Kinerja pegawai merupakan faktor penting dalam mendukung efektivitas organisasi sektor publik, terutama pada instansi yang memiliki tuntutan adaptasi tinggi terhadap perkembangan teknologi dan perubahan lingkungan kerja. Salah satu upaya untuk meningkatkan kinerja pegawai adalah melalui pengembangan kompetensi. Namun, peningkatan kompetensi tidak selalu berdampak langsung terhadap peningkatan kinerja karena diperlukan kemampuan individu dalam belajar, beradaptasi, dan menerapkan kompetensi yang dimiliki. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh pengembangan kompetensi terhadap kinerja pegawai, pengaruh pengembangan kompetensi terhadap learning agility, pengaruh learning agility terhadap kinerja pegawai, serta peran learning agility dalam memediasi hubungan antara pengembangan kompetensi dan kinerja pegawai pada Badan Pusat Statistik Kabupaten Tegal. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode explanatory research. Populasi penelitian adalah seluruh pegawai Badan Pusat Statistik Kabupaten Tegal yang berjumlah 40 orang dan seluruhnya dijadikan sampel menggunakan teknik sampling jenuh. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan dianalisis menggunakan Structural Equation Modeling–Partial Least Squares (SEM-PLS) dengan bantuan SmartPLS 4. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengembangan kompetensi tidak berpengaruh signifikan terhadap kinerja pegawai, tetapi berpengaruh positif dan signifikan terhadap learning agility. Learning agility terbukti berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai serta mampu memediasi secara penuh hubungan antara pengembangan kompetensi dan kinerja pegawai (full mediation). Temuan ini menunjukkan bahwa keberhasilan program pengembangan kompetensi sangat ditentukan oleh kemampuan pegawai dalam belajar secara cepat, beradaptasi terhadap perubahan, dan mengimplementasikan kompetensi yang diperoleh ke dalam pelaksanaan pekerjaan