Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan kemampuan pemecahan masalah siswa SMA bergaya kognitif reflektif dan impulsif pada materi fungsi komposisi. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa tes MFFT, tes kemampuan pemecahan masalah yang terdiri dari satu soal sesuai indikator, dan wawancara semi terstruktur. Indikator yang digunakan dalam penelitian ini yaitu, Identifikasi masalah (Mengidentifikasi masalah), Tentukan tujuan (Menentukan tujuan), Jelajahi kemungkinan strategi (Menentukan strategi), Bertindak atas strategi (Melaksanakan strategi), Melihat kembali dan Belajar (Memeriksa kembali dan belajar). Hasil penelitian menunjukkan siswa bergaya kognitif reflektif memenuhi 5 indikator, yaitu Identifikasi masalah (Mengidentifikasi masalah) dengan menyatakan apa yang diketahui soal, Definisikan tujuan (Menentukan tujuan) dengan menyatakan apa yang ditanyakan soal, Jelajahi kemungkinan strategi (Menentukan strategi) dengan menentukan strategi yang akan digunakan dengan tepat, Act on the strategy (Melaksanakan strategi) dengan menjalankan strategi yang dipilih dengan tepat, Look back and Learn (Memeriksa kembali dan belajar) dimana siswa dapat memahami hasil pengerjaanya dan dapat mempelajari dari masalah yang diselesaikan. Siswa bergaya kognitif impulsif hanya memenuhi 3 indikator, yaitu Identifikasi masalah, Tentukan tujuan, Jelajahi kemungkinan strategi, dan tidak memenuhi indikator Bertindak pada strategi serta Lihat kembali dan Pelajari karena melakukan kesalahan perhitungan dan kurang teliti saat memeriksa kembali pengerjaannya