Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Optimasi Kedalaman Pump Intake pada Sistem Sucker Rod Pump Sumur WDHA-01 Berdasarkan Analisis Submergence dan Inflow Performance Relationship Hosyan Emanuel Mangiri; Risna Risna
Jurnal Teknik Industri Terintegrasi (JUTIN) Vol. 9 No. 3 (2026): July
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jutin.v9i3.60823

Abstract

Well WDHA-01, producing from the J-2b and J-5 zones, has experienced a decline in productivity due to reservoir pressure depletion, with a static bottomhole pressure (SBHP) of 773 psi and a flowing bottomhole pressure (FBHP) of 0 psi. This practical training project aims to determine the optimal pump intake depth for a sucker rod pump (SRP) system using the Inflow Performance Relationship (IPR) based on the Vogel method and submergence analysis. The analysis results indicate a productivity index (PI) of 0.08634 bbl/psi-day and an Absolute Open Flow Potential (AOFP) of 67 BFPD. The current pump submergence is only approximately 2 meters, which is significantly below the required minimum submergence of 23.4 meters, thereby increasing the risk of gas lock and cavitation. The calculation of the optimal pump intake depth, considering the bottom perforation depth, optimal submergence, and an appropriate safety factor, resulted in a recommended setting depth of 636 mTVD, or 26 meters deeper than the current pump setting. Repositioning the pump to this depth is recommended to improve fluid flow stability and extend the operational service life of the pump.
Studi Eksperimental Pengaruh Konsentrasi Bubuk Lidah Buaya sebagai Additive Polymer pada Filtration Loss dan Sifat Rheologi Lumpur Pemboran Fhiestio Tarsis Matasik; Risna Risna; M. Nur Mukmin
Journal of Comprehensive Science Vol. 5 No. 7 (2026): Journal of Comprehensive Science
Publisher : Green Publisher Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59188/jcs.v5i7.4252

Abstract

Lumpur pemboran merupakan salah satu faktor penting dalam operasi pemboran karena berpengaruh terhadap kecepatan pemboran, efisiensi, keselamatan kerja, dan biaya operasional. Penambahan bahan aditif alami seperti lidah buaya diharapkan dapat menjadi alternatif ramah lingkungan dalam meningkatkan performa lumpur pemboran. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kuantitatif, studi laboratorium dengan menambahkan serbuk lidah buaya ke dalam lumpur dasar dengan variasi konsentrasi tertentu, yaitu 1 gram, 2 gram, 3 gram, dan 4 gram. Pengujian dilakukan untuk mengetahui parameter sifat reologi seperti plastic viscosity, yield point, dan gel strength, serta nilai filtration loss menggunakan standar pengujian API. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan lidah buaya mempengaruhi sifat reologi lumpur pemboran, di mana terjadi perubahan pada nilai viskositas dan yield point seiring bertambahnya konsentrasi aditif. Selain itu, nilai filtration loss mengalami penurunan, yang menunjukkan kemampuan lidah buaya dalam membentuk lapisan filtrasi (filter cake) yang lebih baik. Namun, pada konsentrasi tertentu, penambahan lidah buaya dapat menyebabkan penurunan berat jenis lumpur (mud weight). Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa lidah buaya berpotensi digunakan sebagai bahan aditif alami dalam lumpur pemboran karena mampu meningkatkan sifat rheologi dan mengurangi filtration loss, sehingga dapat mendukung efisiensi dan keberlanjutan operasi pemboran.