Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

AN ANALYSIS OF THE USE OF ENGLISH IN BUSINESS CORRESPONDENCE IN MEDAN AND ITS IMPACT ON PROFESSIONAL COMMUNICATION EFFECTIVENESS IN THE ERA OF DIGITAL GLOBALIZATION Emmy Erwina; Bima Prana Chitra; Lisna Sari Siregar; Widelya Shafa April; Winanda Salvira
Vernacular: Linguistics, Literature, Communication and Culture Journal Vol. 4 No. 2 (2025): January edition 2025
Publisher : Universitas Harapan Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The increasing use of English in international business has made effective written communication an essential component of professional interaction in the era of digital globalization. This study aimed to analyze the use of English in business correspondence among selected companies in Medan and examine its impact on professional communication effectiveness. A qualitative descriptive research design was employed to investigate eight authentic business correspondence documents collected from companies operating in various business sectors. The data were analyzed using thematic analysis focusing on five linguistic aspects: grammatical accuracy, vocabulary use, politeness strategies, organizational structure, and message clarity. The findings revealed that most business correspondence demonstrated good grammatical accuracy, appropriate business vocabulary, complete organizational structure, and consistent use of positive politeness strategies. Five of the eight documents were categorized as highly effective, while two were classified as effective and one as moderately effective. Although minor grammatical errors were identified in several documents, these inaccuracies did not significantly affect the overall communicative purpose because the messages remained clear and professionally organized. The study concludes that communication effectiveness in English business correspondence is influenced not only by grammatical competence but also by appropriate vocabulary, coherent organization, politeness strategies, and message clarity. These findings contribute to the development of Applied Linguistics and English for Specific Purposes (ESP) by providing practical insights into authentic workplace communication and offering recommendations for improving Business English competence in professional settings.
Pendampingan Penerjemahan dan Penyusunan Media Promosi Wisata Dwibahasa Berbasis Digital di Tangkahan, Sumatera Utara, untuk Meningkatkan Visibilitas Destinasi, Kunjungan Wisatawan Mancanegara, dan Pendapatan Masyarakat Lokal Emmy Erwina; Bima Prana Chitra; Lisna Sari Siregar; Widelya Shafa April; Winanda Salvira
Prioritas: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 6 No. 02 (2024): EDISI SEPTEMBER 2024
Publisher : Universitas Harapan Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengembangan destinasi wisata berbasis masyarakat memerlukan strategi promosi yang mampu menjangkau wisatawan domestik maupun mancanegara. Ekowisata Tangkahan, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara, memiliki potensi wisata alam yang tinggi, namun masih menghadapi keterbatasan dalam penyediaan media promosi dwibahasa dan pemanfaatan teknologi digital sebagai sarana pemasaran. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi masyarakat dalam menerjemahkan dan menyusun media promosi wisata dwibahasa berbasis digital guna meningkatkan visibilitas destinasi, menarik kunjungan wisatawan mancanegara, dan mendukung peningkatan pendapatan masyarakat lokal. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan Participatory Action Research (PAR) yang dipadukan dengan konsep Community-Based Tourism (CBT) melalui tahapan identifikasi kebutuhan, pelatihan English for Tourism, pendampingan penerjemahan, penyusunan media promosi digital, implementasi, serta monitoring dan evaluasi. Program melibatkan 20 peserta yang terdiri atas anggota Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis), pelaku UMKM, pemandu wisata, dan pengelola destinasi. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa rata-rata kemampuan bahasa Inggris peserta meningkat dari 59,95 menjadi 84,45, sedangkan kemampuan promosi digital meningkat dari 56,15 menjadi 85,50. Tingkat kepuasan peserta mencapai rata-rata 4,65 pada skala lima, dengan 65% peserta menyatakan sangat puas dan 35% menyatakan puas terhadap pelaksanaan program. Selain peningkatan kompetensi, kegiatan ini menghasilkan berbagai media promosi wisata dwibahasa berbasis digital yang siap digunakan pada website dan media sosial destinasi. Program ini membuktikan bahwa pendampingan berbasis partisipatif mampu memperkuat kapasitas masyarakat dalam pengelolaan promosi digital, meningkatkan visibilitas destinasi, serta mendukung pengembangan ekowisata yang berkelanjutan.