Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

THE EFFECT OF CULTURAL IDENTITY REPRESENTATION IN BRITISH LITERARY WORKS ON CROSS-CULTURAL UNDERSTANDING AMONG INDONESIAN STUDENTS Hidayati; Misla Geubrina; Petra Eklesia; Winanda Salvira
Vernacular: Linguistics, Literature, Communication and Culture Journal Vol. 5 No. 2 (2026): January Edition 2026
Publisher : Universitas Harapan Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to examine the effect of cultural identity representation in selected British literary works on the cross-cultural understanding of Indonesian undergraduate students. The research is motivated by the limited ability of students to interpret cultural identity represented in literary texts and to relate those representations to broader social and cultural contexts. A mixed-methods approach was employed by integrating qualitative literary analysis with quantitative investigation of students' responses. The participants consisted of twenty undergraduate students enrolled in an English Literature program who participated in a literature-based instructional intervention. Data were collected through literary text analysis, pre-test and post-test questionnaires, classroom observations, reflective journals, and semi-structured interviews. Qualitative data were analyzed using thematic analysis, while quantitative data were examined using descriptive and inferential statistical techniques. The findings indicate that prior to the intervention, students demonstrated a moderate level of cross-cultural understanding, with a mean pre-test score of 62.45. Following the implementation of literature-based learning activities, the participants showed noticeable improvement in recognizing cultural identity representation, appreciating cultural diversity, developing empathy, and strengthening intercultural communication skills. Qualitative findings further revealed that collaborative discussions, reflective reading, and critical literary analysis encouraged students to construct broader perspectives on cultural diversity and intercultural relationships. The study concludes that cultural identity representation in British literary works has a positive influence on Indonesian undergraduate students' cross-cultural understanding when supported by structured, reflective, and student-centered instructional strategies. These findings contribute to the advancement of literary studies, cultural studies, and intercultural communication while providing practical implications for the development of English literature curricula and literature-based intercultural learning in Indonesian higher education.
Pendampingan Penerjemahan dan Penyusunan Media Promosi Wisata Dwibahasa Berbasis Digital di Tangkahan, Sumatera Utara, untuk Meningkatkan Visibilitas Destinasi, Kunjungan Wisatawan Mancanegara, dan Pendapatan Masyarakat Lokal Emmy Erwina; Bima Prana Chitra; Lisna Sari Siregar; Widelya Shafa April; Winanda Salvira
Prioritas: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 6 No. 02 (2024): EDISI SEPTEMBER 2024
Publisher : Universitas Harapan Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengembangan destinasi wisata berbasis masyarakat memerlukan strategi promosi yang mampu menjangkau wisatawan domestik maupun mancanegara. Ekowisata Tangkahan, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara, memiliki potensi wisata alam yang tinggi, namun masih menghadapi keterbatasan dalam penyediaan media promosi dwibahasa dan pemanfaatan teknologi digital sebagai sarana pemasaran. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi masyarakat dalam menerjemahkan dan menyusun media promosi wisata dwibahasa berbasis digital guna meningkatkan visibilitas destinasi, menarik kunjungan wisatawan mancanegara, dan mendukung peningkatan pendapatan masyarakat lokal. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan Participatory Action Research (PAR) yang dipadukan dengan konsep Community-Based Tourism (CBT) melalui tahapan identifikasi kebutuhan, pelatihan English for Tourism, pendampingan penerjemahan, penyusunan media promosi digital, implementasi, serta monitoring dan evaluasi. Program melibatkan 20 peserta yang terdiri atas anggota Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis), pelaku UMKM, pemandu wisata, dan pengelola destinasi. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa rata-rata kemampuan bahasa Inggris peserta meningkat dari 59,95 menjadi 84,45, sedangkan kemampuan promosi digital meningkat dari 56,15 menjadi 85,50. Tingkat kepuasan peserta mencapai rata-rata 4,65 pada skala lima, dengan 65% peserta menyatakan sangat puas dan 35% menyatakan puas terhadap pelaksanaan program. Selain peningkatan kompetensi, kegiatan ini menghasilkan berbagai media promosi wisata dwibahasa berbasis digital yang siap digunakan pada website dan media sosial destinasi. Program ini membuktikan bahwa pendampingan berbasis partisipatif mampu memperkuat kapasitas masyarakat dalam pengelolaan promosi digital, meningkatkan visibilitas destinasi, serta mendukung pengembangan ekowisata yang berkelanjutan.
