Aktivitas agroindustri kacang kedelai Kelompok Swadaya Masyarakat Desa Bandungrejo, Kecamatan Mranggen, Kabupaten Demak, menghasilkan limbah ampas tahu setiap harinya. Limbah berpotensi memicu pencemaran bau, menyumbat drainase lingkungan jika tidak ditangani. Mitra memiliki posisi tawar ekonomi yang rendah karena hanya menjual ampas tahu curah sebagai pakan ternak murah. Pengabdian multidisiplin bertujuan untuk mengintegrasikan keilmuan Teknik Sipil dan Kewirausahaan guna mengubah limbah tersebut menjadi produk upcycling bernilai jual tinggi melalui pendekatan ekonomi sirkular. Metode pelaksanaan Participatory Action Research melalui tahapan: identifikasi masalah, rekayasa fasilitas hulu, pendampingan manajemen komersialisasi hilir, evaluasi. Hasil intervensi Teknik Sipil menunjukkan instalasi Solar-Biomass Greenhouse Dryer dan penerapan tata letak searah berhasil menurunkan kadar air ampas tahu dari 82,4% menjadi 10,2%, sehingga menghentikan pembusukan dan menciptakan ruang kerja yang saniter. Sektor hilir, intervensi Kewirausahaan berhasil mendampingi mitra dalam mendiversifikasi ampas tahu kering menjadi produk pangan fungsional premium "Soy-Craft Cookies". Analisis finansial usaha baru ini sangat layak dijalankan dengan Revenue-Cost Ratio sebesar 1,42 dan mampu menyumbang kenaikan pendapatan bersih KSM sebesar 22%. Manajemen operasional dan pemasaran digital mitra meningkat signifikan dengan Gain Score sebesar 0,67 (kategori sedang menuju tinggi). Sinergi ini berhasil memutus eksternalitas negatif limbah sekaligus menumbuhkan kemandirian ekonomi berbasis eco-preneurship di tingkat perdesaan.