Dwi Puji Rahayu
Institut Agama Islam Negeri Ternate

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

MODEL FESTIVAL GALATAMA SEBAGAI STRATEGI PENGUATAN KOMPETENSI GURU MADRASAH DALAM PENGEMBANGAN MODUL AJAR BERBASIS NILAI-NILAI KURIKULUM CINTA Adiyana Adam; Muhammad Ridha; Nurmala Buamona; Dwi Puji Rahayu; Kartini Limatahu; Kamarun M.Sebe6; Asmiraty Asmiraty; Elfira Mahmud; Mudayanah Mudayanah
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 9, No 6 (2026): MARTABE : JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v9i6.2884-2494

Abstract

Penguatan kompetensi guru merupakan salah satu faktor penting dalam keberhasilan implementasi Kurikulum Merdeka di madrasah, terutama dalam mengembangkan modul ajar yang mengintegrasikan nilai-nilai Kurikulum Cinta. Namun, berbagai program peningkatan kompetensi guru masih didominasi oleh pelatihan yang berorientasi pada transfer pengetahuan dan belum memberikan ruang yang memadai bagi praktik, evaluasi, serta refleksi pembelajaran. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan mendeskripsikan implementasi Model Festival GALATAMA sebagai strategi penguatan kompetensi guru madrasah melalui pengembangan Modul Ajar Kurikulum Merdeka berbasis nilai-nilai Kurikulum Cinta. Kegiatan diselenggarakan oleh Bidang Pendidikan Islam Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Maluku Utara dengan melibatkan lebih dari 400 guru jenjang MI, MTs, dan MA. Metode pengabdian dilaksanakan melalui delapan tahapan, yaitu analisis kebutuhan, pelatihan, pengembangan modul ajar, seleksi, presentasi, evaluasi berbasis rubrik, pemberian umpan balik, dan refleksi. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa Festival GALATAMA mampu meningkatkan kompetensi guru dalam menyusun modul ajar yang sesuai dengan Capaian Pembelajaran, tujuan pembelajaran, dan alur pembelajaran. Meskipun demikian, aspek pembelajaran berdiferensiasi, asesmen autentik, dan integrasi nilai-nilai Kurikulum Cinta masih memerlukan penguatan. Model Festival GALATAMA terbukti tidak hanya menghasilkan modul ajar berkualitas, tetapi juga membangun budaya pembelajaran reflektif melalui evaluasi dan umpan balik yang sistematis. Model ini berpotensi direplikasi sebagai strategi pengembangan profesional guru madrasah secara berkelanjutan