Pelatihan Pengembangan Materi Promosi Wisata Berbasis Multimodal Berbahasa Inggris bagi Generasi Muda Berastagi untuk Meningkatkan Branding Destinasi Berkelanjutan dan Daya Saing Pariwisata Internasional Hidayati; Mayasari; Misla Geubrina; Petra Eklesia; Winanda Salvira
Prioritas: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 8 No. 1 (2026): Edisi Maret 2026
Publisher : Universitas Harapan Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pelaksanaan promosi destinasi wisata pada era digital menuntut kemampuan masyarakat dalam menghasilkan konten yang kreatif, komunikatif, dan mampu menjangkau wisatawan global. Namun demikian, generasi muda di Berastagi masih menghadapi berbagai kendala, antara lain keterbatasan kemampuan menyusun materi promosi wisata berbahasa Inggris, rendahnya pemahaman mengenai komunikasi multimodal, serta belum optimalnya pemanfaatan media digital untuk membangun branding destinasi. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi generasi muda Berastagi dalam mengembangkan materi promosi wisata berbasis multimodal berbahasa Inggris guna memperkuat branding destinasi berkelanjutan dan meningkatkan daya saing pariwisata internasional. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan partisipatif melalui tahapan identifikasi kebutuhan mitra, penyusunan modul pelatihan, pre-test, pelatihan interaktif, praktik pengembangan konten digital, pendampingan, serta evaluasi menggunakan post-test dan survei kepuasan peserta. Sebanyak 20 peserta mengikuti seluruh rangkaian kegiatan yang terdiri atas anggota komunitas pemuda, mahasiswa, dan kelompok sadar wisata. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan kompetensi peserta yang ditunjukkan oleh perubahan kategori kemampuan dari 60% peserta berada pada kategori rendah sebelum pelatihan menjadi 70% berada pada kategori tinggi setelah pelatihan. Selain itu, 75% peserta menyatakan sangat puas terhadap pelaksanaan kegiatan. Luaran program berupa video promosi wisata, poster digital, konten media sosial, dan narasi promosi berbahasa Inggris menunjukkan peningkatan kualitas dari aspek visual, komunikasi, kreativitas, serta penyampaian pesan destinasi. Program ini tidak hanya meningkatkan keterampilan peserta dalam memanfaatkan teknologi digital sebagai media promosi, tetapi juga memperkuat partisipasi generasi muda sebagai agen branding destinasi wisata berkelanjutan. Dengan demikian, kegiatan pengabdian memberikan kontribusi nyata terhadap peningkatan kapasitas sumber daya manusia lokal sekaligus mendukung penguatan citra dan daya saing pariwisata Berastagi di tingkat nasional maupun internasional.
