Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Pendampingan Penerjemahan dan Penyusunan Media Promosi Wisata Dwibahasa Berbasis Digital di Tangkahan, Sumatera Utara, untuk Meningkatkan Visibilitas Destinasi, Kunjungan Wisatawan Mancanegara, dan Pendapatan Masyarakat Lokal Emmy Erwina; Bima Prana Chitra; Lisna Sari Siregar; Widelya Shafa April; Winanda Salvira
Prioritas: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 6 No. 02 (2024): EDISI SEPTEMBER 2024
Publisher : Universitas Harapan Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengembangan destinasi wisata berbasis masyarakat memerlukan strategi promosi yang mampu menjangkau wisatawan domestik maupun mancanegara. Ekowisata Tangkahan, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara, memiliki potensi wisata alam yang tinggi, namun masih menghadapi keterbatasan dalam penyediaan media promosi dwibahasa dan pemanfaatan teknologi digital sebagai sarana pemasaran. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi masyarakat dalam menerjemahkan dan menyusun media promosi wisata dwibahasa berbasis digital guna meningkatkan visibilitas destinasi, menarik kunjungan wisatawan mancanegara, dan mendukung peningkatan pendapatan masyarakat lokal. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan Participatory Action Research (PAR) yang dipadukan dengan konsep Community-Based Tourism (CBT) melalui tahapan identifikasi kebutuhan, pelatihan English for Tourism, pendampingan penerjemahan, penyusunan media promosi digital, implementasi, serta monitoring dan evaluasi. Program melibatkan 20 peserta yang terdiri atas anggota Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis), pelaku UMKM, pemandu wisata, dan pengelola destinasi. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa rata-rata kemampuan bahasa Inggris peserta meningkat dari 59,95 menjadi 84,45, sedangkan kemampuan promosi digital meningkat dari 56,15 menjadi 85,50. Tingkat kepuasan peserta mencapai rata-rata 4,65 pada skala lima, dengan 65% peserta menyatakan sangat puas dan 35% menyatakan puas terhadap pelaksanaan program. Selain peningkatan kompetensi, kegiatan ini menghasilkan berbagai media promosi wisata dwibahasa berbasis digital yang siap digunakan pada website dan media sosial destinasi. Program ini membuktikan bahwa pendampingan berbasis partisipatif mampu memperkuat kapasitas masyarakat dalam pengelolaan promosi digital, meningkatkan visibilitas destinasi, serta mendukung pengembangan ekowisata yang berkelanjutan.
Pendampingan Optimalisasi Komunikasi Digital Berbahasa Inggris bagi Pelaku UMKM Berastagi untuk Meningkatkan Pemasaran Produk pada Pasar Global Bima Prana Chitra; Emmy Erwina; Lisna Sari Siregar; Febianti Ngongo; Widelya Shafa April
Prioritas: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 8 No. 1 (2026): Edisi Maret 2026
Publisher : Universitas Harapan Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Berastagi memiliki potensi besar untuk menembus pasar global melalui pemasaran digital. Namun, keterbatasan kemampuan komunikasi digital berbahasa Inggris, khususnya dalam menyusun konten promosi, berinteraksi dengan pelanggan internasional, dan memanfaatkan platform digital, masih menjadi kendala utama. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi komunikasi digital berbahasa Inggris bagi pelaku UMKM Berastagi sehingga mampu memperluas jangkauan pemasaran produk ke pasar internasional. Metode yang digunakan meliputi sosialisasi, pelatihan interaktif, praktik langsung, pendampingan intensif, serta evaluasi melalui pre-test dan post-test. Materi pelatihan mencakup penyusunan deskripsi produk dalam bahasa Inggris, teknik copywriting digital, komunikasi dengan pelanggan asing, serta optimalisasi media sosial dan marketplace global. Sebanyak 30 pelaku UMKM mengikuti seluruh rangkaian kegiatan selama tiga hari. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan kompetensi peserta dalam menggunakan bahasa Inggris untuk komunikasi pemasaran digital yang ditunjukkan oleh peningkatan nilai rata-rata post-test dibandingkan pre-test. Selain itu, peserta mampu menghasilkan konten promosi berbahasa Inggris yang lebih komunikatif, informatif, dan sesuai dengan karakteristik pasar internasional. Pendampingan juga meningkatkan kepercayaan diri peserta dalam berinteraksi dengan calon pembeli mancanegara melalui media digital. Dengan demikian, program ini berkontribusi terhadap penguatan kapasitas sumber daya manusia UMKM dalam mendukung transformasi digital dan peningkatan daya saing produk lokal di pasar global. Keberlanjutan program melalui pendampingan berkala dan penguatan jejaring pemasaran internasional diharapkan mampu memberikan dampak yang lebih luas terhadap peningkatan kinerja ekspor UMKM Berastagi.
