concludes that the policies have not been successful yet, but needs to maximize, because spirit and discipline of the community to obey the Regent Regulation is still low and not maximal. It can be seen from the number of cases that always raises. Beside that, socialization and education regarding the Regent Regulation and danger of the Covid-19 have not been maximally conducted by the government to all levels of community.Keywords: regent regulation; covid-19 pandemic; large scale of social restrictionAbstrakLatar belakang penelitian ini diprakarsai oleh adanya fenomena baru yang ada diseluruh masyarakat dunia, pada akhir tahun 2019 yang secara cepat menyebar ke berbagai belahan dunia, salahsatunya Indonesia yang ikut berperang memerangi virus ini. Indonesia sebagai negara hukum, harus hadir dalam permasalahan ini dengan membuat beberapa kebijakan dari pemerintah pusat sampai ke daerah di Indonesia.Tujuan penelitian ini yaitu untuk memperoleh penjelasan mengenai pelaksanaan PSBB pada tingkat  daerah, khususnya Kabupaten Indramayu melalui Peraturan Bupati Nomor 29 Tahun 2020 tentang Pedoman PSBB dalam masa pandemi Covid-19.Penelitian ini menggunakan metode deskriptif analisis dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Penelitian dengan metode studi kasus (Case Study). Hasil dari penelitian kualitatif adalah mengolah data yang bersifat deskriptif, misalnya melakukan wawancara dan observasi serta referensi yang mendukung.Hasil penelitian ini mengemukakan beberapa kesimpulan, di antaranya: (1) maksud dibentuknya peraturan tersebut adalah sebagai pedoman pelaksanaan PSBB dalam rangka penanganan Covid-19 di Kabupaten Indramayu, yang bertujuan untuk membatasi kegiatan tertentu, atas pertimbangan beberapa asas di antaranya asas yuridis, sosiologis dan filosofis dalam bidang sosial, budaya dan ekonomi. (2) Perbup No 29/2020 ditetapkan tanggal 04 Mei tahun 2020, dengan menerapkan sanksi administratif. (3) Evaluasi yang dilakukan pansus menyimpulkan bahwa kebijakan tersebut belum berhasil, tetapi terus dimaksimalkan, dikarenakan semangat dan disiplin masyarakat untuk mematuhi perbup tersebut masih kurang dan belum maksimal. Hal ini dapat dilihat dari jumlah kasus yang terus naik. Disamping itu juga, sosialisasi dan edukasi mengenai Perbub dan bahaya Covid-19 belum maksimal yang dilakukan oleh pemerintah kepada seluruh lapisan masyarakat. Kata kunci: strategi pemberdayaan; pendampingan komunitas; kader posyanduDOI-