Desa Ngebel di lereng Gunung Wilis memiliki potensi kopi Robusta yang besar, namun terkendala oleh tingginya kelembapan udara dan anomali cuaca yang menyebabkan proses pengeringan konvensional memakan waktu hingga 14 hari dengan kadar air yang tidak stabil, sehingga menurunkan kualitas citarasa biji kopi. Pengabdian ini hadir sebagai solusi melalui intervensi teknologi yang terbukti mampu mereduksi waktu pengeringan secara signifikan menjadi hanya 3–4 hari sekaligus menjaga konsistensi kadar air akhir pada standar optimal 12%. Pengabdian ini bertujuan untuk mengimplementasikan teknologi tepat guna berupa alat pengering kopi Smart Dryer Box berbasis mikrokontroler Arduino Uno sebagai solusi standarisasi proses pascapanen kopi. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan Participatory Rural Appraisal (PRA) yang diterapkan secara nyata mulai dari tahap identifikasi kebutuhan bersama dan pemetaan kendala mikroklimat bersama pengurus BUMDesa, pengambilan keputusan partisipatif terkait spesifikasi desain kapasitas Smart Dryer Box, hingga proses instalasi perangkat serta pelatihan teknis operasional bagi operator di BUMDesa Barokah. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa Smart Dryer Box mampu menstabilkan suhu ruang pengering pada rentang 45°C hingga 50°C secara otomatis, yang secara signifikan mereduksi durasi pengeringan dari sekitar 2 minggu menjadi hanya 3-4 hari tanpa tergantung cuaca. Analisis data terhadap performa alat membuktikan bahwa perangkat ini dirancang efektif untuk mengejar target kadar air biji kopi pada standar 12% secara konsisten melalui simulasi durasi pengeringan yang terukur tanpa tergantung pada sinar matahari. Selain itu, berdasarkan evaluasi performa kerja melalui indikator praktik, mitra menunjukkan tingkat pemahaman sebesar 85% yang diukur dari keberhasilan pengoperasian mandiri sistem otomasi serta ketepatan dalam melakukan prosedur perawatan alat. Kesimpulannya, hilirisasi teknologi otomatisasi ini berhasil meningkatkan efisiensi produksi dan menjamin mutu kopi Robusta Wilis yang berkelanjutan. Program ini memberikan dampak nyata pada penguatan daya saing ekonomi desa melalui modernisasi infrastruktur pertanian berbasis digital.