Siska Arianti
Universitas Medika Suherman

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PERAN BIDAN DALAM EDUKASI PERSONAL HYGIENE REMAJA PUTRI SAAT MENSTRUASI PERTAMA DI SDN PASIR GOMBONG 06 Rosi Kurnia Sugiharti; Jayanti; Siska Arianti; Sulastri; Tia Idmar Suhita; Wawang Putri
Jurnal Pengabdian Masyarakat FKIP UTP Vol 7 No 2 (2026): PROFICIO : Jurnal Abdimas FKIP UTP
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Tunas Pembangunan Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36728/jpf.v7i2.6910

Abstract

Menstruasi pertama (menarche) merupakan salah satu tahap perkembangan remaja putri yang memerlukan kesiapan fisik dan psikologis, termasuk kemampuan menjaga personal hygiene untuk mencegah gangguan kesehatan reproduksi. Kurangnya pengetahuan mengenai kebersihan diri saat menstruasi dapat meningkatkan risiko terjadinya infeksi pada organ reproduksi. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan remaja putri kelas V tentang personal hygiene saat menstruasi pertama melalui edukasi kesehatan. Kegiatan dilaksanakan pada 2 Juni 2026 di SD Negeri Pasir Gombong 06 Cikarang Utara dengan sasaran 29 siswi kelas V. Metode yang digunakan meliputi pemberian pre-test, penyuluhan menggunakan media leaflet, poster, dan audio visual, diskusi interaktif, serta post-test sebagai evaluasi peningkatan pengetahuan. Materi yang diberikan mencakup pengertian menarche, pentingnya personal hygiene, cara menjaga kebersihan organ genital, penggunaan pembalut yang benar, serta pemilihan pakaian dalam yang sesuai. Hasil kegiatan menunjukkan seluruh peserta mengalami peningkatan nilai post-test dibandingkan pre-test dengan kenaikan skor berkisar antara 10–30 poin. Tidak terdapat peserta yang mengalami penurunan nilai, bahkan beberapa peserta mencapai skor maksimal 100 pada post-test. Hasil ini menunjukkan bahwa edukasi kesehatan yang diberikan efektif dalam meningkatkan pengetahuan remaja putri mengenai personal hygiene saat menstruasi pertama. Program edukasi serupa perlu dilakukan secara berkelanjutan dengan melibatkan sekolah, tenaga kesehatan, dan orang tua untuk mendukung kesehatan reproduksi remaja.
Faktor yang Berhubungan dengan Pengetahuan Ibu Postpartum terhadap Produksi ASI di TPMB Bidan Jayanti: Factors Related to Postpartum Mothers' Knowledge of Breast Milk Production at TPMB Bidan Jayanti Siska Arianti; Rohani Siregar; Musmundiroh Musmundiroh; Triseu Setianingsih
Jurnal Media Informatika Vol. 6 No. 5 (2025): Edisi Sep - Oktober 2025
Publisher : Lembaga Dongan Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55338/jumin.v6i5.7076

Abstract

Produksi Air Susu Ibu (ASI) merupakan faktor penting dalam keberhasilan pemberian ASI eksklusif. Rendahnya produksi ASI sering dikaitkan dengan kurangnya pengetahuan ibu postpartum mengenai faktor-faktor yang memengaruhi laktasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan pengetahuan ibu postpartum terhadap peningkatan produksi ASI di Tempat Praktik Mandiri Bidan (TPMB) Jayanti Kecamatan Cikarang Utara tahun 2025. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Populasi adalah seluruh ibu postpartum yang berkunjung ke TPMB Jayanti, dengan sampel sebanyak 50 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner terstruktur dan pengukuran antropometri, kemudian dianalisis menggunakan uji chi-square dengan tingkat signifikansi 95%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dukungan keluarga memiliki hubungan signifikan dengan pengetahuan ibu postpartum terhadap produksi ASI (p=0,001; OR=43,000; CI 95%: 3,365–549,547). Sementara itu, variabel paritas (p=0,274), status gizi (p=1,000), usia (p=0,157), dan keterpaparan informasi (p=0,338) tidak berhubungan secara signifikan dengan pengetahuan ibu postpartum. Penelitian ini menyimpulkan bahwa dukungan keluarga merupakan faktor dominan yang memengaruhi pengetahuan ibu postpartum dalam upaya peningkatan produksi ASI. Oleh karena itu, intervensi edukasi laktasi sebaiknya melibatkan keluarga sebagai unit pendukung utama untuk meningkatkan efektivitas promosi ASI eksklusif.