Kemampuan membaca pada tahap awal merupakan aspek penting untuk keberhasilan belajar siswa di sekolah dasar. Urgensi penelitian ini terletak pada masih ditemukannya siswa kelas rendah yang mengalami keterlambatan dalam membaca permulaan, sehingga diperlukan sinergi yang kuat antara guru dan orang tua untuk mengoptimalkan proses literasi sejak dini. Dalam kenyataanya, kemampuan ini tidak hanya diperoleh dari aktivitas belajar di sekolah, melainkan juga melalui keterlibatan aktif dari orang tua di rumah. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan bentuk kerjasama antara guru dan orang tua dalam mendukung kemampuan membaca permulaan siswa kelas I di SDN Leuweunggede IV dengan menggunakan model enam jenis keterlibatan keluarga menurut Epstein (2018). Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan subjek yang terdiri dari enam siswa kelas I, seorang guru kelas, dan orang tua siswa. Pengumpulan data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam, dan pengumpulan dokumen. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Untuk menjaga keabsahan data, peneliti melakukan triangulasi Teknik dan triangulasi sumber. Hasil penelitian menunjukan bahwa kerjasama antara guru dan orang tua paling terlihat jelas dalam aspek komunikasi, pengasuhan, pembelajaran di rumah, dan kegiatan sukarela. Sinergi yang terjalin menunjukan bahwa kolaborasi yang terencana antara sekolah dan orang tua memiliki dampak positif terhadap perkembangan kemampuan membaca permulaan.
Copyrights © 2025