Dalli Yulio Saputra
UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Wild Edible Mushrooms Traded in Traditional Markets of Kerinci, Indonesia Dalli Yulio Saputra
Jurnal Hutan dan Masyarakat VOLUME 18 NO 1, JULI 2026
Publisher : Fakultas Kehutanan, Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24259/jhm.v18i1.49449

Abstract

Kerinci Regency, Jambi Province, is inhabited by the Kerinci people, recognized as one of the oldest ethnic groups in the world, and is surrounded by the forests of Kerinci Seblat National Park (TNKS). This ecological setting supports the availability of wild edible mushrooms traditionally utilized by local communities. However, scientific documentation of wild edible mushrooms traded in traditional markets has not yet been reported. This study aimed to identify wild edible mushroom species traded in traditional markets of Kerinci Regency and to document their utilization. The study was conducted in August 2024 across five traditional markets using a descriptive survey with an ethnomycological approach. Data were collected through observation, sampling, macroscopic identification, and interviews. Ten Basidiomycota species were recorded, including Polyporus sp., Auricularia sp1., Auricularia sp2., Schizophyllum commune, Lentinus sp., Lentinus squarrosulus, Pleurotus ostreatus, Pholiota sp., Lentinula cf. lateritia, and Laetiporus sulphureus. All species were traded in fresh form and consumed according to local culinary preferences.
Analisis Total Coliform sebagai Penentu Kelayakan Air Minum PDAM di Muaro Jambi Donny Kartiko Rahman; Dalli Yulio Saputra; Salahuddin
EDU-BIO: Jurnal Pendidikan Biologi Vol. 9 No. 1 (2026): EDU-BIO: Jurnal Pendidikan Biologi
Publisher : Prodi Tadris Biologi Fakultas Tarbiyah dan Keguruan Universitas Islam Negeri Sulthan Thaha Saifuddin Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30631/edubio.v9i1.180

Abstract

Aktivitas antropogenik di sepanjang Sungai Batanghari, seperti pertanian, perkebunan kelapa sawit, permukiman, dan kegiatan pertambangan, berpotensi menurunkan kualitas air sungai dan meningkatkan risiko pencemaran mikrobiologis. Kondisi ini berdampak pada kualitas air baku yang dimanfaatkan oleh PDAM Tirta Muaro Jambi. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi kualitas bakteriologis air PDAM Tirta Muaro Jambi Unit Pelayanan Mendalo dengan menggunakan bakteri coliform sebagai indikator pencemaran. Penelitian dilakukan menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif melalui pengujian bakteriologi di laboratorium. Sampel air diambil secara purposive dari sepuluh titik distribusi PDAM pada kawasan permukiman, kemudian dianalisis menggunakan metode Most Probable Number (MPN). Hasil pengujian menunjukkan bahwa seluruh sampel terdeteksi mengandung bakteri coliform dengan nilai berkisar antara 2–79 MPN/100 mL, yang melampaui baku mutu kualitas air minum sesuai Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 2 Tahun 2023. Temuan ini menunjukkan bahwa air PDAM Tirta Muaro Jambi Unit Pelayanan Mendalo belum memenuhi persyaratan bakteriologis untuk dikonsumsi secara langsung, sehingga diperlukan peningkatan efektivitas pengolahan air, pemeliharaan jaringan distribusi secara berkala, serta penerapan higiene dan sanitasi secara berkelanjutan, selanjutnya disarankan melakukan pengolahan air terlebih dahulu dengan perebusan hingga mendidih sebelum dikonsumsi.