Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Penataan Lahan Bekas Pembuangan Sampah Terbuka Menggunakan Alat Berat Untuk Lingkungan Permukiman Yang Lebih Sehat Dan Produktif Bagi Warga Masyarakat Di Lokasi PT Gula Putih Mataram, Kel. Mataram Udik Kec. Bandar Mataram Kab. Gunung Sugih - Lampung Tengah Andreas Luki Indratmoko; Purnomo Purnomo; Bagas Prabowo; Atik Pramono; Yulius Riansa; Suraya Suraya; Endra Saputra; Erik Tri Mahyudi
Jurnal Vokasi Vol 9, No 3 (2025): November
Publisher : Politeknik Negeri Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30811/vokasi.v9i3.8287

Abstract

Permasalahan utama yang dihadapi masyarakat di sekitar kawasan PT Gula Putih Mataram, Kelurahan Mataram Udik, Kecamatan Bandar Mataram, Kabupaten Gunung Sugih, Lampung Tengah, adalah keberadaan lahan bekas pembuangan sampah terbuka yang menimbulkan dampak lingkungan dan kesehatan. Area tersebut memiliki sejumlah lubang bekas pembuangan dan praktik pembakaran sampah yang menyebabkan pencemaran udara, degradasi tanah, serta berpotensi menjadi sumber penyakit bagi warga sekitar. Kondisi ini menunjukkan perlunya upaya penataan dan rehabilitasi lahan secara terpadu agar dapat dimanfaatkan kembali secara produktif serta mendukung kualitas lingkungan permukiman yang lebih sehat. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) tahap kedua ini bertujuan untuk menata dan merehabilitasi lahan bekas pembuangan sampah tersebut dengan memanfaatkan teknologi alat berat secara efektif dan efisien. Melalui pendekatan lintas disiplin, kegiatan ini melibatkan tiga program studi: Pemeliharaan Alat Berat, yang bertanggung jawab atas operasional dan pemeliharaan unit alat berat selama proses pembersihan dan perataan lahan; Teknologi Manufaktur, yang mendukung aspek teknis seperti desain tata letak lahan pasca-penataan serta modifikasi peralatan ringan; dan Teknologi Rekayasa Mesin Pertanian, yang memberikan rekomendasi pemanfaatan lahan hasil reklamasi untuk kegiatan pertanian produktif atau penghijauan lingkungan. Metode pelaksanaan meliputi tahapan observasi awal dan pemetaan kondisi eksisting, perencanaan teknis penataan lahan, pelaksanaan operasional alat berat untuk pembersihan dan pemadatan, serta pelatihan dan sosialisasi kepada masyarakat terkait pengelolaan pasca-rehabilitasi. Kegiatan ini menghasilkan perubahan signifikan berupa terbentuknya lahan yang bersih, aman, dan siap digunakan untuk fungsi produktif masyarakat. Selain itu, terdapat peningkatan kesadaran masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan dan mengelola sampah secara berkelanjutan. Secara keseluruhan, kegiatan Pengabdian ini berhasil memberikan kontribusi nyata terhadap peningkatan kualitas lingkungan dan pemberdayaan masyarakat sekitar PT Gula Putih Mataram, serta dapat menjadi model implementatif bagi wilayah lain yang memiliki permasalahan serupa dalam pengelolaan lahan eks-pembuangan sampah terbuka.
Limit Load Analysis with Finite Element Method in Two-Phase Separator Design According to Lazalde-Crabtree Bagas Prabowo; Asnawi Lubis; Jamiatul Akmal Akmal; Atik Pramono
SPROCKET JOURNAL OF MECHANICAL ENGINEERING Vol 7 No 2 (2026): Edisi Februari 2026
Publisher : Program Studi Teknik Mesin, Universitas HKBP Nommensen, Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36655/sprocket.v7i2.2151

Abstract

Penelitian ini menganalisis limit load pada desain separator dua fasa berdasarkan metode Lazalde-Crabtree menggunakan Metode Elemen Hingga (Finite Element Method/FEM). Separator dua fasa sebagai salah satu jenis bejana tekan sangat rentan mengalami kegagalan struktur akibat pengaruh tekanan internal. Studi dilakukan melalui pemodelan geometri separator tipe Bottom Outlet Cyclone (BOC), penentuan dimensi berdasarkan pendekatan Lazalde-Crabtree, penerapan material SA-106 Gr.B, serta analisis pembebanan nonlinier menggunakan ANSYS Mechanical APDL. Hasil penelitian menunjukkan bahwa batas elastis struktur separator terjadi pada tekanan 1,283 MPa (0,947 PD), sedangkan limit pressure tercapai pada tekanan 1,734 MPa (1,280 PD). Analisis juga mengungkap bahwa kegagalan struktur terjadi pada bagian inlet separator, sehingga diperlukan perkuatan khusus pada area tersebut untuk meningkatkan keamanan desain. Temuan ini memberikan dasar evaluasi penting untuk fabrikasi separator dua fasa pada aplikasi pembangkit listrik tenaga panas bumi.