Pelatihan Komunikasi Bahasa Inggris Berbasis Warisan Budaya Melayu Bagi Pemandu Wisata Istana Maimoon Untuk Meningkatkan Kualitas Interpretasi Budaya Dan Kepuasan Wisatawan Mancanegara Emmy Erwina; Bima Prana Chitra; Lisna Sari Siregar; Widelya Shafa April; Winanda Salvira
Prioritas: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 7 No. 02 (2025): EDISI SEPTEMBER 2025
Publisher : Universitas Harapan Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemandu wisata memiliki peran strategis dalam membangun pengalaman wisatawan melalui penyampaian informasi yang komunikatif, akurat, dan berorientasi pada interpretasi budaya. Namun, hasil identifikasi kebutuhan pada pemandu wisata Istana Maimoon menunjukkan bahwa kemampuan komunikasi Bahasa Inggris, penguasaan kosakata pariwisata, serta keterampilan menginterpretasikan warisan budaya Melayu kepada wisatawan mancanegara masih belum optimal. Kondisi tersebut berpotensi memengaruhi kualitas pelayanan dan kepuasan wisatawan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan kemampuan komunikasi Bahasa Inggris berbasis warisan budaya Melayu bagi pemandu wisata Istana Maimoon sehingga mampu meningkatkan kualitas interpretasi budaya dan pelayanan kepada wisatawan mancanegara. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan partisipatif melalui tahapan analisis kebutuhan, penyusunan modul pelatihan, pelaksanaan pelatihan berbasis English for Tourism, heritage interpretation, storytelling, komunikasi lintas budaya, praktik lapangan, pendampingan, serta monitoring dan evaluasi. Berdasarkan data simulasi yang digunakan sebagai contoh analisis, rata-rata nilai peserta meningkat dari 59,50 pada tahap pre-test menjadi 84,30 pada tahap post-test. Hasil observasi juga menunjukkan peningkatan pada aspek kelancaran komunikasi, penguasaan materi budaya Melayu, kemampuan storytelling, pelafalan, dan kepercayaan diri peserta. Selain itu, sebagian besar peserta memberikan respons sangat puas terhadap materi, metode, dan proses pendampingan selama pelatihan. Secara keseluruhan, program pelatihan menunjukkan potensi dalam meningkatkan kompetensi komunikasi profesional pemandu wisata sekaligus memperkuat kualitas interpretasi budaya Melayu sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas pelayanan wisata heritage di Istana Maimoon. Ke depan, pelaksanaan program serupa perlu didukung oleh evaluasi berbasis data empiris dan pendampingan berkelanjutan agar dampaknya terhadap kepuasan wisatawan dan daya saing destinasi dapat diukur secara lebih komprehensif
Pendampingan Penerjemahan Informasi Sejarah dan Budaya Istana Maimun ke dalam Bahasa Inggris untuk Meningkatkan Aksesibilitas Informasi serta Daya Tarik Wisata Heritage Bima Prana Chitra; Emmy Erwina; Lisna Sari Siregar; Widelya Shafa April; Winanda Salvira
Prioritas: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 7 No. 02 (2025): EDISI SEPTEMBER 2025
Publisher : Universitas Harapan Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Istana Maimun merupakan salah satu destinasi wisata heritage di Kota Medan yang memiliki nilai sejarah dan budaya tinggi serta menjadi daya tarik bagi wisatawan domestik maupun mancanegara. Namun, keterbatasan kemampuan pengelola dan pemandu wisata dalam menerjemahkan informasi sejarah dan budaya ke dalam bahasa Inggris masih menjadi kendala dalam penyampaian informasi kepada wisatawan asing. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi peserta dalam menerjemahkan informasi sejarah dan budaya Istana Maimun melalui pelatihan penerjemahan berbasis praktik. Metode yang digunakan meliputi identifikasi kebutuhan mitra, penyusunan materi, pelaksanaan pre-test, penyampaian materi, praktik penerjemahan, pendampingan, post-test, serta evaluasi melalui angket kepuasan peserta. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa peserta mengalami peningkatan pemahaman mengenai konsep dasar penerjemahan, penguasaan kosakata pariwisata, penggunaan tata bahasa, dan penerjemahan istilah budaya. Selain itu, peserta memberikan respons yang sangat positif terhadap materi, metode pelatihan, dan proses pendampingan yang diberikan. Program ini juga menghasilkan media informasi bilingual sederhana yang dapat dimanfaatkan sebagai pendukung pelayanan informasi bagi wisatawan. Dengan demikian, pelatihan penerjemahan terbukti menjadi salah satu strategi yang efektif dalam meningkatkan kompetensi sumber daya manusia sekaligus mendukung pengembangan layanan informasi bilingual pada destinasi wisata heritage. Keberlanjutan program melalui pendampingan dan pengembangan media digital bilingual diharapkan dapat semakin memperkuat kualitas pelayanan wisata dan daya saing Istana Maimun sebagai destinasi wisata budaya