Pelatihan Komunikasi Bahasa Inggris Berbasis Warisan Budaya Melayu Bagi Pemandu Wisata Istana Maimoon Untuk Meningkatkan Kualitas Interpretasi Budaya Dan Kepuasan Wisatawan Mancanegara Emmy Erwina; Bima Prana Chitra; Lisna Sari Siregar; Widelya Shafa April; Winanda Salvira
Prioritas: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 7 No. 02 (2025): EDISI SEPTEMBER 2025
Publisher : Universitas Harapan Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemandu wisata memiliki peran strategis dalam membangun pengalaman wisatawan melalui penyampaian informasi yang komunikatif, akurat, dan berorientasi pada interpretasi budaya. Namun, hasil identifikasi kebutuhan pada pemandu wisata Istana Maimoon menunjukkan bahwa kemampuan komunikasi Bahasa Inggris, penguasaan kosakata pariwisata, serta keterampilan menginterpretasikan warisan budaya Melayu kepada wisatawan mancanegara masih belum optimal. Kondisi tersebut berpotensi memengaruhi kualitas pelayanan dan kepuasan wisatawan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan kemampuan komunikasi Bahasa Inggris berbasis warisan budaya Melayu bagi pemandu wisata Istana Maimoon sehingga mampu meningkatkan kualitas interpretasi budaya dan pelayanan kepada wisatawan mancanegara. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan partisipatif melalui tahapan analisis kebutuhan, penyusunan modul pelatihan, pelaksanaan pelatihan berbasis English for Tourism, heritage interpretation, storytelling, komunikasi lintas budaya, praktik lapangan, pendampingan, serta monitoring dan evaluasi. Berdasarkan data simulasi yang digunakan sebagai contoh analisis, rata-rata nilai peserta meningkat dari 59,50 pada tahap pre-test menjadi 84,30 pada tahap post-test. Hasil observasi juga menunjukkan peningkatan pada aspek kelancaran komunikasi, penguasaan materi budaya Melayu, kemampuan storytelling, pelafalan, dan kepercayaan diri peserta. Selain itu, sebagian besar peserta memberikan respons sangat puas terhadap materi, metode, dan proses pendampingan selama pelatihan. Secara keseluruhan, program pelatihan menunjukkan potensi dalam meningkatkan kompetensi komunikasi profesional pemandu wisata sekaligus memperkuat kualitas interpretasi budaya Melayu sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas pelayanan wisata heritage di Istana Maimoon. Ke depan, pelaksanaan program serupa perlu didukung oleh evaluasi berbasis data empiris dan pendampingan berkelanjutan agar dampaknya terhadap kepuasan wisatawan dan daya saing destinasi dapat diukur secara lebih komprehensif
Pendampingan Penerjemahan Informasi Sejarah dan Budaya Istana Maimun ke dalam Bahasa Inggris untuk Meningkatkan Aksesibilitas Informasi serta Daya Tarik Wisata Heritage Bima Prana Chitra; Emmy Erwina; Lisna Sari Siregar; Widelya Shafa April; Winanda Salvira
Prioritas: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 7 No. 02 (2025): EDISI SEPTEMBER 2025
Publisher : Universitas Harapan Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Istana Maimun merupakan salah satu destinasi wisata heritage di Kota Medan yang memiliki nilai sejarah dan budaya tinggi serta menjadi daya tarik bagi wisatawan domestik maupun mancanegara. Namun, keterbatasan kemampuan pengelola dan pemandu wisata dalam menerjemahkan informasi sejarah dan budaya ke dalam bahasa Inggris masih menjadi kendala dalam penyampaian informasi kepada wisatawan asing. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi peserta dalam menerjemahkan informasi sejarah dan budaya Istana Maimun melalui pelatihan penerjemahan berbasis praktik. Metode yang digunakan meliputi identifikasi kebutuhan mitra, penyusunan materi, pelaksanaan pre-test, penyampaian materi, praktik penerjemahan, pendampingan, post-test, serta evaluasi melalui angket kepuasan peserta. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa peserta mengalami peningkatan pemahaman mengenai konsep dasar penerjemahan, penguasaan kosakata pariwisata, penggunaan tata bahasa, dan penerjemahan istilah budaya. Selain itu, peserta memberikan respons yang sangat positif terhadap materi, metode pelatihan, dan proses pendampingan yang diberikan. Program ini juga menghasilkan media informasi bilingual sederhana yang dapat dimanfaatkan sebagai pendukung pelayanan informasi bagi wisatawan. Dengan demikian, pelatihan penerjemahan terbukti menjadi salah satu strategi yang efektif dalam meningkatkan kompetensi sumber daya manusia sekaligus mendukung pengembangan layanan informasi bilingual pada destinasi wisata heritage. Keberlanjutan program melalui pendampingan dan pengembangan media digital bilingual diharapkan dapat semakin memperkuat kualitas pelayanan wisata dan daya saing Istana Maimun sebagai destinasi wisata budaya