Penguatan kompetensi guru merupakan salah satu faktor penting dalam keberhasilan implementasi Kurikulum Merdeka di madrasah, terutama dalam mengembangkan modul ajar yang mengintegrasikan nilai-nilai Kurikulum Cinta. Namun, berbagai program peningkatan kompetensi guru masih didominasi oleh pelatihan yang berorientasi pada transfer pengetahuan dan belum memberikan ruang yang memadai bagi praktik, evaluasi, serta refleksi pembelajaran. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan mendeskripsikan implementasi Model Festival GALATAMA sebagai strategi penguatan kompetensi guru madrasah melalui pengembangan Modul Ajar Kurikulum Merdeka berbasis nilai-nilai Kurikulum Cinta. Kegiatan diselenggarakan oleh Bidang Pendidikan Islam Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Maluku Utara dengan melibatkan lebih dari 400 guru jenjang MI, MTs, dan MA. Metode pengabdian dilaksanakan melalui delapan tahapan, yaitu analisis kebutuhan, pelatihan, pengembangan modul ajar, seleksi, presentasi, evaluasi berbasis rubrik, pemberian umpan balik, dan refleksi. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa Festival GALATAMA mampu meningkatkan kompetensi guru dalam menyusun modul ajar yang sesuai dengan Capaian Pembelajaran, tujuan pembelajaran, dan alur pembelajaran. Meskipun demikian, aspek pembelajaran berdiferensiasi, asesmen autentik, dan integrasi nilai-nilai Kurikulum Cinta masih memerlukan penguatan. Model Festival GALATAMA terbukti tidak hanya menghasilkan modul ajar berkualitas, tetapi juga membangun budaya pembelajaran reflektif melalui evaluasi dan umpan balik yang sistematis. Model ini berpotensi direplikasi sebagai strategi pengembangan profesional guru madrasah secara berkelanjutan
Copyrights © 2026